Tampilkan postingan dengan label Juz 18. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Juz 18. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Maret 2013

Tafsir Al Furqan Ayat 11-20

Ayat 11-16: Pendustaan orang-orang kafir kepada hari Kiamat, dan bahwa neraka sedang menanti mereka serta berbagai azab yang ada di dalam neraka.

بَلْ كَذَّبُوا بِالسَّاعَةِ وَأَعْتَدْنَا لِمَنْ كَذَّبَ بِالسَّاعَةِ سَعِيرًا (١١) إِذَا رَأَتْهُمْ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ سَمِعُوا لَهَا تَغَيُّظًا وَزَفِيرًا (١٢) وَإِذَا أُلْقُوا مِنْهَا مَكَانًا ضَيِّقًا مُقَرَّنِينَ دَعَوْا هُنَالِكَ ثُبُورًا (١٣) لا تَدْعُوا الْيَوْمَ ثُبُورًا وَاحِدًا وَادْعُوا ثُبُورًا كَثِيرًا (١٤) قُلْ أَذَلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ كَانَتْ لَهُمْ جَزَاءً وَمَصِيرًا (١٥) لَهُمْ فِيهَا مَا يَشَاءُونَ خَالِدِينَ كَانَ عَلَى رَبِّكَ وَعْدًا مَسْئُولا (١٦

Terjemah Surat Al Furqan Ayat 11-16

11. [1]Bahkan mereka mendustakan hari kiamat. Dan Kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari kiamat.

12. Apabila ia (neraka) melihat[2] mereka dari tempat yang jauh[3], mereka mendengar suaranya yang gemuruh karena marahnya[4].

13. Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu[5], mereka di sana berteriak mengharapkan kebinasaan[6].

14. (Akan dikatakan kepada mereka), "Jangan kamu sekalian mengharapkan pada hari ini satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang berulang-ulang[7].”

15. Katakanlah (Muhammad)[8], "Apakah (azab) seperti itu yang baik, atau surga yang kekal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa sebagai balasan, dan tempat kembali bagi mereka[9]?"

16. Bagi mereka segala yang mereka kehendaki di dalamnya (surga)[10], mereka kekal (di dalamnya). Itulah janji Tuhanmu yang pantas dimohonkan (kepada-Nya)[11].

Tafsir Al Furqan Ayat 1-10

Surah Al Furqaan (Pembeda)

Surah ke-25. 77 ayat. Makkiyyah

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-2: Pengagungan bagi Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan pujian bagi-Nya karena menurunkan Al Qur’an kepada hamba-Nya dan Rasul-Nya Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, serta ajakan untuk mentauhidkan Allah Subhaanahu wa Ta'aala yang memiliki kerajaan langit dan bumi.

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا (١) الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا (٢

Terjemah Surat Al Furqan Ayat 1-2

1. [1]Mahatinggi[2] Allah yang telah menurunkan Furqaan (Al Quran)[3] kepada hamba-Nya (Muhammad)[4], agar dia menjadi pemberi peringatan[5] kepada seluruh alam (jin dan manusia),

2. Yang memiliki kerajaan langit dan bumi[6], tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan(-Nya)[7], dan Dia menciptakan segala sesuatu[8], lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat[9].

Ayat 3-6: Menceritakan bagaimana orang-orang kafir menyekutukan Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan menyembah selain-Nya, bantahan terhadap pendustaan mereka kepada Al Qur’an serta tuduhan dusta mereka bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang mengada-adanya.

Tafsir An Nur Ayat 55-64

Ayat 55-57: Kekuasaan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh ketika mereka mengikuti ajaran Islam.

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (٥٥) وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (٥٦) لا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مُعْجِزِينَ فِي الأرْضِ وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ وَلَبِئْسَ الْمَصِيرُ (٥٧

Terjemah Surat An Nur Ayat 55-57

55. [1]Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi[2] sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa[3], dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai (Islam)[4]. Dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu[5], maka mereka itulah orang-orang yang fasik[6].

56. [7]Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Rasul (Muhammad), agar kamu[8] diberi rahmat[9].

57. Janganlah engkau mengira bahwa orang-orang yang kafir itu dapat luput dari siksaan Allah di bumi[10]; sedang tempat kembali mereka (di akhirat) adalah neraka. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali[11].

