Tampilkan postingan dengan label Juz 21. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Juz 21. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 April 2013

Tafsir Al Ahzab Ayat 21-30

Ayat 21-25: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah manusia yang paling berhak diteladani, dan penjelasan tentang kejujuran kaum mukmin dalam jihad serta teguhnya mereka di atas kebenaran.

  لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا (٢١) وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الأحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا (٢٢) مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلا (٢٣)لِيَجْزِيَ اللَّهُ الصَّادِقِينَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ إِنْ شَاءَ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا (٢٤) وَرَدَّ اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوا خَيْرًا وَكَفَى اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ الْقِتَالَ وَكَانَ اللَّهُ قَوِيًّا عَزِيزًا (٢٥)

Terjemah Surat Al Ahzab Ayat 21-25

21. Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu[1] (yaitu) [2]bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat[3] dan dia banyak menyebut Allah.

22. [4]Dan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan (yang bersekutu) itu, mereka berkata, "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya[5] kepada kita. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya[6].” Dan yang demikian itu menambah keimanan[7] dan keislaman mereka[8].

23. [9]Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah[10]. Dan di antara mereka ada yang gugur[11], dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu[12] dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya)[13],

24. Agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya[14], dan mengazab orang munafik[15] jika Dia kehendaki[16], atau menerima tobat mereka[17]. Sungguh, Allah Maha Pengampun[18] lagi Maha Penyayang[19].

25. Dan Allah menghalau orang-orang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, karena mereka tidak memperoleh keuntungan apa pun[20]. [21]Cukuplah Allah (yang menolong) menghindarkan orang-orang mukmin dalam peperangan[22]. Dan Allah Mahakuat[23] lagi Mahaperkasa[24].

Tafsir Al Ahzab Ayat 9-20

Ayat 9-17: Mengingatkan karunia Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan kaum mukmin dengan diberi-Nya pertolongan dalam perang Ahzab, serta membongkar kedok kaum munafik.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا (٩) إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الأبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا (١٠) هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالا شَدِيدًا (١١) وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلا غُرُورًا (١٢) وَإِذْ قَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ يَا أَهْلَ يَثْرِبَ لا مُقَامَ لَكُمْ فَارْجِعُوا وَيَسْتَأْذِنُ فَرِيقٌ مِنْهُمُ النَّبِيَّ يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوْرَةٌ وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍ إِنْ يُرِيدُونَ إِلا فِرَارًا (١٣) وَلَوْ دُخِلَتْ عَلَيْهِمْ مِنْ أَقْطَارِهَا ثُمَّ سُئِلُوا الْفِتْنَةَ لآتَوْهَا وَمَا تَلَبَّثُوا بِهَا إِلا يَسِيرًا (١٤)   وَلَقَدْ كَانُوا عَاهَدُوا اللَّهَ مِن قَبْلُ لا يُوَلُّونَ الأَدْبَارَ وَكَانَ عَهْدُ اللَّهِ مَسْؤُولا  ٥) قُل لَّن يَنفَعَكُمُ الْفِرَارُ إِن فَرَرْتُم مِّنَ الْمَوْتِ أَوِ الْقَتْلِ وَإِذًا لّا تُمَتَّعُونَ إِلاَّ قَلِيلا ٦) قُلْ مَن ذَا الَّذِي يَعْصِمُكُم مِّنَ اللَّهِ إِنْ أَرَادَ بِكُمْ سُوءًا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةً وَلا يَجِدُونَ لَهُم مِّن دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلا نَصِيرًا ٧)

 

Terjemah Surat Al Ahzab Ayat 9-17

9. [1]Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika bala tentara datang kepadamu, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan bala tentara yang tidak dapat terlihat olehmu[2]. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

10. (Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu[3], dan ketika penglihatanmu terpana[4] dan hatimu menyesak sampai ke tenggorokan[5] dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah[6].

11. Disitulah diuji orang-orang mukmin[7] dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang dahsyat[8].

12. Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang hatinya berpenyakit[9] berkata, "Yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada Kami hanya tipu daya belaka[10].”

13. Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka[11] berkata, "Wahai penduduk Yatsrib (Madinah)![12] Tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu[13].” Dan sebahagian dari mereka meminta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata, "Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)[14].” Padahal rumah-rumah itu tidak terbuka, mereka hanyalah hendak lari.

