Tampilkan postingan dengan label Juz 14. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Juz 14. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Maret 2013

Tafsir An Nahl Ayat 111-128

Ayat 111-113: Di antara hal yang akan disaksikan pada hari Kiamat, dan bagaimana setiap orang pada hari Kiamat berusaha membela dirinya serta penjelasan terhadap nikmat keamanan dan kelapangan rezeki.

  يَوْمَ تَأْتِي كُلُّ نَفْسٍ تُجَادِلُ عَنْ نَفْسِهَا وَتُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا عَمِلَتْ وَهُمْ لا يُظْلَمُونَ (١١١) وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ (١١٢) وَلَقَدْ جَاءَهُمْ رَسُولٌ مِنْهُمْ فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمُ الْعَذَابُ وَهُمْ ظَالِمُونَ (١١٣

Tafsir Surat An Nahl Ayat 111-113

111. (Ingatlah) pada hari (ketika) setiap orang datang untuk membela dirinya sendiri[1] dan bagi setiap orang diberi (balasan) penuh sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya[2], dan mereka tidak dizalimi (dirugikan)[3].

112. Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri[4] yang dahulunya aman[5] lagi tenteram[6], rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah[7], karena itu Allah menimpakan kepada mereka pakaian[8] kelaparan[9] dan ketakutan[10], disebabkan apa yang mereka perbuat[11].

113. Dan sungguh, telah datang kepada mereka seorang rasul dari (kalangan) mereka sendiri[12], tetapi mereka mendustakannya, karena itu mereka ditimpa azab[13] dan mereka adalah orang yang zalim.

Tafsir An Nahl Ayat 97-110

Ayat 97-102: Dorongan untuk beramal saleh, keutamaan membaca Al Qur’an dan mentadabburi maknanya, waspada terhadap was-was setan dan penjelasan hikmah dari diturunkannya Al Qur’an.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٩٧) فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (٩٨) إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (٩٩) إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ (١٠٠) وَإِذَا بَدَّلْنَا آيَةً مَكَانَ آيَةٍ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُنَزِّلُ قَالُوا إِنَّمَا أَنْتَ مُفْتَرٍ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لا يَعْلَمُونَ  (١٠١) قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ (١٠٢

Terjemah Surat An Nahl Ayat 97-102

97. Barang siapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[1] dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan[2].  

98. Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al Quran[3], mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk[4].

99. Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya[5].

100. Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin[6] dan terhadap orang yang mempersekutukannya dengan Allah.

101. [7]Dan apabila Kami mengganti suatu ayat dengan ayat yang lain[8], padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata, “Sesungguhnya engkau (Muhammad) hanya mengada-ada saja.” Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui[9].

Tafsir An Nahl Ayat 84-96

Ayat 84-89: Setiap nabi akan menjadi saksi atas umatnya pada hari Kiamat dan tidak adanya uzur bagi orang-orang kafir.

وَيَوْمَ نَبْعَثُ مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا ثُمَّ لا يُؤْذَنُ لِلَّذِينَ كَفَرُوا وَلا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ (٨٤) وَإِذَا رَأَى الَّذِينَ ظَلَمُوا الْعَذَابَ فَلا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ وَلا هُمْ يُنْظَرُونَ (٨٥) وَإِذَا رَأَى الَّذِينَ أَشْرَكُوا شُرَكَاءَهُمْ قَالُوا رَبَّنَا هَؤُلاءِ شُرَكَاؤُنَا الَّذِينَ كُنَّا نَدْعُوا مِنْ دُونِكَ فَأَلْقَوْا إِلَيْهِمُ الْقَوْلَ إِنَّكُمْ لَكَاذِبُونَ (٨٦) وَأَلْقَوْا إِلَى اللَّهِ يَوْمَئِذٍ السَّلَمَ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ (٨٧) الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ زِدْنَاهُمْ عَذَابًا فَوْقَ الْعَذَابِ بِمَا كَانُوا يُفْسِدُونَ (٨٨) وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِمْ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَى هَؤُلاءِ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ  (٨٩)

Tafsir Surat An Nahl Ayat 84-89

84. [1]Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan seorang saksi (rasul)[2] dari setiap umat, kemudian tidak diizinkan kepada orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) dibolehkan memohon ampunan.

85. Dan apabila orang zalim telah menyaksikan azab, maka mereka tidak mendapat keringanan dan tidak (puIa) diberi penangguhan[3].

