Tampilkan postingan dengan label Juz 26. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Juz 26. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 April 2013

Tafsir Adz Dzaariyat Ayat 15-30

Ayat 15-23: Membicarakan tentang orang-orang yang bertakwa, sifat dan balasan untuk mereka, dan peringatan aar memperhatikan ayat-ayat Allah yang ada pada makhluk-Nya.

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (١٥) آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ (١٦) كَانُوا قَلِيلا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ   (١٧) وَبِالأسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (١٨) وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ (١٩) وَفِي الأرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ (٢٠) وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلا تُبْصِرُونَ (٢١) وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ (٢٢) فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَالأرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّ مِثْلَ مَا أَنَّكُمْ تَنْطِقُونَ (٢٣)

 Terjemah Surat Adz Dzaariyat Ayat 15-23

15. [1]Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa[2] berada di dalam taman-taman (surga)[3] dan mata air,

16. mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka[4]. Sesungguhnya mereka sebelum itu[5] (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik[6];

17. Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam[7];

18. dan pada akhir malam[8] mereka memohon ampunan (kepada Allah)[9].

19. Dan pada harta benda mereka ada hak[10] untuk orang miskin yang meminta, dan orang miskin yang tidak meminta[11].

20. [12]Dan di bumi itu[13] terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah)[14] bagi orang-orang yang yakin,

21. dan (juga) pada dirimu sendiri[15]. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

22. Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu[16] dan apa yang dijanjikan kepadamu[17].

23. [18]Maka demi Tuhan langit dan bumi, sungguh, apa yang dijanjikan itu pasti terjadi seperti apa yang kamu ucapkan[19].

Tafsir Adz Dzaariyat Ayat 1-14

Surah Adz Dzaariyat (Angin Yang Menerbangkan)

Surah ke-51. 60 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-6: Sumpah Allah Subhaanahu wa Ta'aala untuk menerangkan bahwa kebangkitan, pengumpulan manusia di padang mahsyar dan pembalasan adalah benar dan pasti terjadi.

  وَالذَّارِيَاتِ ذَرْوًا (١) فَالْحَامِلاتِ وِقْرًا (٢) فَالْجَارِيَاتِ يُسْرًا (٣)فَالْمُقَسِّمَاتِ أَمْرًا (٤) إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَصَادِقٌ (٥) وَإِنَّ الدِّينَ لَوَاقِعٌ  (٦)

Terjemah Surat Adz Dzaariyat Ayat 1-6

1. [1]Demi (angin) yang menerbangkan debu,

2. dan awan yang mengandung hujan[2],

3. dan (kapal-kapal) yang berlayar dengan mudah[3],

4. dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan[4],

5. sungguh, apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar,

6. dan sungguh, (hari) pembalasan[5] pasti terjadi,

Tafsir Qaaf Ayat 36-45

Ayat 36-45: Ancaman terhadap orang-orang yang mengingkari hari berbangkit, perintah mengambil pelajaran dari umat-umat terdahulu, perintah memperhatikan agungnya tindakan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, dorongan untuk dzikrullah, dan bahwa Al Qur’an merupakan nasihat dan bimbingan.

 

وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَشَدُّ مِنْهُمْ بَطْشًا فَنَقَّبُوا فِي الْبِلادِ هَلْ مِنْ مَحِيصٍ (٣٦) إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ (٣٧) وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِنْ لُغُوبٍ (٣٨) فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ (٣٩)وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَدْبَارَ السُّجُودِ (٤٠) وَاسْتَمِعْ يَوْمَ يُنَادِ الْمُنَادِ مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍ (٤١) يَوْمَ يَسْمَعُونَ الصَّيْحَةَ بِالْحَقِّ ذَلِكَ يَوْمُ الْخُرُوجِ (٤٢) إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَإِلَيْنَا الْمَصِيرُ (٤٣) يَوْمَ تَشَقَّقُ الأرْضُ عَنْهُمْ سِرَاعًا ذَلِكَ حَشْرٌ عَلَيْنَا يَسِيرٌ (٤٤) نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِجَبَّارٍ فَذَكِّرْ بِالْقُرْآنِ مَنْ يَخَافُ وَعِيدِ (٤٥)

Terjemah Surat Qaaf Ayat 36-45

36. [1]Dan betapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka[2], (padahal) mereka lebih hebat kekuatannya daripada mereka (umat yang belakangan) ini. Mereka pernah menjelajah di beberapa negeri[3]. Adakah tempat pelarian (dari kebinasaan bagi mereka)[4]?

37. Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya[5].

38. [6]Dan sungguh, Kami telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari[7], dan Kami tidak merasa letih sedikit pun[8].

39. Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan[9], dan bertasbihlah[10] dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit[11] dan sebelum terbenam[12].

40. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada malam hari[13] dan setiap selesai shalat[14].

41. Dan dengarkanlah (seruan) pada hari ketika penyeru (malaikat)[15] menyeru dari tempat yang dekat[16].

Tafsir Qaaf Ayat 16-35

Ayat 16-19: Gerak-gerik manusia dan perkataannya dicatat oleh para malaikat.

  وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ (١٦) إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ (١٧) مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ (١٨) وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيدُ (١٩)

Terjemah Surat Qaaf Ayat 16-19

16. [1]Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.

17. (Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan[2] dan yang lain di sebelah kiri[3].

18. Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)[4].

19. Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya[5]. Itulah yang dahulu hendak kamu hindari.

Tafsir Qaaf Ayat 1-15

Surah Qaaf

Surah ke-50. 45 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-11: Pengingkaran kaum musyrik terhadap kenabian Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan hari berbangkit, dan bahwa kejadian-kejadian di alam membuktikan kebenaran adanya hari berbangkit.

  ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ (١) بَلْ عَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ فَقَالَ الْكَافِرُونَ هَذَا شَيْءٌ عَجِيبٌ (٢) أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا ذَلِكَ رَجْعٌ بَعِيدٌ (٣) قَدْ عَلِمْنَا مَا تَنْقُصُ الأرْضُ مِنْهُمْ وَعِنْدَنَا كِتَابٌ حَفِيظٌ   (٤) بَلْ كَذَّبُوا بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ فَهُمْ فِي أَمْرٍ مَرِيجٍ (٥) أَفَلَمْ يَنْظُرُوا إِلَى السَّمَاءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنَاهَا وَزَيَّنَّاهَا وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوجٍ  (٦) وَالأرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ (٧) تَبْصِرَةً وَذِكْرَى لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍ (٨) وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ (٩) وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَهَا طَلْعٌ نَضِيدٌ (١٠) رِزْقًا لِلْعِبَادِ وَأَحْيَيْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا كَذَلِكَ الْخُرُوجُ (١١)

1. [1]Qaaf. Demi Al Quran yang mulia.

2. (Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka[2] tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri[3], maka berkatalah orang-orang kafir[4], "Ini adalah suatu yang sangat ajaib[5].”

3. [6]Apakah apabila Kami telah mati dan sudah menjadi tanah (akan kembali lagi)? Itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin[7].

4. Sungguh, Kami telah mengetahui apa yang ditelan bumi dari (tubuh-tubuh) mereka, sebab pada Kami ada kitab (catatan) yang terpelihara baik (Al Lauhul Mahfuzh)[8].

5. [9]Bahkan mereka telah mendustakan kebenaran ketika (kebenaran itu) datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau[10].

6. [11]Maka tidakkah mereka[12] memperhatikan langit yang ada di atas mereka[13], bagaimana cara Kami membangunnya[14] dan menghiasinya[15], dan tidak terdapat retak-retak sedikit pun?

7. Dan bumi yang Kami hamparkan[16] dan Kami pancangkan di atasnya gunung-gunung yang kokoh, dan Kami tumbuhkan di atasnya tanam-tanaman yang indah[17],

8. untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi setiap hamba yang kembali (tunduk Allah)[18].

9. Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah lalu Kami tumbuhkan dengan (air itu) pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen,

10. dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun,

11. (sebagai) rezeki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan (air itu) negeri yang mati (tandus)[19]. Seperti itulah terjadinya kebangkitan (dari kubur)[20].

Tafsir Al Hujuraat Ayat 12-18

Ayat 12-13: Peringatan terhadap sikap tajassus (memata-matai), berkhianat dan membuka rahasia kaum muslimin, larangan ghibah, dan bahwa manusia yang paling mulia di hadapan Allah Subhaanahu wa Ta'aala adalah orang yang paling bertakwa.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ (١٢) يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (١٣)

 Terjemah Surat Al Hujuraat Ayat 12-13

12. [1]Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka (kecurigaan), sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa[2], dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain[3], dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain[4]. [5]Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik[6]. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang[7].

13. [8]Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal[9]. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti[10].

Tafsir Al Hujuraat Ayat 1-11

Surah Al Hujuraat (Kamar-Kamar)

Surah ke-49. 18 ayat. Madaniyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-5: Tatakrama terhadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (١) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنْتُمْ لا تَشْعُرُونَ (٢) إِنَّ الَّذِينَ يَغُضُّونَ أَصْوَاتَهُمْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ أُولَئِكَ الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَى لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ (٣) إِنَّ الَّذِينَ يُنَادُونَكَ مِنْ وَرَاءِ الْحُجُرَاتِ أَكْثَرُهُمْ لا يَعْقِلُونَ (٤) وَلَوْ أَنَّهُمْ صَبَرُوا حَتَّى تَخْرُجَ إِلَيْهِمْ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٥)

Terjemah Surat Al Hujuraat Ayat 1-5

1. [1] [2]Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya[3], dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar[4] lagi Maha Mengetahui[5].

2. [6] [7]Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu[8] melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap yang lain, nanti (pahala) segala amalmu bisa terhapus[9] sedangkan kamu tidak menyadari.

3. [10]Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa. Mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

4. [11]Sesungguhnya orang-orang yang memanggil engkau (Muhamad) dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.

5. Dan jika sekiranya mereka bersabar sampai kamu keluar menemui mereka. Sesungguhnya hal itu lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang[12].

Tafsir Al Fath Ayat 24-29

Ayat 25-26: Pembicaraan akhir tentang Bai’aturridhwan, kabar gembira terhadap akan terwujudnya mimpi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu akan memasuki Masjidilharam dengan aman.

  هُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَالْهَدْيَ مَعْكُوفًا أَنْ يَبْلُغَ مَحِلَّهُ وَلَوْلا رِجَالٌ مُؤْمِنُونَ وَنِسَاءٌ مُؤْمِنَاتٌ لَمْ تَعْلَمُوهُمْ أَنْ تَطَئُوهُمْ فَتُصِيبَكُمْ مِنْهُمْ مَعَرَّةٌ بِغَيْرِ عِلْمٍ لِيُدْخِلَ اللَّهُ فِي رَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ لَوْ تَزَيَّلُوا لَعَذَّبْنَا الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (٢٥) إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَى رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوَى وَكَانُوا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا (٢٦)

Terjemah Surat Al Fath Ayat 25-26

25. [1]Merekalah orang-orang kafir yang menghalang-halangi kamu (masuk) Masjidilharam dan menghambat hewan-hewan kurban sampai ke tempat (penyembelihan)nya. Dan kalau bukanlah karena ada beberapa orang beriman laki-laki dan perempuan yang tidak kamu ketahui[2], tentulah kamu akan membunuh mereka[3] yang menyebabkan kamu ditimpa kesulitan[4] tanpa kamu sadari; karena Allah hendak memasukkan siapa yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya. Sekiranya mereka terpisah[5], tentu Kami akan mengazab orang-orang yang kafir di antara mereka dengan azab yang pedih[6].

26. Ketika orang-orang yang kafir menanamkan kesombongan dalam hati mereka (yaitu) kesombongan jahiliyah[7], maka Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin[8], dan (Allah) mewajibkan kepada mereka tetap taat menjalankan kalimat-takwa[9], dan mereka lebih berhak dengan itu dan patut memilikinya[10]. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tafsir Al Fath Ayat 10-24

Ayat 10-13: Keutamaan orang-orang yang membai’at Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam Bai’aturridhwan, membuka kedok kaum munafik dan bagaimana mereka bersangka buruk kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

  إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَى نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا (١٠) سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ الأعْرَابِ شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا بَلْ كَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا (١١) بَلْ ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَنْقَلِبَ الرَّسُولُ وَالْمُؤْمِنُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ أَبَدًا وَزُيِّنَ ذَلِكَ فِي قُلُوبِكُمْ وَظَنَنْتُمْ ظَنَّ السَّوْءِ وَكُنْتُمْ قَوْمًا بُورًا (١٢) وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ فَإِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَعِيرًا (١٣)

Terjemah Surat Al Fath Ayat 10-13

10. Bahwa orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad)[1], sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Allah[2]. Tangan Allah di atas tangan-tangan mereka[3], maka barang siapa melanggar janji, maka sesungguhnya dia melanggar atas janji sendiri[4]; dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah, maka Dia akan memberinya pahala yang besar[5].

11. [6]Orang-orang Badui[7] yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan berkata, "Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami[8], maka mohonkanlah ampunan untuk kami.” Mereka mengucapkan sesuatu dengan mulutnya apa yang tidak ada dalam hatinya[9]. Katakanlah, "Maka siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki bencana terhadap kamu atau jika Dia menghendaki keuntungan bagimu? Sungguh, Allah Mahateliti dengan apa yang kamu kerjakan.”

12. Bahkan (semula) kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin sekali-kali tidak akan kembali lagi kepada keluarga mereka selamanya[10], dan dijadikan terasa indah yang demikian itu di dalam hatimu, dan kamu telah berprasangka dengan prasangka yang buruk, karena itu kamu menjadi kaum yang binasa.

13. Dan barang siapa tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu neraka yang menyala-nyala.

Tafsir Al Fath Ayat 1-9

Surah Al Fath (Kemenangan)

Surah ke-48. 29 ayat. Madaniyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-4: Perdamaian Hudaibiyah adalah suatu kemenangan yang besar bagi kaum muslimin, kabar gembira kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan kaum mukmin dengan ampunan dan ketenangan jiwa.

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا (١) لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا (٢)وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ نَصْرًا عَزِيزًا (٣)هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا (٤)

Terjemah Surat Al Fath Ayat 1-4

1. [1]Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata[2].

2. Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya[3] atasmu dan menunjukimu ke jalan yang lurus[4],

3. dan agar Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak)[5].

4. [6]Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada)[7]. Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi[8], dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.

Tafsir Muhammad Ayat 25-38

Ayat 25-29: Membuka kedok kaum munafik, persekongkokalan mereka dengan orang-orang Yahudi dan ancaman azab bagi mereka.

إِنَّ الَّذِينَ ارْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى الشَّيْطَانُ سَوَّلَ لَهُمْ وَأَمْلَى لَهُمْ (٢٥) ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لِلَّذِينَ كَرِهُوا مَا نَزَّلَ اللَّهُ سَنُطِيعُكُمْ فِي بَعْضِ الأمْرِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِسْرَارَهُمْ (٢٦) فَكَيْفَ إِذَا تَوَفَّتْهُمُ الْمَلائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ (٢٧) ذَلِكَ بِأَنَّهُمُ اتَّبَعُوا مَا أَسْخَطَ اللَّهَ وَكَرِهُوا رِضْوَانَهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ (٢٨)أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَنْ لَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُمْ (٢٩)

Terjemah Surat Muhammad Ayat 25-29

25. [1]Sesungguhnya orang-orang yang berbalik kepada (kepada kekafiran) setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, setanlah yang merayu mereka (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka.

26. Yang demikian itu[2], karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) telah mengatakan kepada orang-orang (Yahudi) yang tidak senang kepada apa yang diturunkan Allah[3], "Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan[4],” tetapi Allah mengetahui rahasia mereka[5].

27. Maka bagaimana (nasib mereka) apabila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka, memukul wajah dan punggung mereka[6]?

28. Yang demikian itu[7], karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah[8] dan membenci apa yang menimbulkan keridhaan-Nya, sebab itu Allah menghapus segala amal mereka[9].

29. Atau apakah orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit[10] mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka[11]?

Tafsir Muhammad Ayat 12-24

Ayat 12-15: Keadaan orang-orang mukmin dan kenikmatan yang mereka peroleh di surga, dan keadaan orang-orang kafir di neraka.

إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الأنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ (١٢) وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ هِيَ أَشَدُّ قُوَّةً مِنْ قَرْيَتِكَ الَّتِي أَخْرَجَتْكَ أَهْلَكْنَاهُمْ فَلا نَاصِرَ لَهُمْ (١٣) أَفَمَنْ كَانَ عَلَى بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّهِ كَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ (١٤) مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ (١٥)

Terjemah Surat Muhammad Ayat 12-15 

12. [1]Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir menikmati kesenangan (di dunia), dan mereka makan seperti hewan makan[2]; dan (kelak) nerakalah tempat tinggal bagi mereka.

13. Dan betapa banyak negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu[3]. Kami telah membinasakan mereka; maka tidak ada seorang pun yang menolong mereka[4].

14. Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya[5] sama dengan orang yang dijadikan terasa indah baginya perbuatan buruknya dan mengikuti hawa nafsunya[6]?

15. Perumpamaan[7] surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa[8]; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau[9], sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya[10], sungai-sungai dari khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya[11], dan sungai-sungai madu yang murni[12]. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan[13], dan ampunan dari Tuhan mereka[14]. Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih, sehingga ususnya terpotong-potong[15]?

Tafsir Muhammad Ayat 1-11

Surah Muhammad (Nabi Muhammad)

Surah ke-47. 38 ayat. Madaniyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-6: Pengumuman perang dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada musuh-musuh-Nya, penjelasan tentang hukum para tawanan perang, dan balasan untuk para syuhada’.

  الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ أَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ (١) وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَآمَنُوا بِمَا نُزِّلَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَهُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَأَصْلَحَ بَالَهُمْ (٢) ذَلِكَ بِأَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا اتَّبَعُوا الْبَاطِلَ وَأَنَّ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّبَعُوا الْحَقَّ مِنْ رَبِّهِمْ كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ لِلنَّاسِ أَمْثَالَهُمْ (٣) فَإِذا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَضَرْبَ الرِّقَابِ حَتَّى إِذَا أَثْخَنْتُمُوهُمْ فَشُدُّوا الْوَثَاقَ فَإِمَّا مَنًّا بَعْدُ وَإِمَّا فِدَاءً حَتَّى تَضَعَ الْحَرْبُ أَوْزَارَهَا ذَلِكَ وَلَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لانْتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَكِنْ لِيَبْلُوَ بَعْضَكُمْ بِبَعْضٍ وَالَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَلَنْ يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْ  (٤) سَيَهْدِيهِمْ وَيُصْلِحُ بَالَهُمْ (٥) وَيُدْخِلُهُمُ الْجَنَّةَ عَرَّفَهَا لَهُمْ (٦)

 

Terjemah Surat Muhammad Ayat 1-6

1. [1]Orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah[2], Allah menghapus segala amal mereka[3].

2. Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan beramal saleh[4] serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad, dan itulah kebenaran dari Tuhan mereka; Allah menghapus kesalahan-kesalahan mereka[5], dan memperbaiki keadaan mereka[6].

3. Yang demikian[7], karena sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang batil (sesat)[8] dan sesungguhnya orang-orang yang beriman mengikuti kebenaran[9] dari Tuhan mereka[10]. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia[11].

4. [12]Apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir (di medan perang), maka pukullah batang leher mereka. Selanjutnya apabila kamu telah mengalahkan mereka, [13]tawanlah mereka[14] dan setelah itu kamu boleh membebaskan mereka[15] atau menerima tebusan[16] sampai perang selesai[17]. Demikianlah[18], dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia membinasakan mereka[19], tetapi Dia hendak menguji kamu satu sama lain[20]. Dan orang-orang yang gugur di jalan Allah[21], Allah tidak menyia-nyiakan amal mereka[22].

5. Allah akan memberi petunjuk kepada mereka[23] dan memperbaiki keadaan mereka[24],

6. dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan-Nya[25] kepada mereka.

Tafsir Al Ahqaf Ayat 26-35

Ayat 26-28: Peringatan kepada kaum musyrik untuk mengambil pelajaran dari hal yang menimpa umat-umat terdahulu dan agar tidak tertipu dengan kekuatan dan kekayaan, dan bahwa kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala tidak dapat dikalahkan.

  وَلَقَدْ مَكَّنَّاهُمْ فِيمَا إِنْ مَكَّنَّاكُمْ فِيهِ وَجَعَلْنَا لَهُمْ سَمْعًا وَأَبْصَارًا وَأَفْئِدَةً فَمَا أَغْنَى عَنْهُمْ سَمْعُهُمْ وَلا أَبْصَارُهُمْ وَلا أَفْئِدَتُهُمْ مِنْ شَيْءٍ إِذْ كَانُوا يَجْحَدُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ   (٢٦) وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا مَا حَوْلَكُمْ مِنَ الْقُرَى وَصَرَّفْنَا الآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ (٢٧) فَلَوْلا نَصَرَهُمُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ قُرْبَانًا آلِهَةً بَلْ ضَلُّوا عَنْهُمْ وَذَلِكَ إِفْكُهُمْ وَمَا كَانُوا يَفْتَرُونَ (٢٨)

Tafsir Al Ahqaf Ayat 26-28

26. Dan sungguh, Kami telah meneguhkan kedudukan mereka (dengan kemakmuran dan kekuatan) yang belum pernah Kami berikan kepada kamu[1] dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati[2]; tetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka, karena mereka (selalu) mengingkari ayat-ayat Allah[3], dan (ancaman) azab yang dahulu mereka perolok-olokkan telah mengepung mereka.

27. [4]Dan sungguh, telah Kami binasakan negeri-negeri di sekitarmu[5], dan juga telah Kami jelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran) Kami agar mereka kembali (bertobat).

28. Maka mengapa (berhala-berhala dan tuhan-tuhan) yang mereka sembah selain Allah untuk mendekatkan diri (kepada-Nya) tidak dapat menolong mereka? Bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka[6]; dan itulah akibat kebohongan mereka[7] dan apa yang dahulu mereka ada-adakan.

Tafsir Al Ahqaf Ayat 15-25

Ayat 15-18: Pentingnya berbuat ihsan dan berbakti kepada kedua orang tua, serta bahaya durhaka kepada kedua orang tua.

  قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِنَ الرُّسُلِ وَمَا أَدْرِي مَا يُفْعَلُ بِي وَلا بِكُمْ إِنْ أَتَّبِعُ إِلا مَا وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ (١٥) أُولَئِكَ الَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَنَتَجاوَزُ عَنْ سَيِّئَاتِهِمْ فِي أَصْحَابِ الْجَنَّةِ وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ (١٦) وَالَّذِي قَالَ لِوَالِدَيْهِ أُفٍّ لَكُمَا أَتَعِدَانِنِي أَنْ أُخْرَجَ وَقَدْ خَلَتِ الْقُرُونُ مِنْ قَبْلِي وَهُمَا يَسْتَغِيثَانِ اللَّهَ وَيْلَكَ آمِنْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَيَقُولُ مَا هَذَا إِلا أَسَاطِيرُ الأوَّلِينَ (١٧)أُولَئِكَ الَّذِينَ حَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ إِنَّهُمْ كَانُوا خَاسِرِينَ (١٨)

Tafsir Al Ahqaf Ayat 15-18

15. [1]Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan[2], sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa[3] dan umurnya mencapai empat puluh tahun, ia berdoa, "Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku[4] dan kepada kedua orang tuaku[5] dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; [6]dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau[7], dan sungguh, aku termasuk orang muslim.”

16. Mereka itulah[8] orang-orang yang Kami terima amal baiknya yang telah mereka kerjakan[9] dan (orang-orang) yang Kami maafkan kesalahan-kesalahannya, (mereka akan menjadi) penghuni-penghuni surga[10]. Itu janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka[11].

17. [12]Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya[13], "Ah. Apakah kamu berdua memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan (dari kubur), padahal beberapa umat sebelumku telah berlalu[14]? Lalu kedua orang tuanya itu memohon pertolongan kepada Allah seraya berkata, "Celaka kamu, berimanlah![15] Sungguh, janji Allah itu benar.” [16]lalu dia (anak itu) berkata, "Ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu[17].”

18. Mereka itu orang-orang yang telah pasti terkena ketetapan (azab) bersama umat-umat dahulu sebelum mereka, dari golongan jin dan manusia[18]. Mereka adalah orang-orang yang rugi[19].

Tafsir Al Ahqaf Ayat 1-14

Surah Al Ahqaf (Bukit-Bukit Pasir)

Surah ke-46. 35 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-5: Kelemahan kaum musyrik dari mendatangkan kitab yang serupa dengan Al Qur’an dan bantahan terhadap orang-orang kafir karena menyembah selain Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

حم (١) تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ (٢) مَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّى وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنْذِرُوا مُعْرِضُونَ (٣) قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الأرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ اِئْتُونِي بِكِتَابٍ مِنْ قَبْلِ هَذَا أَوْ أَثَارَةٍ مِنْ عِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (٤) وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ (٥)

Terjemah Surat Al Ahqaf Ayat 1-5

1. Haa Miim.

2. [1]Kitab ini diturunkan dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

3. [2]Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar[3] dan dalam waktu yang ditentukan[4]. [5]Namun orang-orang yang kafir berpaling dari peringatan yang diberikan kepada mereka.

4. Katakanlah (Muhammad)[6], "Terangkanlah (kepadaku) tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkan kepada-Ku apa yang telah mereka ciptakan dari bumi, atau adakah peran serta mereka dalam (penciptaan) langit?[7] [8]Bawalah kepadaku kitab yang sebelum (Al Qur’an) ini atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu)[9], jika kamu orang yang benar."

5. Dan siapakah yang lebih sesat[10] daripada orang-orang yang menyembah selain Allah (sembahan) yang tidak dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari Kiamat[11], dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka[12]?