14. Dan kalau (Madinah) diserang dari segala penjuru, dan mereka diminta agar melakukan fitnah[15], niscaya mereka mengerjakannya; dan hanya sebentar saja mereka menunggu[16].

15. Dan sungguh, mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah, tidak akan berbalik ke belakang (mundur). Dan perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungjawabannya.

Tafsir Al Ahzab Ayat 1-8

Surah Al Ahzaab (Sekutu-Sekutu)

Surah ke-33. 73 ayat. Madaniyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-6: Beberapa perintah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan umatnya, pembatalan kebiasaan zhihar dan pengangkatan anak yang biasa dilakukan pada zaman jahilyyah, pembatasan warisan hanya untuk kerabat, dan bahwa istri-istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seperti ibu bagi kaum mukmin sehingga patut dihormati.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللَّهَ وَلا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا (١) وَاتَّبِعْ مَا يُوحَى إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا (٢) وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلا (٣) مَا جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِنْ قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِ وَمَا جَعَلَ أَزْوَاجَكُمُ اللائِي تُظَاهِرُونَ مِنْهُنَّ أُمَّهَاتِكُمْ وَمَا جَعَلَ أَدْعِيَاءَكُمْ أَبْنَاءَكُمْ ذَلِكُمْ قَوْلُكُمْ بِأَفْوَاهِكُمْ وَاللَّهُ يَقُولُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ (٤) ادْعُوهُمْ لآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا آبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُمْ بِهِ وَلَكِنْ مَا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (٥) النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ وَأُولُو الأرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَى بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ إِلا أَنْ تَفْعَلُوا إِلَى أَوْلِيَائِكُمْ مَعْرُوفًا كَانَ ذَلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا (٦)

Terjemah Surat Al Ahzab Ayat 1-6

1. Wahai Nabi![1] Bertakwalah kepada Allah[2] dan janganlah engkau menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik[3]. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui[4] lagi Mahabijaksana,

2. Tetapi ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu[5]. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

3. [6]Dan bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara[7].

4. [8]Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya[9]; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar[10] itu sebagai ibumu[11], dan Dia tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri)[12]. Yang demikian itu hanyalah perkataan di mulutmu saja[13]. Allah mengatakan yang sebenarnya[14] dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).

5. [15]Panggilah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka[16]; itulah yang adil[17] di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu[18]. Dan tidak ada dosa atasmu jika kamu khilaf tentang itu[19], tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu[20]. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang[21].

6. [22]Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri[23] dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka[24]. Orang-orang yang mempunyai hubungan darah[25] satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang muhajirin[26], kecuali kalau kamu hendak berbuat baik[27] kepada saudara-saudaramu (seagama). Demikianlah[28] telah tertulis[29] dalam kitab (Allah)[30].

Tafsir As Sajdah Ayat 15-30

Ayat 15-22: Sifat orang-orang mukmin dan balasan untuk mereka, sifat orang-orang fasik dan balasan untuk mereka, serta perbedaan antara kedua orang itu.

  إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لا يَسْتَكْبِرُونَ (١٥) تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (١٦) فَلا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (١٧)أَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًا لا يَسْتَوُونَ (١٨) أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَى نُزُلا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (١٩) وَأَمَّا الَّذِينَ فَسَقُوا فَمَأْوَاهُمُ النَّارُ كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا أُعِيدُوا فِيهَا وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ (٢٠) وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الأدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الأكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ (٢١) وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ (٢٢)

Terjemah Surat As Sajdah Ayat 15-22

15. [1]Orang-orang yang beriman[2] dengan ayat-ayat Kami, hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat Kami)[3], mereka menyungkur sujud[4] dan bertasbih serta memuji Tuhannya[5], dan mereka tidak menyombongkan diri[6].

16. [7]Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya[8], mereka berdoa kepada Tuhannya[9] dengan rasa takut dan penuh harap[10], dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka[11].

17. Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati[12] sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan[13].

18. [14]Maka apakah orang yang beriman[15] seperti orang yang fasik (kafir)[16]? Mereka tidak sama[17].

19. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh[18], maka mereka akan mendapat surga-surga tempat kediaman[19], sebagai pahala atas apa yang telah mereka kerjakan[20].

20. Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat kediaman mereka adalah neraka[21]. Setiap kali mereka hendak keluar darinya[22], mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka, "Rasakanlah azab neraka yang dahulu kamu dustakan[23]."

21. Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia)[24] sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); agar mereka[25] kembali (ke jalan yang benar)[26].

22. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian dia berpaling darinya? Sungguh, Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang berdosa[27].

Tafsir As Sajdah Ayat 1-14

Surah As Sajdah

Surah ke-32. 30 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-9: Al Qur’an adalah firman Allah Subhaanahu wa Ta'aala, kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala dalam menciptakan langit dan bumi, mengatur keduanya dan menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

  الم (١) تَنْزِيلُ الْكِتَابِ لا رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٢) أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أَتَاهُمْ مِنْ نَذِيرٍ مِنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ (٣) اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا شَفِيعٍ أَفَلا تَتَذَكَّرُونَ (٤) يُدَبِّرُ الأمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الأرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ (٥)ذَلِكَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ (٦) الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ وَبَدَأَ خَلْقَ الإنْسَانِ مِنْ طِينٍ (٧) ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ (٨) ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ قَلِيلا مَا تَشْكُرُونَ (٩)

Terjemah Surat As Sajdah Ayat 1-9

1. Alif laam miim

2. [1]Turunnya Al-Quran itu tidak ada keraguan padanya, (yaitu) dari Tuhan seluruh alam.

3. Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan, "Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya." Tidak, Al Quran itu kebenaran[2] (yang datang) dari Tuhanmu[3], agar engkau memberi peringatan kepada kaum yang belum pernah didatangi orang yang memberi peringatan sebelum engkau[4], agar mereka mendapat petunjuk[5].

4. Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari[6], kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy[7]. Bagimu tidak ada seorang pun pelindung[8] maupun pemberi syafaat[9] selain Dia. Maka apakah kamu tidak memperhatikan[10]?

5. Dia mengatur segala urusan[11] dari langit ke bumi[12], kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya[13] dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.

6. Yang demikian itu[14], ialah Tuhan yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang[15].

Tafsir Luqman Ayat 20-34

Ayat 20-25: Perintah memikirkan dan memperhatikan nikmat-nikmat Allah Subhaanahu wa Ta'aala, tercelanya taqlid buta dan penjelasan tentang keadaan orang mukmin dan orang kafir.

  أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلا هُدًى وَلا كِتَابٍ مُنِيرٍ (٢٠) وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطَانُ يَدْعُوهُمْ إِلَى عَذَابِ السَّعِيرِ (٢١) وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الأمُورِ (٢٢)وَمَنْ كَفَرَ فَلا يَحْزُنْكَ كُفْرُهُ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ فَنُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ (٢٣) نُمَتِّعُهُمْ قَلِيلا ثُمَّ نَضْطَرُّهُمْ إِلَى عَذَابٍ غَلِيظٍ (٢٤) وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لا يَعْلَمُونَ (٢٥)

Terjemah Surat Luqman Ayat 20-25

20. [1]Tidakkah kamu memperhatikan[2] bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit[3] dan apa yang di bumi[4] untuk (kepentingan)mu dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir[5] dan batin[6]. Tetapi[7] di antara manusia ada[8] yang membantah tentang (keesaan) Allah[9] tanpa ilmu atau petunjuk[10] dan tanpa kitab yang memberi penerangan[11].

21. Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Ikutilah apa yang diturunkan Allah[12]!” Mereka menjawab[13], "(Tidak), tetapi kami (hanya) mengikuti kebiasaan yang kami dapati dari nenek moyang kami[14].” [15]Apakah mereka (akan mengikuti nenek moyang mereka) walaupun sebenarnya setan menyeru mereka ke dalam azab api yang menyala-nyala (neraka)[16]?

22. Dan barang siapa berserah diri kepada Allah[17], sedang dia orang yang berbuat kebaikan[18], maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul (tali) yang kokoh[19]. Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan[20].

23. Dan barang siapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu (Muhammad)[21]. Hanya kepada Kami tempat kembali mereka, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan[22]. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.[23]

24. Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar[24], kemudian Kami paksa mereka[25] (masuk) ke dalam azab yang keras[26].

25. Dan sungguh, jika engkau (Muhammad) tanyakan kepada mereka[27], "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Tentu mereka akan menjawab, "Allah.”[28] Katakanlah, "Segala puji bagi Allah[29]," tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui[30].