86. Dan apabila orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu mereka[4], mereka berkata[5], “Ya Tuhan kami, mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain Engkau.” Lalu sekutu mereka menyatakan kepada mereka, “Kamu benar-benar pendusta[6].”

87. Pada hari itu mereka menyatakan tunduk kepada Allah dan lenyaplah segala yang mereka ada-adakan[7].

88. Orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah[8], Kami tambahkan kepada mereka siksaan demi siksaan[9] disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan[10].

Tafsir An Nahl Ayat 70-83

Ayat 70-72: Di antara nikmat Allah Subhaanahu wa Ta'aala dalam kehidupan, rezeki, pasangan dan keturunan.

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ (٧٠) وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ فَمَا الَّذِينَ فُضِّلُوا بِرَادِّي رِزْقِهِمْ عَلَى مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَهُمْ فِيهِ سَوَاءٌ أَفَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ (٧١) وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَةِ اللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ (٧٢

Terjemah Surat An Nahl Ayat 70-72

70. Dan Allah telah menciptakan kamu[1], kemudian mewafatkanmu[2], di antara kamu ada yang dikembalikan kepada usia yang tua renta (pikun)[3], sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui lagi Mahakuasa[4].

71. [5]Dan Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezeki[6], tetapi orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezekinya kepada para hamba sahaya yang mereka miliki, sehingga mereka sama[7]. Mengapa mereka mengingkari nikmat Allah[8]?

72. [9]Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri[10] dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rezeki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang batil[11] dan mengingkari nikmat Allah[12]?,

Ayat 73-76: Dibuatkan perumpamaan dalam Al Qur’an adalah untuk menerangkan dan mendekatkan makna dalam pikiran.

Tafsir An Nahl Ayat 56-69

Ayat 56-62: Gambaran kebiasaan kaum Jahiliyyah yang buruk yang di antaranya adalah melebihkan laki-laki daripada wanita, dan sikap Islam terhadap kebiasaan ini.

وَيَجْعَلُونَ لِمَا لا يَعْلَمُونَ نَصِيبًا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ تَاللَّهِ لَتُسْأَلُنَّ عَمَّا كُنْتُمْ تَفْتَرُونَ (٥٦) وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ الْبَنَاتِ سُبْحَانَهُ وَلَهُمْ مَا يَشْتَهُونَ  (٥٧) وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالأنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ (٥٨) يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ (٥٩) لِلَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ مَثَلُ السَّوْءِ وَلِلَّهِ الْمَثَلُ الأعْلَى وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ   (٦٠) وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلا يَسْتَقْدِمُونَ (٦١) وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ مَا يَكْرَهُونَ وَتَصِفُ أَلْسِنَتُهُمُ الْكَذِبَ أَنَّ لَهُمُ الْحُسْنَى لا جَرَمَ أَنَّ لَهُمُ النَّارَ وَأَنَّهُمْ مُفْرَطُونَ (٦٢

Terjemah Surat An Nahl Ayat 56-62

56. [1]Dan mereka[2] menyediakan sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka[3] untuk berhala-berhala yang mereka tidak mengetahui (kemampuannya). Demi Allah, kamu pasti akan ditanyai tentang apa yang telah kamu ada-adakan[4].

57. Dan mereka menetapkan anak perempuan[5] bagi Allah. Mahasuci Dia[6], sedang untuk mereka sendiri apa yang mereka sukai (anak laki-laki).

58. Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam)[7], dan Dia sangat marah[8].

59. Dia bersembunyi dari orang banyak[9], disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu[10].

60. Bagi orang-orang yang tidak b

Tafsir An Nahl Ayat 41-55

Ayat 41-42: Besarnya pahala orang-orang yang berhijrah di jalan Allah untuk meninggikan agama-Nya.

وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَلأجْرُ الآخِرَةِ أَكْبَرُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ (٤١) الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (٤٢

Terjemah Surat An Nahl Ayat 41-42

41. Dan orang yang berhijrah karena Allah[1] setelah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia[2]. Dan pahala di akhirat[3] pasti lebih besar[4], sekiranya mereka[5] mengetahui,

42. (yaitu) orang yang sabar[6] dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakkal[7].

Ayat 43-44: Menetapkan bahwa para rasul adalah manusia dan menerangkan fungsi As Sunnah bagi Al Qur’an, yaitu menerangkan Al Qur’an dan merincikan kemujmalannya.

Tafsir An Nahl Ayat 30-40

Ayat 30-32: Balasan bagi orang yang berbuat ihsan di dunia dan pemuliaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala untuk mereka di akhirat.