Ayat 58-61: Adab meminta izin, masuk ke rumah, pedoman pergaulan dalam rumah tangga dan syariat mengucapkan salam.

Tafsir An Nur Ayat 41-54

Ayat 41-45: Kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, fenomena keimanan dan petunjuk di alam semesta dimana semua makhluk melakukan tasbih, serta penjelasan tentang ‘kehidupan’ yang berasal dari satu materi, yaitu air.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلاتَهُ وَتَسْبِيحَهُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ (٤١) وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ (٤٢) أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلالِهِ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ جِبَالٍ فِيهَا مِنْ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُ عَنْ مَنْ يَشَاءُ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالأبْصَارِ (٤٣)يُقَلِّبُ اللَّهُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لأولِي الأبْصَارِ (٤٤)وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِنْ مَاءٍ فَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى بَطْنِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى رِجْلَيْنِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى أَرْبَعٍ يَخْلُقُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (٤٥

Terjemah Surat An Nur Ayat 41-45

41. [1]Tidaklah engkau (Muhammad) tahu bahwa kepada Allah-lah bertasbih apa yang ada di langit dan di bumi[2], dan juga burung yang mengembangkan sayapnya. Masing-masing sungguh telah mengetahui (cara) shalat dan tasbihnya[3]. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan[4].

42. [5]Dan milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi[6], dan hanya kepada Allah-lah kembali (seluruh makhluk)[7].

43. Tidakkah engkau melihat[8] bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya[9], dan Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang Dia kehendaki[10] dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan[11].

44. Allah mempergantikan malam dan siang[12]. Sungguh pada yang demikian itu, pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (yang tajam)[13].

45. Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air[14], maka sebagian ada yang berjalan di atas perutnya[15] dan sebagian berjalan dengan dua kaki[16], sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki[17]. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu[18].

Tafsir An Nur Ayat 32-40

Ayat 32-34: Anjuran menikah, peringatan terhadap zina dan perkara keji.

وَأَنْكِحُوا الأيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (٣٢) وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِينَ لا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّى يُغْنِيَهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَالَّذِينَ يَبْتَغُونَ الْكِتَابَ مِمَّا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوهُمْ إِنْ عَلِمْتُمْ فِيهِمْ خَيْرًا وَآتُوهُمْ مِنْ مَالِ اللَّهِ الَّذِي آتَاكُمْ وَلا تُكْرِهُوا فَتَيَاتِكُمْ عَلَى الْبِغَاءِ إِنْ أَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِتَبْتَغُوا عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَنْ يُكْرِهُّنَّ فَإِنَّ اللَّهَ مِنْ بَعْدِ إِكْرَاهِهِنَّ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٣٣) وَلَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ آيَاتٍ مُبَيِّنَاتٍ وَمَثَلا مِنَ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ           (٣٤)

Terjemah Surat An Nur Ayat 32-34

32. Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang[1] di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah)[2] dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya[3]. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui[4].

33. [5]Dan orang-orang yang tidak mampu menikah[6] hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya[7]. Dan jika hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian (kebebasan), hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka[8], jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu[9]. [10]Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi[11]. [12]Barang siapa memaksa mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa[13].

34. [14]Dan sungguh, Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penjelasan[15], dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu[16] dan sebagai nasehat[17] bagi orang-orang yang bertakwa[18].

Ayat 35-38: Allah Subhaanahu wa Ta'aala sebagai sumber cahaya di langit dan bumi serta pujian Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid-Nya.

Tafsir An Nur Ayat 23-31

Ayat 23-26: Perintah agar tidak bersumpah untuk meninggalkan perbuatan yang baik, bersihnya wanita salihah, dan bahwa balasan disesuaikan dengan ukuran amalan.

إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (٢٣) يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٢٤) يَوْمَئِذٍ يُوَفِّيهِمُ اللَّهُ دِينَهُمُ الْحَقَّ وَيَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ الْمُبِينُ (٢٥) الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ (٢٦

Terjemah Surat An Nur Ayat 23-26

23. [1]Sungguh, orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan baik-baik, yang lengah[2] lagi beriman (dengan tuduhan berzina), mereka dilaknat di dunia dan di akhirat[3], dan mereka akan mendapat azab yang besar[4],

24. Pada hari[5], (ketika) lidah, tangan dan kaki[6] mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

25. Pada hari itu, Allah menyempurnakan balasan yang sebenarnya bagi mereka[7], dan mereka tahu bahwa Allah Mahabenar[8] lagi Maha Menjelaskan.