Tafsir Luqman Ayat 12-19

Ayat 12-13: Kisah Luqman yang bijaksana, nasihatnya kepada anaknya tentang pentingnya syukur dan bahaya syirk.

  وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ (١٢) وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (١٣)

Terjemah Surat Luqman Ayat 12-13

12. [1]Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah[2]! Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri[3]; dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji[4].”

13. [5]Dan (ingatlah) ketika Luqman[6] berkata kepada anaknya[7], ketika dia memberi pelajaran kepadanya, "Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

Ayat 14-15: Pentingnya seorang bapak memperhatikan pendidikan anaknya, bagaimana mendidik anak secara Islami, dan perintah menaati kedua orang tua selama isinya bukan maksiat kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

Tafsir Luqman Ayat 1-11

Surah Luqman

Surah ke-31. 34 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-9: Al Qur’anul Karim adalah kitab yang penuh hikmah, sifat orang-orang mukmin, dan akibat orang-orang yang menggunakan kata-kata yang sia-sia untuk menghalangi manusia dari jalan Allah.

  الم (١) تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ (٢) هُدًى وَرَحْمَةً لِلْمُحْسِنِينَ (٣) الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ بِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ (٤) أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (٥) وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ (٦) وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا وَلَّى مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (٧) إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتُ النَّعِيمِ (٨) خَالِدِينَ فِيهَا وَعْدَ اللَّهِ حَقًّا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (٩)

Terjemah Surat Luqman Ayat 1-9

1. Alif laam Miim.

2. [1]Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmah,

3. Sebagai petunjuk[2] dan rahmat[3] bagi orang-orang yang berbuat kebaikan,

4. (yaitu) orang-orang yang melaksanakan shalat, menunaikan zakat[4] dan mereka meyakini[5] adanya akhirat.

5. Merekalah[6] orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya[7] dan mereka itulah orang-orang yang beruntung[8].

6. [9]Dan di antara manusia[10] (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang sia-sia[11] untuk menyesatkan (manusia)[12] dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.

7. Dan apabila dibacakan kepadanya[13] ayat-ayat Kami[14], dia berpaling dengan menyombongkan diri[15] seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya[16], maka gembirakanlah dia dengan azab yang pedih[17].

8. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh[18], mereka akan mendapat surga-surga yang penuh kenikmatan[19],

9. mereka kekal di dalamnya, sebagai janji Allah yang benar[20]. Dan Dia Mahaperkasa[21] lagi Mahabijaksana[22].

Minggu, 31 Maret 2013

Tafsir Ar Ruum Ayat 46-60

Ayat 46-53: Bukti kekuasaan Allah dan keesaan-Nya pada alam semesta, memperhatikan alam dapat menambah keyakinan kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala, dan bahwa hidayah berasal dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

  وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ يُرْسِلَ الرِّيَاحَ مُبَشِّرَاتٍ وَلِيُذِيقَكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ وَلِتَجْرِيَ الْفُلْكُ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (٤٦)وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ رُسُلا إِلَى قَوْمِهِمْ فَجَاءُوهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَانْتَقَمْنَا مِنَ الَّذِينَ أَجْرَمُوا وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ (٤٧) اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاءِ كَيْفَ يَشَاءُ وَيَجْعَلُهُ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلالِهِ فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ (٤٨) وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلِ أَنْ يُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمُبْلِسِينَ (٤٩)فَانْظُرْ إِلَى آثَارِ رَحْمَةِ اللَّهِ كَيْفَ يُحْيِي الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ ذَلِكَ لَمُحْيِي الْمَوْتَى وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (٥٠) وَلَئِنْ أَرْسَلْنَا رِيحًا فَرَأَوْهُ مُصْفَرًّا لَظَلُّوا مِنْ بَعْدِهِ يَكْفُرُونَ (٥١) فَإِنَّكَ لا تُسْمِعُ الْمَوْتَى وَلا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَاءَ إِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِينَ (٥٢) وَمَا أَنْتَ بِهَادِ الْعُمْيِ عَنْ ضَلالَتِهِمْ إِنْ تُسْمِعُ إِلا مَنْ يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا فَهُمْ مُسْلِمُونَ (٥٣)

Terjemah Surat Ar Ruum Ayat 46-53

46. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya[1] adalah bahwa Dia mengirimkan angin[2] sebagai pembawa berita gembira[3] dan agar kamu merasakan sebagian dari rahmat-Nya[4] dan agar kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya[5] dan (juga) agar kamu dapat mencari sebagian dari karunia-Nya[6], dan agar kamu bersyukur[7].