وَقِيلَ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا مَاذَا أَنْزَلَ رَبُّكُمْ قَالُوا خَيْرًا لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَلَدَارُ الآخِرَةِ خَيْرٌ وَلَنِعْمَ دَارُ الْمُتَّقِينَ (٣٠)جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ لَهُمْ فِيهَا مَا يَشَاءُونَ كَذَلِكَ يَجْزِي اللَّهُ الْمُتَّقِينَ (٣١) الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ         (٣٢)

Terjemah Surat An Nahl Ayat 30-32

30. [1]Kemudian dikatakan kepada orang yang bertakwa, “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Kebaikan.” Bagi orang yang berbuat baik di dunia ini[2] mendapat (balasan) yang baik[3]. Dan sesungguhnya negeri akhirat[4] pasti lebih baik[5] dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa,

31. (yaitu) surga-surga ‘And yang mereka masuki, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam (surga) itu mereka mendapat segala apa yang diinginkan[6]. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang yang bertakwa,

32. (yaitu) orang yang diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik[7], mereka (para malaikat) mengatakan (kepada mereka)[8], “Salaamun’alaikum[9], [10]masuklah kamu ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan[11].”

Sabtu, 16 Maret 2013

Tafsir An Nahl Ayat 14-29

Ayat 14-16: Memelihara kelestarian air merupakan sikap syukur kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala, dan penjelasan tentang manfaat gunung, bintang dan makhluk ciptaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala yang lain.

وَهُوَ الَّذِي سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (١٤) وَأَلْقَى فِي الأرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَارًا وَسُبُلا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (١٥) وَعَلامَاتٍ وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ        (١٦)

Terjemah Surat An Nahl Ayat 14-16

14. Dan Dialah yang menundukkan lautan (untukmu)[1], agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya, dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai[2]. Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya, dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya[3], dan agar kamu bersyukur[4].

15. Dan Dia menancapkan gunung di bumi agar bumi itu tidak goncang bersama kamu[5], (dan Dia menciptakan) sungai-sungai[6] dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk[7],  

16. dan (Dia menciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan)[8]. Dan dengan bintang-bintang mereka mendapat petunjuk[9].

Ayat 17-23: Orang yang berakal mengetahui kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala pada makhluk-Nya, sehingga dia pun menyembah-Nya, adapun orang yang tersesat dari jalan petunjuk, maka dia tidak dapat mengambil pelajaran dari nikmat Allah sehingga dia pun berpaling dan sombong.

Tafsir An Nahl Ayat 1-13

Surah An Nahl (Lebah)

Surah ke-16. 128 ayat. Makkiyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-6: Menerangkan tentang hari Kiamat dan kepastian terjadinya, dan bahwa Allah bersih dari syirk, dan Dia yang sendiri menciptakan makhluk-Nya, oleh karena itu Dialah yang berhak disembah saja.

أَتَى أَمْرُ اللَّهِ فَلا تَسْتَعْجِلُوهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ (١) يُنَزِّلُ الْمَلائِكَةَ بِالرُّوحِ مِنْ أَمْرِهِ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ أَنْ أَنْذِرُوا أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاتَّقُونِ (٢) خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ بِالْحَقِّ تَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ (٣) خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ (٤)وَالأنْعَامَ خَلَقَهَا لَكُمْ فِيهَا دِفْءٌ وَمَنَافِعُ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ (٥)وَلَكُمْ فِيهَا جَمَالٌ حِينَ تُرِيحُونَ وَحِينَ تَسْرَحُونَ (٦

Terjemah Surat An Nahl Ayat 1-6

1. [1]Ketetapan Allah[2] pasti datang, maka janganlah kamu meminta agar dipercepat (datang)nya[3]. Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan[4].

2. [5]Dia menurunkan para malaikat membawa wahyu[6] dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya[7], (dengan berfirman) yaitu, “Peringatkanlah (hamba-hamba-Ku), bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku[8].”

3. [9]Dia menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran[10]. Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.

4. [11]Dia telah menciptakan manusia dari mani[12], ternyata dia menjadi pembantah yang nyata[13].

5. Dan hewan ternak[14] telah diciptakan-Nya untuk kamu[15], padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat[16], dan sebagiannya kamu makan.

6. Dan kamu memperoleh keindahan padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang[17] dan ketika kamu melepaskannya (ke tempat penggembalaan)[18].

Tafsir Al Hijr Ayat 78-99

Ayat 78-84: Akhir kehidupan penduduk Aikah dan penduduk negeri Hijr.