26. Perempuan-perempuan yang keji[9] untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik[10], dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu[11] bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan[12] dan rezeki yang mulia (surga)[13].

Tafsir An Nur Ayat 11-22

Ayat 11-18: Tuduhan dusta kepada Aisyah Ummul mukminin radhiyallahu 'anha, sikap sebagian kaum muslimin, penjelasan tentang buruknya qadzaf dan menyebarkan berita dusta.

إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالإفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ لا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الإثْمِ وَالَّذِي تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ (١١) لَوْلا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَذَا إِفْكٌ مُبِينٌ (١٢) لَوْلا جَاءُوا عَلَيْهِ بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ فَإِذْ لَمْ يَأْتُوا بِالشُّهَدَاءِ فَأُولَئِكَ عِنْدَ اللَّهِ هُمُ الْكَاذِبُونَ (١٣) وَلَوْلا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ (١٤) إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ (١٥) وَلَوْلا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ قُلْتُمْ مَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَتَكَلَّمَ بِهَذَا سُبْحَانَكَ هَذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ (١٦) يَعِظُكُمُ اللَّهُ أَنْ تَعُودُوا لِمِثْلِهِ أَبَدًا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (١٧) وَيُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (١٨

Terjemah Surat An Nur Ayat 11-18

11. [1]Sesungguhnya orang yang membawa berita bohong itu[2] adalah dari golongan kamu juga[3]. Janganlah kamu mengira berita itu buruk bagi kamu bahkan itu baik bagi kamu[4]. Setiap orang dari mereka akan mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya[5]. Dan barang siapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya)[6], dia mendapat azab yang besar (pula).

12. [7]Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka[8] terhadap diri mereka sendiri[9] ketika kamu mendengar berita bohong itu dan berkata[10], "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata."

13. Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak datang membawa empat orang saksi[11]? Oleh karena mereka tidak membawa saksi-saksi, maka mereka itu dalam pandangan Allah orang-orang yang berdusta[12].

14. Dan seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar[13], disebabkan oleh pembicaraan kamu tentang hal itu (berita bohong itu).

15. (Ingatlah) ketika kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun[14], dan kamu menganggapnya remeh[15], padahal dalam pandangan Allah itu soal besar.

Tafsir An Nur Ayat 1-10

Surah An Nuur (Cahaya)

Surah ke-24. 64 ayat. Madaniyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-5: Penjelasan bahwa yang menetapkan syariat adalah Allah Subhaanahu wa Ta'aala, penjelasan hukum-hukum zina, qadzaf (menuduh) dan hukumannya.

سُورَةٌ أَنْزَلْنَاهَا وَفَرَضْنَاهَا وَأَنْزَلْنَا فِيهَا آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ   (١) الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (٢) الزَّانِي لا يَنْكِحُ إلا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لا يَنْكِحُهَا إِلا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ (٣) وَالَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوا بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ فَاجْلِدُوهُمْ ثَمَانِينَ جَلْدَةً وَلا تَقْبَلُوا لَهُمْ شَهَادَةً أَبَدًا وَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (٤) إِلا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ وَأَصْلَحُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٥

Terjemah Surat An Nur Ayat 1-5

1. (Inilah) suatu surah yang Kami turunkan[1] dan Kami wajibkan[2] (menjalankan hukum-hukumnya), dan Kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang jelas[3], agar kamu ingat[4].

2. [5]Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah[6] masing-masing dari keduanya seratus kali[7], dan janganlah rasa belas kasihan[8] kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.

3. [9]Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan perempuan musyrik; dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik[10]; dan yang demikian itu[11] diharamkan bagi orang-orang mukmin[12].

4. [13]Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik[14] (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi[15], maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali[16], dan janganlah kamu terima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Mereka itulah orang-orang yang fasik[17].