47. Dan sungguh, Kami telah mengutus sebelum engkau (Muhammad) beberapa orang rasul kepada kaumnya[8], mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup)[9], lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa[10]. Dan merupakan hak Kami menolong orang-orang yang beriman[11].

48. [12]Allahlah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya[13], maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki tiba-tiba mereka bergembira[14].

49. Padahal sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa.

50. Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu[15]

Tafsir Ar Ruum Ayat 33-45

Ayat 33-36: Sifat-sifat manusia yang tercela.

وَإِذَا مَسَّ النَّاسَ ضُرٌّ دَعَوْا رَبَّهُمْ مُنِيبِينَ إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا أَذَاقَهُمْ مِنْهُ رَحْمَةً إِذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُونَ (٣٣) لِيَكْفُرُوا بِمَا آتَيْنَاهُمْ فَتَمَتَّعُوا فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ (٣٤) أَمْ أَنْزَلْنَا عَلَيْهِمْ سُلْطَانًا فَهُوَ يَتَكَلَّمُ بِمَا كَانُوا بِهِ يُشْرِكُونَ (٣٥) وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً فَرِحُوا بِهَا وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ إِذَا هُمْ يَقْنَطُونَ (٣٦)

Terjemah Surat Ar Ruum Ayat 33-36

33. [1]Dan apabila manusia ditimpa oleh suatu bahaya[2], mereka menyeru Tuhannya dengan kembali (bertobat) kepada-Nya[3], kemudian apabila Dia memberikan sedikit rahmat-Nya[4] kepada mereka, tiba-tiba sebagian mereka mempersekutukan Tuhannya[5],

34. Biarkan mereka mengingkari rahmat yang telah Kami berikan. Dan bersenang-senanglah kamu, maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu).

35. Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, yang menjelaskan (membenarkan) apa yang selalu mereka persekutukan dengan Tuhan[6]?

36. [7]Dan apabila Kami berikan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka bergembira dengan rahmat itu. Tetapi apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) karena kesalahan mereka sendiri, seketika itu mereka berputus asa (dari rahmat-Nya)[8].

Ayat 37-41: Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengatur pemberian rezeki dan penggunaannya, keutamaan infak dan sedekah untuk mencari keridhaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, penjelasan bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala Dialah Yang sendiri menciptakan alam semesta, dan penjelasan bahwa maksiat merupakan sebab kerusakan di bumi.

Tafsir Ar Ruum Ayat 17-32

Ayat 17-26: Perintah menyucikan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, bukti-bukti terhadap keberadaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, kekuasaan-Nya dan indahnya perbuatan-Nya di alam semesta.

فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ (١٧) وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ (١٨) يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِي الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذَلِكَ تُخْرَجُونَ (١٩) وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ إِذَا أَنْتُمْ بَشَرٌ تَنْتَشِرُونَ (٢٠) وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (٢١) وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ (٢٢)وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ (٢٣) وَمِنْ آيَاتِهِ يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَيُحْيِي بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (٢٤) وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ تَقُومَ السَّمَاءُ وَالأرْضُ بِأَمْرِهِ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةً مِنَ الأرْضِ إِذَا أَنْتُمْ تَخْرُجُونَ (٢٥) وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ كُلٌّ لَهُ قَانِتُونَ (٢٦)

 
Terjemah Surat Ar Ruum Ayat 17-26
17. [1]Maka bertasbihlah kepada Allah[2] pada petang hari dan pada pagi hari (waktu subuh),
 
18. Dan segala puji bagi-Nya baik di langit, di bumi[3], pada malam hari dan pada waktu waktu Zuhur (tengah hari).
 
19. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati[4] dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup[5] dan menghidupkan bumi setelah mati (kering)[6]. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)[7].
 
20. [8]Dan di antara tanda-tanda (kekuasaan)-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah[9], kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak[10].
 
21. Dan di antara tanda-tanda (kekuasaan)-Nya[11] ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri[12], agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang[13]. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir[14].
 
22. Dan di antara tanda-tanda (kekuasaan)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu dan warna kulitmu[15]. Sungguh, pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang mengetahui[16].
 