وَإِنْ كَانَ أَصْحَابُ الأيْكَةِ لَظَالِمِينَ (٧٨) فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْ وَإِنَّهُمَا لَبِإِمَامٍ مُبِينٍ (٧٩) وَلَقَدْ كَذَّبَ أَصْحَابُ الْحِجْرِ الْمُرْسَلِينَ (٨٠)وَآتَيْنَاهُمْ آيَاتِنَا فَكَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ (٨١) وَكَانُوا يَنْحِتُونَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا آمِنِينَ (٨٢) فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُصْبِحِينَ (٨٣) فَمَا أَغْنَى عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (٨٤

Terjemah Surat Al Hijr Ayat 78-84

78. Dan sesungguhnya penduduk Aikah[1] itu benar-benar kaum yang zalim[2],

79. maka Kami membinasakan mereka[3]. Dan sesungguhnya kedua negeri itu[4] terletak di satu jalur jalan raya[5].

80. Dan sesungguhnya penduduk negeri Hijr[6] benar-benar telah mendustakan para rasul (mereka)[7],

81. Dan Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami[8], tetapi mereka selalu berpaling darinya[9],

82. Dan mereka[10] memahat rumah-rumah dari gunung batu, (yang didiami) dengan rasa aman[11].

83. Kemudian mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur pada pagi hari[12],

84. Sehingga tidak berguna bagi mereka, apa yang telah mereka usahakan[13].

Tafsir Al Hijr Ayat 51-77

Ayat 51-60: Kisah tamu Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang terdiri dari malaikat dan pemberitahuan mereka terhadap pembinasaan kaum Luth.

وَنَبِّئْهُمْ عَنْ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ (٥١) إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلامًا قَالَ إِنَّا مِنْكُمْ وَجِلُونَ (٥٢) قَالُوا لا تَوْجَلْ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلامٍ عَلِيمٍ (٥٣)قَالَ أَبَشَّرْتُمُونِي عَلَى أَنْ مَسَّنِيَ الْكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ (٥٤) قَالُوا بَشَّرْنَاكَ بِالْحَقِّ فَلا تَكُنْ مِنَ الْقَانِطِينَ (٥٥) قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلا الضَّالُّونَ (٥٦)قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَ (٥٧)قَالُوا إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَى قَوْمٍ مُجْرِمِينَ (٥٨) إِلا آلَ لُوطٍ إِنَّا لَمُنَجُّوهُمْ أَجْمَعِينَ (٥٩) إِلا امْرَأَتَهُ قَدَّرْنَا إِنَّهَا لَمِنَ الْغَابِرِينَ (٦٠

51. Dan kabarkanlah (Muhammad) kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim[1].

52. Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan, “Salaam.” Dia (Ibrahim) berkata[2], “Kami benar-benar merasa takut kepadamu.”

53. Mereka berkata, “Janganlah engkau merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang pandai[3].”

54. Dia (Ibrahim) berkata, “Benarkah kamu memberi kabar gembira kepadaku[4] padahal usiaku telah lanjut, lalu (dengan cara) bagaimana kamu memberi kabar gembira (tersebut)[5]?”

55. Mereka menjawab, “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar[6], maka janganlah engkau termasuk orang yang berputus asa[7].”

56. Dia (Ibrahim) berkata, “Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang yang sesat[8].”

Tafsir Al Hijr Ayat 39-50

Ayat 39-44: Permusuhan Iblis kepada keturunan Adam, dan bahwa ia (Iblis) tidak memiliki kekuasaan kepada hamba-hamba Allah yang ikhlas.

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لأزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأرْضِ وَلأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ   (٣٩) إِلا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (٤٠) قَالَ هَذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيمٌ (٤١) إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ (٤٢) وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ (٤٣) لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِكُلِّ بَابٍ مِنْهُمْ جُزْءٌ مَقْسُومٌ (٤٤

Terjemah Surat Al Hijr Ayat 39-44

39. Iblis berkata, “ Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan kejahatan terasa indah bagi mereka di bumi[1], aku akan menyesatkan mereka semuanya[2],

40. Kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih[3] di antara mereka.”

41. Allah berfirman, “Ini adalah jalan yang lurus (menuju) kepada-Ku.”

42. Sesungguhnya kamu (Iblis) tidak kuasa atas hamba-hamba-Ku[4], kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang yang sesat[5].

43. Dan sungguh, Jahannam itu benar-benar (tempat) yang telah dijanjikan untuk mereka (pengikut setan) semuanya,

44. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu[6]. Setiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan tertentu dari mereka.