5. Kecuali mereka yang bertobat setelah itu[18] dan memperbaiki (amalnya)[19], maka sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al Mu’minun Ayat 99-118

Ayat 99-114: Di antara hal yang akan disaksikan ketika kematian datang, sekilas tentang kehidupan alam barzakh, peristiwa-peristiwa pada hari Kiamat dan kedahsyatannya, dan terputusnya hubungan nasab antara manusia.

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (٩٩) لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (١٠٠) فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلا أَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلا يَتَسَاءَلُونَ (١٠١) فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (١٠٢) وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ (١٠٣) تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَالِحُونَ (١٠٤) أَلَمْ تَكُنْ آيَاتِي تُتْلَى عَلَيْكُمْ فَكُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُونَ    (١٠٥) قَالُوا رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَالِّينَ (١٠٦) رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْهَا فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَالِمُونَ (١٠٧)قَالَ اخْسَئُوا فِيهَا وَلا تُكَلِّمُونِ (١٠٨) إِنَّهُ كَانَ فَرِيقٌ مِنْ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ (١٠٩)فَاتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّا حَتَّى أَنْسَوْكُمْ ذِكْرِي وَكُنْتُمْ مِنْهُمْ تَضْحَكُونَ  (١١٠) إِنِّي جَزَيْتُهُمُ الْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوا أَنَّهُمْ هُمُ الْفَائِزُونَ (١١١) قَالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الأرْضِ عَدَدَ سِنِينَ (١١٢) قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَاسْأَلِ الْعَادِّينَ (١١٣) قَالَ إِنْ لَبِثْتُمْ إِلا قَلِيلا لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (١١٤

Terjemah Surat Al Mu’minun Ayat 99-114

99. [1](Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka[2], Dia berkata, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia)[3],

100. Agar aku dapat berbuat amal saleh yang telah aku tinggalkan[4]. Sekali-kali tidak[5]! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja[6]. Dan di hadapan mereka ada barzakh (dinding)[7] sampal pada hari mereka dibangkitkan.

101. Apabila sangkakala ditiup[8], maka tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada hari itu[9] (hari kiamat), dan tidak ada pula mereka saling bertanya[10].

102. [11]Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan)nya[12], maka mereka itulah orang-orang yang beruntung[13].

103. Dan barang siapa yang ringan timbangan (kebaikan)nya[14], maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam[15].

104. Wajah mereka dibakar api neraka[16], dan mereka di neraka itu dalam keadaan muram dengan bibir yang cacat.

Tafsir Al Mu’minun Ayat 78-98

Ayat 78-92: Penjelasan tentang kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, nikmat-nikmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya, dalil-dalil yang menunjukkan adanya kebangkitan di akhirat cukup banyak, namun orang-orang kafir tetap saja mengingkarinya, dalil-dalil di alam semesta yang menunjukkan keberadaan-Nya, dan bahwa Dia tidak mempunyai sekutu maupun anak, serta penjelasan pengetahuan-Nya terhadap yang gaib.

وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ قَلِيلا مَا تَشْكُرُونَ    (٧٨) وَهُوَ الَّذِي ذَرَأَكُمْ فِي الأرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ    (٧٩) وَهُوَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ وَلَهُ اخْتِلافُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ أَفَلا تَعْقِلُونَ (٨٠) بَلْ قَالُوا مِثْلَ مَا قَالَ الأوَّلُونَ (٨١) قَالُوا أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَئِنَّا لَمَبْعُوثُونَ (٨٢) لَقَدْ وُعِدْنَا نَحْنُ وَآبَاؤُنَا هَذَا مِنْ قَبْلُ إِنْ هَذَا إِلا أَسَاطِيرُ الأوَّلِينَ (٨٣) قُلْ لِمَنِ الأرْضُ وَمَنْ فِيهَا إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٨٤) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلا تَذَكَّرُونَ (٨٥) قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (٨٦) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلا تَتَّقُونَ (٨٧) قُلْ مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلا يُجَارُ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ       (٨٨) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ فَأَنَّى تُسْحَرُونَ (٨٩) بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِالْحَقِّ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ (٩٠) مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَهٍ إِذًا لَذَهَبَ كُلُّ إِلَهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلا بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ (٩١) عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ (٩٢

Tafsir Surat Al Mu’minun Ayat 78-92

78. [1]Dan Dialah yang telah menciptakan bagimu pendengaran[2], penglihatan[3], dan hati nurani[4]. Tetapi sedikit sekali kamu bersyukur[5].

