Tampilkan postingan dengan label Tafsir Yunus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsir Yunus. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Maret 2013

Tafsir Yunus Ayat 98-109

Ayat 98-100: Kaum Nabi Yunus ‘alaihis salam dan keimanan mereka, serta penjelasan bahwa kehendak Allah itulah yang berlaku

فَلَوْلا كَانَتْ قَرْيَةٌ آمَنَتْ فَنَفَعَهَا إِيمَانُهَا إِلا قَوْمَ يُونُسَ لَمَّا آمَنُوا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِينٍ (٩٨) وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لآمَنَ مَنْ فِي الأرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّى يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ (٩٩) وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تُؤْمِنَ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لا يَعْقِلُونَ    (١٠٠)

Terjemah Surat Yunus Ayat 98-100

98. Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman[1], lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman[2], Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu[3].

99. Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di bumi seluruhnya[4]. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia[5] agar mereka menjadi orang-orang yang beriman?[6]

100. Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah[7], dan Allah menimpakan azab kepada orang yang tidak mempergunakan akalnya[8].

Tafsir Yunus Ayat 87-97

Ayat 87-89: Menggunakan sabar dan shalat ketika mendapatkan kesulitan, dan bahwa doa para rasul untuk kerugian kaumnya dilakukan sebagai bentuk marah karena Allah dan agama-Nya, bukan untuk membela diri mereka sendiri

وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى وَأَخِيهِ أَنْ تَبَوَّآ لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ (٨٧)وَقَالَ مُوسَى رَبَّنَا إِنَّكَ آتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلأهُ زِينَةً وَأَمْوَالا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّوا عَنْ سَبِيلِكَ رَبَّنَا اطْمِسْ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وَاشْدُدْ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَلا يُؤْمِنُوا حَتَّى يَرَوُا الْعَذَابَ الألِيمَ (٨٨)قَالَ قَدْ أُجِيبَتْ دَعْوَتُكُمَا فَاسْتَقِيمَا وَلا تَتَّبِعَانِّ سَبِيلَ الَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ (٨٩

Terjemah Surat Yunus Ayat 87-89

87. Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya[1], "Ambillah beberapa rumah di Mesir untuk (tempat tinggal) kaummu[2] dan jadikanlah rumah-rumah itu tempat shalat[3], dan laksanakanlah shalat[4] serta gembirakanlah orang-orang mukmin[5].”

88.[6] Musa berkata, "Ya Tuhan kami, Engkau telah memberikan kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya perhiasan[7] dan harta kekayaan (yang banyak) dalam kehidupan dunia. Ya Tuhan kami, (akibatnya) mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Mu[8]. Ya Tuhan, binasakanlah harta mereka[9], dan kuncilah hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat azab yang pedih[10]."

89. Dia (AlIah) berfirman, "Sungguh, telah diperkenankan permohonan kamu berdua[11], sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus[12] dan jangan sekali-kali kamu mengikuti jalan orang yang tidak mengetahui[13].”

Tafsir Yunus Ayat 71-86

Ayat 71-74: Di antara kisah Nabi Nuh ‘alaihis salam bersama kaumnya, dan isyarat terhadap para rasul setelahnya

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ نُوحٍ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِنْ كَانَ كَبُرَ عَلَيْكُمْ مَقَامِي وَتَذْكِيرِي بِآيَاتِ اللَّهِ فَعَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْتُ فَأَجْمِعُوا أَمْرَكُمْ وَشُرَكَاءَكُمْ ثُمَّ لا يَكُنْ أَمْرُكُمْ عَلَيْكُمْ غُمَّةً ثُمَّ اقْضُوا إِلَيَّ وَلا تُنْظِرُونِ (٧١) فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَمَا سَأَلْتُكُمْ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِيَ إِلا عَلَى اللَّهِ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ (٧٢) فَكَذَّبُوهُ فَنَجَّيْنَاهُ وَمَنْ مَعَهُ فِي الْفُلْكِ وَجَعَلْنَاهُمْ خَلائِفَ وَأَغْرَقْنَا الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنْذَرِينَ (٧٣) ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِ رُسُلا إِلَى قَوْمِهِمْ فَجَاءُوهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا بِمَا كَذَّبُوا بِهِ مِنْ قَبْلُ كَذَلِكَ نَطْبَعُ عَلَى قُلُوبِ الْمُعْتَدِينَ        (٧٤)

Terjemah Surat Yunus Ayat 71-74

71. Dan bacakanIah (wahai Muhammad) kepada mereka[1] berita penting (tentang) Nuh[2] di waktu dia berkata kepada kaumnya, "Wahai kaumku! Jika terasa berat bagimu aku tinggal (bersamamu) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah[3], maka kepada Allah aku bertawakal. Karena itu bulatkanlah keputusanmu dan kumpulkanlah sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku), dan janganlah keputusanmu itu dirahasiakan, kemudian bertindaklah terhadap diriku, dan janganlah kamu tunda lagi[4].