Tafsir Al Hijr Ayat 26-38

Ayat 26-38: Penciptaan manusia, kisah petunjuk dan kesesatan yang terjadi antara Adam ‘alaihis salam dan musuhnya Iblis la’natulllah ‘alaih.

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ (٢٦) وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ (٢٧) وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ (٢٨) فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ (٢٩)فَسَجَدَ الْمَلائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ (٣٠)إِلا إِبْلِيسَ أَبَى أَنْ يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ (٣١)قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ (٣٢) قَالَ لَمْ أَكُنْ لأسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ (٣٣) قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ (٣٤) وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ     (٣٥) قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (٣٦) قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (٣٧) إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ (٣٨

Terjemah Surat Al Hijr Ayat 26-38

26. [1]Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk[2].

27. Dan Kami telah menciptakan jin[3] sebelum (Adam) dari api yang sangat panas[4].

28. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat[5], “Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

29. Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku[6] maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud[7].

30. Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama[8],

Tafsir Al Hijr Ayat 16-25

Ayat 16-25: Tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala di alam semesta, dan kuasanya Dia menghidupkan, mematikan dan membangkitkan.

وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَزَيَّنَّاهَا لِلنَّاظِرِينَ (١٦) وَحَفِظْنَاهَا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ (١٧) إِلا مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ مُبِينٌ (١٨) وَالأرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْزُونٍ (١٩) وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ وَمَنْ لَسْتُمْ لَهُ بِرَازِقِينَ (٢٠) وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلا عِنْدَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلا بِقَدَرٍ مَعْلُومٍ (٢١) وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ فَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَسْقَيْنَاكُمُوهُ وَمَا أَنْتُمْ لَهُ بِخَازِنِينَ (٢٢) وَإِنَّا لَنَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَنَحْنُ الْوَارِثُونَ (٢٣) وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَأْخِرِينَ (٢٤) وَإِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَحْشُرُهُمْ إِنَّهُ حَكِيمٌ عَلِيمٌ        (٢٥)

Terjemah Surat Al Hijr Ayat 16-25

16. [1]Dan sungguh, Kami telah menciptakan gugusan bintang (di langit)[2] dan menghiasnya[3] bagi orang yang memandang(nya),

17. Dan Kami menjaganya[4] dari setiap (gangguan) syaitan yang terkutuk,

18. Kecuali (setan) yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dikejar oleh semburan api yang terang[5].

19. Dan Kami telah menghamparkan bumi[6] dan Kami menjadikan padanya gunung-gunung[7] serta Kami tumbuhkan di sana segala sesuatu menurut ukuran.

20. Dan Kami telah menjadikan padanya sumber-sumber kehidupan[8] untuk keperluanmu, dan (Kami ciptakan pula) makhluk-makhluk[9] yang bukan kamu pemberi rezekinya.

Tafsir Al Hijr Ayat 1-15

Surah Al Hijr (Negeri Kaum Tsamud)

Surah ke-15. 99 ayat. Makkiyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-9: Kedudukan Al Qur’anul Karim, sikap kaum musyrik kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, tuduhan mereka terhadap Beliau dan bantahan terhadap mereka, dan jaminan Allah terhadap kemurnian Al Qur’an dan kejayaan Islam.

الر تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ وَقُرْآنٍ مُبِينٍ (١

1.Alif Laam Raa. [1](Surah) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Kitab (yang sempurna) yaitu (ayat-ayat) Al Qur’an yang memberi penjelasan[2].

Juz 14

رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ (٢) ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الأمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ (٣)وَمَا أَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ إِلا وَلَهَا كِتَابٌ مَعْلُومٌ (٤)مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُونَ (٥)وَقَالُوا يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ (٦) لَوْ مَا تَأْتِينَا بِالْمَلائِكَةِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ (٧) مَا نُنَزِّلُ الْمَلائِكَةَ إِلا بِالْحَقِّ وَمَا كَانُوا إِذًا مُنْظَرِينَ (٨) إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ   (٩)

Terjemah Surat Al Hijr Ayat 2-9

2. Orang kafir itu kadang-kadang[3] (nanti di akhirat) menginginkan[4], sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang muslim.

3. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong) mereka, kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya)[5].

4. Dan Kami tidak membinasakan suatu negeri, melainkan sudah ada ketentuan yang ditetapkan baginya[6].

5. Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat meminta penundaan(nya).