79. Dan Dialah yang menciptakan dan mengembangbiakkan kamu di bumi[6] dan kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan[7].

80. Dan Dialah yang menghidupkan[8] dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pergantian malam dan siang[9]. Tidakkah kamu mengerti[10]?

81. [11]Bahkan mereka mengucapkan perkataan yang serupa dengan apa yang diucapkan oleh orang-orang terdahulu.

82. Mereka berkata, "Apakah betul, apabila Kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan kembali[12]?

83. Sungguh, yang demikian ini[13] sudah dijanjikan kepada kami dan kepada nenek moyang kami[14] sejak dahulu, ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu![15]"

Tafsir Al Mu’minun Ayat 62-77

Ayat 62-77: Penjelasan keadaan kaum musyrik yang mendustakan dan berpaling dari iman serta terus-menerus di atas kekafiran, sebab mereka bersikap seperti itu, dan azab yang diancamkan kepada mereka.

وَلا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا وَلَدَيْنَا كِتَابٌ يَنْطِقُ بِالْحَقِّ وَهُمْ لا يُظْلَمُونَ (٦٢) بَلْ قُلُوبُهُمْ فِي غَمْرَةٍ مِنْ هَذَا وَلَهُمْ أَعْمَالٌ مِنْ دُونِ ذَلِكَ هُمْ لَهَا عَامِلُونَ (٦٣) حَتَّى إِذَا أَخَذْنَا مُتْرَفِيهِمْ بِالْعَذَابِ إِذَا هُمْ يَجْأَرُونَ (٦٤) لا تَجْأَرُوا الْيَوْمَ إِنَّكُمْ مِنَّا لا تُنْصَرُونَ (٦٥) قَدْ كَانَتْ آيَاتِي تُتْلَى عَلَيْكُمْ فَكُنْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ تَنْكِصُونَ (٦٦)مُسْتَكْبِرِينَ بِهِ سَامِرًا تَهْجُرُونَ (٦٧) أَفَلَمْ يَدَّبَّرُوا الْقَوْلَ أَمْ جَاءَهُمْ مَا لَمْ يَأْتِ آبَاءَهُمُ الأوَّلِينَ (٦٨) أَمْ لَمْ يَعْرِفُوا رَسُولَهُمْ فَهُمْ لَهُ مُنْكِرُونَ (٦٩) أَمْ يَقُولُونَ بِهِ جِنَّةٌ بَلْ جَاءَهُمْ بِالْحَقِّ وَأَكْثَرُهُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ (٧٠)وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ  (٧١) أَمْ تَسْأَلُهُمْ خَرْجًا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ (٧٢) وَإِنَّكَ لَتَدْعُوهُمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (٧٣) وَإِنَّ الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ عَنِ الصِّرَاطِ لَنَاكِبُونَ (٧٤)وَلَوْ رَحِمْنَاهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِمْ مِنْ ضُرٍّ لَلَجُّوا فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ (٧٥)وَلَقَدْ أَخَذْنَاهُمْ بِالْعَذَابِ فَمَا اسْتَكَانُوا لِرَبِّهِمْ وَمَا يَتَضَرَّعُونَ (٧٦) حَتَّى إِذَا فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَابًا ذَا عَذَابٍ شَدِيدٍ إِذَا هُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ           (٧٧)

Terjemah Surat Al Mu’minun Ayat 62-77

62. [1]Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya[2], dan pada sisi Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya[3], dan mereka tidak dizalimi (dirugikan)[4].

63. [5]Tetapi, hati mereka (orang-orang kafir) itu dalam kebodohan dari (memahami Al Qur’an) ini, dan mereka mempunyai (kebiasaan banyak mengerjakan) perbuatan-perbuatan lain (buruk) yang terus mereka kerjakan[6].

64. Sehingga apabila Kami timpakan siksaan[7] kepada orang-orang yang hidup bermewah-mewah di antara mereka[8], seketika itu mereka berteriak-teriak meminta tolong.

