Sabtu, 16 Maret 2013

Tafsir Al Hijr Ayat 16-25

Ayat 16-25: Tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala di alam semesta, dan kuasanya Dia menghidupkan, mematikan dan membangkitkan.

وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَزَيَّنَّاهَا لِلنَّاظِرِينَ (١٦) وَحَفِظْنَاهَا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ (١٧) إِلا مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ مُبِينٌ (١٨) وَالأرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْزُونٍ (١٩) وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ وَمَنْ لَسْتُمْ لَهُ بِرَازِقِينَ (٢٠) وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلا عِنْدَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلا بِقَدَرٍ مَعْلُومٍ (٢١) وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ فَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَسْقَيْنَاكُمُوهُ وَمَا أَنْتُمْ لَهُ بِخَازِنِينَ (٢٢) وَإِنَّا لَنَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَنَحْنُ الْوَارِثُونَ (٢٣) وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَأْخِرِينَ (٢٤) وَإِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَحْشُرُهُمْ إِنَّهُ حَكِيمٌ عَلِيمٌ        (٢٥)

Terjemah Surat Al Hijr Ayat 16-25

16. [1]Dan sungguh, Kami telah menciptakan gugusan bintang (di langit)[2] dan menghiasnya[3] bagi orang yang memandang(nya),

17. Dan Kami menjaganya[4] dari setiap (gangguan) syaitan yang terkutuk,

18. Kecuali (setan) yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dikejar oleh semburan api yang terang[5].

19. Dan Kami telah menghamparkan bumi[6] dan Kami menjadikan padanya gunung-gunung[7] serta Kami tumbuhkan di sana segala sesuatu menurut ukuran.

20. Dan Kami telah menjadikan padanya sumber-sumber kehidupan[8] untuk keperluanmu, dan (Kami ciptakan pula) makhluk-makhluk[9] yang bukan kamu pemberi rezekinya.

 

21. Dan tidak ada suatu pun[10] melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya[11]; Kami tidak menurunkannya[12] melainkan dengan ukuran tertentu[13].

22. Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan[14] dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu[15], dan bukanlah kamu yang menyimpannya[16].

23. Dan sungguh, Kamilah yang menghidupkan dan mematikan[17] dan Kami (pulalah) yang mewarisi[18].

24. Dan sungguh, Kami mengetahui orang yang terdahulu[19] sebelum kamu dan Kami mengetahui pula orang yang terkemudian[20].

25. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang akan mengumpulkan mereka. Sungguh, Dia Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui[21].


[1] Dalam ayat ini dan setelahnya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan tentang sempurnanya kekuasaan-Nya dan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.

[2] Demikian pula tanda-tanda yang besar yang dipakai petunjuk jalan bagi musafir di kegelapan malam baik di darat maupun lautan.

[3] Dengan bintang-bintang.

[4] Yakni dengan meteor. Oleh karena itu, apabila setan-setan hendak mencuri berita dari langit, maka mereka dilempari meteor, sehingga langit pun luarnya nampak indah dengan bintang-bintang yang bercahaya, dan dalamnya terjaga dari malapetaka.

[5] Terkadang setan mencuri berita di langit, lalu dikejar oleh meteor yang akan membakarnya, melobanginya atau mencakarnya. Jika ia lolos (tidak kena), maka setan tersebut akan menyampaikan ke telinga wali-walinya, yang terdiri dari dukun, peramal atau paranormal, lalu walinya menggabungkan seratus kedustaan terhadap berita yang benar, demikianlah yang diterangkan dalam hadits yang shahih. Agar kata-katanya dibenarkan, maka ia (dukun) menggunakan berita yang diperoleh dari setan itu.

[6] Yakni Kami luaskan agar manusia dan hewan seluruhnya dapat tinggal di berbagai belahan bumi dan memperoleh rezekinya.

[7] Yakni gunung-gunung yang kokoh lagi menancap agar tidak mengguncangkan penduduknya.

[8] Seperti sawah-ladang, hewan ternak dan berbagai pekerjaan.

[9] Untuk keperluan kamu.

[10] Termasuk rezeki.

[11] Semuanya milik Allah, di Tangan-Nya perbendaharaan-perbendaharaannya, Dia memberi kepada siapa yang Dia kehendaki dan menghalangi siapa yang Dia kehendaki sesuai hikmah-Nya dan rahmat-Nya yang luas.

[12] Termasuk pula hujan.

[13] Sesuai yang ditentukan Allah, tidak lebih dan tidak kurang.

[14] Yakni mengawinkan awan dan tumbuh-tumbuhan. Dikawinkan awan oleh angin agar muncul air dengan izin Allah, dan dikawinkan tumbuh-tumbuhan agar muncul buah.

[15] Demikian pula hewan ternak mereka dan tanah mereka yang tandus, kemudian tinggallah air itu tersimpan di dalam bumi untuk keperluan mereka yang merupakan kekuasaan dan rahmat-Nya.

[16] Kamu tidak mampu menyimpannya, akan tetapi Allah yang menyimpannya untuk kamu, mengeluarkan sumber air di bumi sebagai rahmat dan ihsan-Nya kepada kamu.

[17] Yakni hanya Dia saja yang menghidupkan makhluk yang sebelumnya tidak ada dan tidak hidup, dan Dia pula yang akan mematikan mereka pada waktu yang telah ditentukan-Nya.

[18] Allah yang mewarisi bumi dan orang-orang yang berada di atasnya, dan kepada-Nyalah mereka dikembalikan. Yang demikian tidaklah sulit bagi Allah, karena Dia mengetahui orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang datang kemudian.

[19] Dari sejak zaman Nabi Adam ‘alaihis salam.

[20] Yakni orang-orang yang masih hidup menjelang kiamat.

[21] Dia meletakkan sesuatu pada tempatnya dan akan membalas setiap orang yang beramal, jika baik akan dibalas dengan kebaikan dan jika buruk akan dibalas dengan keburukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar