Tampilkan postingan dengan label Tafsir Al Furqan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsir Al Furqan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Maret 2013

Tafsir Al Furqan Ayat 63-77

Ayat 63-77: Seorang muslim hendaknya menyifati dirinya dengan sifat hamba-hamba Allah yang mendapatkan kemuliaan dengan beribadah kepada-Nya dan agar ia mendapatkan pahala yang besar di akhirat.

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا (٦٣) وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا     (٦٤) وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا (٦٥) إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا (٦٦) وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا (٦٧) وَالَّذِينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (٦٨) يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (٦٩) إِلا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (٧٠) وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا (٧١) وَالَّذِينَ لا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا   (٧٢) وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا (٧٣) وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا (٧٤) أُولَئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلامًا (٧٥) خَالِدِينَ فِيهَا حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا (٧٦) قُلْ مَا يَعْبَأُ بِكُمْ رَبِّي لَوْلا دُعَاؤُكُمْ فَقَدْ كَذَّبْتُمْ فَسَوْفَ يَكُونُ لِزَامًا (٧٧

Terjemah Surat Al Furqan Ayat 63-77

63. [1]Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih[2] itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati[3] dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, “Salam[4],”

64. dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri[5].

65. Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami[6], karena sesungguhnya azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal,”

66. sungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman[7].

67. Dan (termasuk hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta)[8], mereka tidak berlebihan[9], dan tidak (pula) kikir[10], di antara keduanya secara wajar[11],

Tafsir Al Furqan Ayat 53-62

Ayat 53-62: Di antara ayat-ayat Allah yang jelas di lautan dan sungai-sungai, penciptaan manusia dari air, dan meskipun ayat-ayat itu telah jelas namun orang-orang musyrik tetap saja menyembah selain Allah sesuatu yang tidak memberikan manfaat kepada mereka dan tidak sanggup menimpakan bahaya, dan penjelasan penciptaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya.

وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَحْجُورًا (٥٣) وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا (٥٤) وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لا يَنْفَعُهُمْ وَلا يَضُرُّهُمْ وَكَانَ الْكَافِرُ عَلَى رَبِّهِ ظَهِيرًا     (٥٥) وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا (٥٦) قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِلا مَنْ شَاءَ أَنْ يَتَّخِذَ إِلَى رَبِّهِ سَبِيلا (٥٧)وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ وَكَفَى بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا (٥٨) الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمَنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرًا (٥٩) وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا (٦٠) تَبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيرًا (٦١) وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا (٦٢

Terjemah Surat Al Furqan Ayat 53-62

53. Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain sangat asin lagi pahit[1]; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus[2].

54. [3]Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah[4] dan Tuhanmu adalah Maha Kuasa.

55. Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka[5] dan tidak (pula) memberi mudharat kepada mereka[6]. Orang-orang kafir itu adalah penolong (setan untuk berbuat durhaka)[7] terhadap Tuhannya[8].

56. [9]Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira[10] dan pemberi peringatan[11].

57. Katakanlah, "Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu dalam menyampaikan risalah itu[12], melainkan (mengharapkan agar) orang-orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya[13].”

58. [14]Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup, yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya[15]. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya[16].

Tafsir Al Furqan Ayat 35-52

Ayat 35-40: Pelajaran dari kisah-kisah umat terdahulu, disebutkannnya kisah-kisah para nabi sebagai hiburan bagi Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam terhadap gangguan yang menimpa Beliau dari kaumnya.

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَجَعَلْنَا مَعَهُ أَخَاهُ هَارُونَ وَزِيرًا (٣٥)فَقُلْنَا اذْهَبَا إِلَى الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا فَدَمَّرْنَاهُمْ تَدْمِيرًا (٣٦)وَقَوْمَ نُوحٍ لَمَّا كَذَّبُوا الرُّسُلَ أَغْرَقْنَاهُمْ وَجَعَلْنَاهُمْ لِلنَّاسِ آيَةً وَأَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ عَذَابًا أَلِيمًا (٣٧) وَعَادًا وَثَمُودَ وَأَصْحَابَ الرَّسِّ وَقُرُونًا بَيْنَ ذَلِكَ كَثِيرًا (٣٨) وَكُلا ضَرَبْنَا لَهُ الأمْثَالَ وَكُلا تَبَّرْنَا تَتْبِيرًا      (٣٩) وَلَقَدْ أَتَوْا عَلَى الْقَرْيَةِ الَّتِي أُمْطِرَتْ مَطَرَ السَّوْءِ أَفَلَمْ يَكُونُوا يَرَوْنَهَا بَلْ كَانُوا لا يَرْجُونَ نُشُورًا (٤٠

Terjemah Surat Al Furqan Ayat 35-40

35. [1]Dan sungguh, Kami telah memberikan kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya, menyertai dia sebagai wazir (pembantu).

36. Kemudian Kami berfirman kepada keduanya, "Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat kami[2].” Lalu Kami hancurkan mereka dengan sehancur-hancurnya.

37. Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh ketika mereka mendustakan para rasul[3]. Kami tenggelamkan mereka dan Kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih[4];

38. Dan (telah Kami binasakan) kaum 'Aad dan Tsamud dan penduduk Rass[5] serta banyak (lagi) generasi di antara (kaum-kaum) itu.

39. Dan masing-masing telah Kami jadikan perumpamaan[6] dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya.

40. Dan sungguh, mereka (kaum musyrik Mekah) telah melalui negeri (Sodom) yang (dulu) dijatuhi hujan yang buruk (hujan batu). Tidakkah mereka menyaksikannya[7]? Bahkan mereka itu sebenarnya tidak mengharapkan[8] hari kebangkitan.

Tafsir Al Furqan Ayat 21-34

Juz 19

Ayat 21-29: Kesombongan kaum musyrik sehingga tidak beriman kepada Allah, permintaan mereka agar diturunkan malaikat, batalnya amal mereka, penyesalan mereka karena tidak mengikuti Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan pentingnya memilih teman yang baik.

وَقَالَ الَّذِينَ لا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا لَوْلا أُنْزِلَ عَلَيْنَا الْمَلائِكَةُ أَوْ نَرَى رَبَّنَا لَقَدِ اسْتَكْبَرُوا فِي أَنْفُسِهِمْ وَعَتَوْا عُتُوًّا كَبِيرًا (٢١) يَوْمَ يَرَوْنَ الْمَلائِكَةَ لا بُشْرَى يَوْمَئِذٍ لِلْمُجْرِمِينَ وَيَقُولُونَ حِجْرًا مَحْجُورًا       (٢٢) وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا (٢٣) أَصْحَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَئِذٍ خَيْرٌ مُسْتَقَرًّا وَأَحْسَنُ مَقِيلا      (٢٤) وَيَوْمَ تَشَقَّقُ السَّمَاءُ بِالْغَمَامِ وَنُزِّلَ الْمَلائِكَةُ تَنْزِيلا  (٢٥) الْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ لِلرَّحْمَنِ وَكَانَ يَوْمًا عَلَى الْكَافِرِينَ عَسِيرًا (٢٦) وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلا (٢٧) يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلانًا خَلِيلا (٢٨) لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلإنْسَانِ خَذُولا (٢٩

Terjemah Surat Al Furqan Ayat 21-29

21. Dan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami (di akhirat)[1] berkata, "Mengapa bukan para malaikat yang diturunkan kepada kita[2] atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita[3]?" Sungguh, mereka telah menyombongkan diri mereka[4] dan benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan) kezaliman[5].”

22. (Ingatlah) pada hari (ketika) mereka melihat para malaikat[6], pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa[7] dan mereka berkata, "Hijraan mahjuuraa[8].”

23. Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan[9], lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan[10].

24. Penghuni-penghuni surga[11] pada hari itu paling baik tempat tinggalnya[12] dan paling indah tempat istirahatnya.

25. [13]Dan (ingatlah) pada hari (ketika) langit pecah mengeluarkan awan putih[14] dan para malaikat diturunkan secara bergelombang[15].

Tafsir Al Furqan Ayat 11-20

Ayat 11-16: Pendustaan orang-orang kafir kepada hari Kiamat, dan bahwa neraka sedang menanti mereka serta berbagai azab yang ada di dalam neraka.

بَلْ كَذَّبُوا بِالسَّاعَةِ وَأَعْتَدْنَا لِمَنْ كَذَّبَ بِالسَّاعَةِ سَعِيرًا (١١) إِذَا رَأَتْهُمْ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ سَمِعُوا لَهَا تَغَيُّظًا وَزَفِيرًا (١٢) وَإِذَا أُلْقُوا مِنْهَا مَكَانًا ضَيِّقًا مُقَرَّنِينَ دَعَوْا هُنَالِكَ ثُبُورًا (١٣) لا تَدْعُوا الْيَوْمَ ثُبُورًا وَاحِدًا وَادْعُوا ثُبُورًا كَثِيرًا (١٤) قُلْ أَذَلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ كَانَتْ لَهُمْ جَزَاءً وَمَصِيرًا (١٥) لَهُمْ فِيهَا مَا يَشَاءُونَ خَالِدِينَ كَانَ عَلَى رَبِّكَ وَعْدًا مَسْئُولا (١٦

Terjemah Surat Al Furqan Ayat 11-16

11. [1]Bahkan mereka mendustakan hari kiamat. Dan Kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari kiamat.

12. Apabila ia (neraka) melihat[2] mereka dari tempat yang jauh[3], mereka mendengar suaranya yang gemuruh karena marahnya[4].

13. Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu[5], mereka di sana berteriak mengharapkan kebinasaan[6].

14. (Akan dikatakan kepada mereka), "Jangan kamu sekalian mengharapkan pada hari ini satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang berulang-ulang[7].”

15. Katakanlah (Muhammad)[8], "Apakah (azab) seperti itu yang baik, atau surga yang kekal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa sebagai balasan, dan tempat kembali bagi mereka[9]?"

16. Bagi mereka segala yang mereka kehendaki di dalamnya (surga)[10], mereka kekal (di dalamnya). Itulah janji Tuhanmu yang pantas dimohonkan (kepada-Nya)[11].

Tafsir Al Furqan Ayat 1-10

Surah Al Furqaan (Pembeda)

Surah ke-25. 77 ayat. Makkiyyah

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-2: Pengagungan bagi Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan pujian bagi-Nya karena menurunkan Al Qur’an kepada hamba-Nya dan Rasul-Nya Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, serta ajakan untuk mentauhidkan Allah Subhaanahu wa Ta'aala yang memiliki kerajaan langit dan bumi.

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا (١) الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا (٢

Terjemah Surat Al Furqan Ayat 1-2

1. [1]Mahatinggi[2] Allah yang telah menurunkan Furqaan (Al Quran)[3] kepada hamba-Nya (Muhammad)[4], agar dia menjadi pemberi peringatan[5] kepada seluruh alam (jin dan manusia),

2. Yang memiliki kerajaan langit dan bumi[6], tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan(-Nya)[7], dan Dia menciptakan segala sesuatu[8], lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat[9].

Ayat 3-6: Menceritakan bagaimana orang-orang kafir menyekutukan Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan menyembah selain-Nya, bantahan terhadap pendustaan mereka kepada Al Qur’an serta tuduhan dusta mereka bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang mengada-adanya.