65. Janganlah kamu berteriak-teriak meminta tolong pada hari ini! Sungguh, kamu tidak akan mendapat pertolongan dari kami.

66. [9]Sungguh, ayat-ayat-Ku (Al Qur’an) selalu dibacakan kepada kamu[10], tetapi kamu selalu berpaling ke belakang[11],

Tafsir Al Mu’minun Ayat 51-61

Ayat 51-61: Agama yang dibawa para nabi adalah satu, yaitu Islam, hawa nafsu memecah belah manusia, para nabi adalah panutan bagi manusia, serta penjelasan ujian bagi manusia dan keadaan kaum mukmin.

يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ (٥١) وَإِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ (٥٢)فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُرًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ (٥٣)فَذَرْهُمْ فِي غَمْرَتِهِمْ حَتَّى حِينٍ (٥٤) أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ (٥٥) نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَل لا يَشْعُرُونَ (٥٦)إِنَّ الَّذِينَ هُمْ مِنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ (٥٧) وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ (٥٨) وَالَّذِينَ هُمْ بِرَبِّهِمْ لا يُشْرِكُونَ (٥٩) وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ (٦٠) أُولَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ (٦١

Terjemah Surat Al Mu’minun Ayat 51-61

51. [1]Allah berfirman, “Wahai para rasul! Makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal saleh[2]. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan[3].

52. Dan[4] sungguh, (agama Tauhid/Islam) inilah agama kamu semua[5], agama yang satu[6], dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku[7].

53. Kemudian mereka terpecah belah dalam urusan (agama)nya menjadi beberapa golongan[8]. Setiap golongan (merasa) bangga dengan apa yang ada pada mereka (masing-masing)[9].

54. Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya[10] sampai waktu yang ditentukan[11].

55. Apakah mereka mengira bahwa Kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu (berarti bahwa),

Tafsir Al Mu’minun Ayat 42-50

Ayat 42-44: Sunnatullah pada manusia dalam pengutusan para rasul, peringatan kepada manusia dan hukuman bagi orang-orang yang mendustakan.

ثُمَّ أَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قُرُونًا آخَرِينَ (٤٢) مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُونَ (٤٣) ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَا كُلَّ مَا جَاءَ أُمَّةً رَسُولُهَا كَذَّبُوهُ فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُمْ بَعْضًا وَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ فَبُعْدًا لِقَوْمٍ لا يُؤْمِنُونَ (٤٤

Terjemah Surat Al Mu’minun Ayat 42-44

42. Kemudian setelah mereka Kami ciptakan umat-umat yang lain[1].

43. Tidak ada satu umat pun yang dapat menyegerakan ajalnya[2], dan tidak (pula) menangguhkannya.

44. Kemudian, Kami utus rasul-rasul Kami berturut-turut[3]. Setiap kali seorang rasul datang kepada suatu umat, mereka mendustakannya[4], maka Kami silihgantikan sebagian mereka dengan sebagian yang lain[5] (dalam kebinasaan). Dan Kami jadikan mereka bahan cerita (bagi manusia)[6]. Maka binasalah bagi kaum yang tidak beriman[7].

Ayat 45-50: Menyebutkan secara garis besar kisah Nabi Musa ‘alaihis salam, pendustaan Fir’aun dan kaumnya kepadanya, selanjutnya menyebutkan secara garis besar penciptaan Nabi Isa ‘alaihis salam dan bahwa pada penciptaan Nabi Isa ‘alaihis salam juga terdapat dalil terhadap kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