23. Dan di antara tanda-tanda (kekuasaan)-Nya[17] ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan[18].
 
24. Dan di antara tanda-tanda (kekuasaan)-Nya[19], Dia memperlihatkan kilat kepadamu untuk (menimbulkan) ketakutan[20] dan harapan[21], dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu dihidupkannya bumi setelah mati (kering). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mengerti[22].

Tafsir Ar Ruum Ayat 1-16

Surah Ar Ruum (Bangsa Romawi)

Surah ke-30. 60 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-7: Kebenaran berita Al Qur’an tentang peristiwa yang akan terjadi, berita kemenangan Bangsa Romawi terhadap Bangsa Persia yang musyrik.

الم (١) غُلِبَتِ الرُّومُ (٢) فِي أَدْنَى الأرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ (٣) فِي بِضْعِ سِنِينَ لِلَّهِ الأمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ (٤) بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ   (٥) وَعْدَ اللَّهِ لا يُخْلِفُ اللَّهُ وَعْدَهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ (٦) يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ (٧

1. Alif laam Miim.

2. Bangsa Romawi[1] telah dikalahkan[2],

3. di negeri yang terdekat[3] dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang[4],

4. dalam beberapa tahun lagi[5]. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan setelah (mereka menang)[6]. Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman[7],

5. karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Dia Mahaperkasa[8] lagi Maha Penyayang[9].

6. (Itulah) janji Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya[10], tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[11].

7. Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia[12]; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai[13].

Sabtu, 30 Maret 2013

Tafsir Al Ankabut Ayat 56-69

Ayat 56-63: Hijrah dari negeri kufur ke negeri iman ketika tidak dapat menjalankan ibadah dan ketaatan, kematian telah ditetapkan untuk makhluk yang hidup, dan bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala yang menanggung rezeki makhluk-makhluk-Nya.

يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ أَرْضِي وَاسِعَةٌ فَإِيَّايَ فَاعْبُدُونِ (٥٦)كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ (٥٧) وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَنُبَوِّئَنَّهُمْ مِنَ الْجَنَّةِ غُرَفًا تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ (٥٨) الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (٥٩) وَكَأَيِّنْ مِنْ دَابَّةٍ لا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (٦٠) وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَ (٦١) اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (٦٢) وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لا يَعْقِلُونَ (٦٣

Terjemah Surat Al Ankabut Ayat 56-63

56. [1]Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Sungguh, bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku (saja)[2].

57. Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.

58. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, sungguh, mereka akan Kami tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi (di dalam surga), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang yang berbuat kebajikan,

59. (yaitu) orang-orang yang bersabar[3] dan bertawakkal kepada Tuhannya[4].

60. Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri[5]. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu[6]. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui[7].

61. [8]Dan jika engkau bertanya kepada mereka[9], "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Pasti mereka akan menjawab, "Allah." Maka mengapa mereka bisa dipalingkan[10] (dari kebenaran).

Tafsir Al Ankabut Ayat 45-55

Juz 21

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ           (٤٥)

45. [1]Bacalah kitab (Al Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah shalat[2]. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji[3] dan mungkar[4]. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan[5].

Ayat 46-47: Cara berdebat dengan orang-orang non muslim, dan ajakan kepada mereka untuk mentauhidkan Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

وَلا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ وَقُولُوا آمَنَّا بِالَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَأُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَهُنَا وَإِلَهُكُمْ وَاحِدٌ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ (٤٦) وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ فَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَمِنْ هَؤُلاءِ مَنْ يُؤْمِنُ بِهِ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلا الْكَافِرُونَ (٤٧

Terjemah Surat Al Ankabut Ayat 46-47

46. Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang baik[6], kecuali dengan orang-orang yang zalim di antara mereka[7], dan katakanlah[8], "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu[9]; Tuhan kami dan Tuhan kamu satu[10]; dan hanya kepada-Nya kami berserah diri (taat)[11].”

47. Dan demikianlah Kami turunkan kitab (Al Quran)[12] kepadamu[13]. Adapun orang-orang yang telah Kami berikan kitab (Taurat dan Injil) mereka beriman kepadanya (Al Quran)[14], dan di antara mereka (orang-orang kafir Mekah) ada yang beriman kepadanya[15]. Dan hanya orang-orang kafir[16] yang mengingkari ayat-ayat Kami.