Tafsir Al Mu’minun Ayat 22-41

Ayat 23-30: Penguatan prinsip Aqidah di sela-sela menceritakan kisah para rasul seperti pada kisah Nabi Nuh ‘alaihis salam bersama kaumnya.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلا تَتَّقُونَ (٢٣) فَقَالَ الْمَلأ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا هَذَا إِلا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُرِيدُ أَنْ يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لأنْزَلَ مَلائِكَةً مَا سَمِعْنَا بِهَذَا فِي آبَائِنَا الأوَّلِينَ (٢٤) إِنْ هُوَ إِلا رَجُلٌ بِهِ جِنَّةٌ فَتَرَبَّصُوا بِهِ حَتَّى حِينٍ (٢٥) قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي بِمَا كَذَّبُونِ (٢٦)فَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ أَنِ اصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا فَإِذَا جَاءَ أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ فَاسْلُكْ فِيهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ مِنْهُمْ وَلا تُخَاطِبْنِي فِي الَّذِينَ ظَلَمُوا إِنَّهُمْ مُغْرَقُونَ (٢٧) فَإِذَا اسْتَوَيْتَ أَنْتَ وَمَنْ مَعَكَ عَلَى الْفُلْكِ فَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي نَجَّانَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ (٢٨) وَقُلْ رَبِّ أَنْزِلْنِي مُنْزَلا مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ (٢٩) إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ وَإِنْ كُنَّا لَمُبْتَلِينَ (٣٠

Terjemah Surat Al Mu’minun Ayat 23-30

23. [1]Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, (karena) tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) bagimu selain Dia[2]. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)[3]?"

24. Maka berkatalah para pemuka orang kafir dari kaumnya[4], "Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang ingin menjadi orang yang lebih mulia daripada kamu[5]. Dan seandainya Allah menghendaki, tentu Dia mengutus malaikat[6]. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini[7] pada masa nenek moyang kami dahulu.

25. Ia hanyalah seorang laki-laki yang gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai waktu tertentu[8]."

26. [9]Dia (Nuh) berdoa, "Ya Tuhanku, tolonglah aku[10], karena mereka mendustakan aku."

27. Lalu Kami wahyukan kepadanya, "Buatlah kapal[11] di bawah pengawasan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami datang[12] dan tanur[13] telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam kapal itu sepasang-pasang[14] dari setiap jenis, juga keluargamu[15], kecuali orang yang lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa siksaan) di antara mereka[16]. Dan janganlah engkau bicarakan dengan-Ku tentang orang-orang yang zalim[17], sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan[18].

28. Dan apabila engkau dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas kapal, maka ucapkanlah, "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim[19]."

29. Dan berdoalah[20], “Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat."

30. Sungguh, pada (kejadian) itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasan Allah)[21]; dan sesungguhnya Kami benar-benar menimpakan siksaan (kepada kaum Nuh itu).

Tafsir Al Mu’minun Ayat 12-22

Ayat 12-16: Perkembangan kejadian manusia dan kehidupannya yang merupakan bukti dan dalil terhadap kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, dan bahwa Dia berkuasa membangkitkan manusia setelah mati.

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ سُلالَةٍ مِنْ طِينٍ (١٢) ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ (١٣) ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ (١٤) ثُمَّ إِنَّكُمْ بَعْدَ ذَلِكَ لَمَيِّتُونَ (١٥)ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ (١٦

Terjemah Surat Al Mu’minun Ayat 12-16

12. [1]Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia[2] dari saripati (berasal) dari tanah[3].

13. Kemudian Kami menjadikannya[4] air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)[5].

14. Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat[6], lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging[7], dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain[8]. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik[9].

15. Kemudian setelah itu[10], sungguh kamu pasti mati.

16. Kemudian, sungguh kamu akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari kiamat[11].

Ayat 17-22: Dalil lain yang menunjukkan kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan penjelasan tentang nikmat-nikmat-Nya kepada manusia.

Tafsir Al Mu’minun Ayat 1-11

Juz 18

Surah Al Mu’minun (Orang-orang mukmin)

Surah ke-23. 118 ayat. Makkiyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-11: Keberuntungan orang-orang mukmin, sifat-sifat yang menjadikan mereka beruntung dan masuk ke surga yang paling tinggi.

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (١) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ (٢) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (٣) وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ (٤)وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (٥) إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (٦) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (٧) وَالَّذِينَ هُمْ لأمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (٨) وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (٩) أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ (١٠) الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (١١

Terjemah Surat Al Mu’minun Ayat 1-11

1.[1]Sungguh beruntung[2] orang-orang yang beriman[3],

2. (yaitu) orang yang khusyu'[4] dalam shalatnya,

3. dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna[5],

4. dan orang yang menunaikan zakat[6],

5. dan orang yang memelihara kemaluannya[7],

6. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki[8]; maka sesungguhnya mereka tidak terceIa[9].