72. Maka jika kamu berpaling (dari peringatanku), (padahal) aku tidak meminta imbalan sedikit pun darimu[5]. Imbalanku tidak lain hanyalah dari Allah, dan aku diperintah agar aku termasuk golongan orang-orang muslim (berserah diri);

73. Kemudian mereka mendustakannya (Nuh)[6], lalu Kami selamatkan dia dan orang yang bersamanya di dalam kapal[7], dan Kami jadikan mereka itu khalifah serta Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. Maka perhatikanlah bagaimana kesesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu[8].

74. Kemudian setelahnya (Nuh), Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing)[9], maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan yang jelas (mukjizat), tetapi mereka tidak mau beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya[10]. Demikianlah Kami mengunci hati orang-orang yang melampaui batas[11].

Tafsir Yunus Ayat 61-70

Ayat 61: Luasnya ilmu Allah Subhaanahu wa Ta'aala, Dia mengetahui apa yang dilakukan manusia; yang baik maupun yang buruk, dan tidak ada seberat dzarrah pun yang luput dari pengetahuan-Nya

وَمَا تَكُونُ فِي شَأْنٍ وَمَا تَتْلُو مِنْهُ مِنْ قُرْآنٍ وَلا تَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَبِّكَ مِنْ مِثْقَالِ ذَرَّةٍ فِي الأرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ وَلا أَصْغَرَ مِنْ ذَلِكَ وَلا أَكْبَرَ إِلا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ (٦١

Terjemah Surat Yunus Ayat 61

61.[1] Tidaklah engkau (Muhammad) berada dalam suatu urusan[2], dan tidak membaca suatu ayat Al Quran serta tidak pula kamu mengerjakan suatu pekerjaan[3], melainkan Kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya[4]. Tidak lengah sedikit pun dari pengetahuan Tuhanmu biar pun sebesar zarrah (semut kecil), baik di bumi ataupun di langit. Tidak ada suatu yang lebih kecil dan yang lebih besar daripada itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)[5].

Ayat 62-64: Barang siapa yang beriman kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka akan menjadi wali-Nya yang tidak ada kekhawatiran dan kesedihan bagi mereka, dan mereka akan mendapatkan kabar gembira

Tafsir Surat Yunus Ayat 45-60

Ayat 45-53: Ancaman bagi kaum musyrikin, penjelasan tentang ruginya mereka, dan menetapkan kebangkitan setelah mati

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ كَأَنْ لَمْ يَلْبَثُوا إِلا سَاعَةً مِنَ النَّهَارِ يَتَعَارَفُونَ بَيْنَهُمْ قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ (٤٥)وَإِمَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ الَّذِي نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ اللَّهُ شَهِيدٌ عَلَى مَا يَفْعَلُونَ (٤٦) وَلِكُلِّ أُمَّةٍ رَسُولٌ فَإِذَا جَاءَ رَسُولُهُمْ قُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ وَهُمْ لا يُظْلَمُونَ (٤٧) وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (٤٨) قُلْ لا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلا نَفْعًا إِلا مَا شَاءَ اللَّهُ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلا يَسْتَقْدِمُونَ (٤٩) قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَتَاكُمْ عَذَابُهُ بَيَاتًا أَوْ نَهَارًا مَاذَا يَسْتَعْجِلُ مِنْهُ الْمُجْرِمُونَ (٥٠) أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ آمَنْتُمْ بِهِ آلآنَ وَقَدْ كُنْتُمْ بِهِ تَسْتَعْجِلُونَ (٥١) ثُمَّ قِيلَ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا ذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلا بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ (٥٢) وَيَسْتَنْبِئُونَكَ أَحَقٌّ هُوَ قُلْ إِي وَرَبِّي إِنَّهُ لَحَقٌّ وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ (٥٣

Terjemah Surat Yunus Ayat 45-53

45.[1] Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa) seakan-akan tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali sesaat saja pada siang hari[2], (pada waktu) mereka saling berkenalan. Sungguh rugi orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah[3], dan mereka tidak mendapat petunjuk.

46.[4] Dan jika Kami perlihatkan kepadamu (Muhammad)[5] sebagian dari (siksaan) yang Kami ancamkan kepada mereka, (tentulah engkau akan melihatnya) atau (jika) Kami wafatkan engkau (sebelum itu), maka kepada Kami jualah mereka kembali, dan Allah menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan[6].

47. Setiap umat mempunyai rasul[7]. Maka apabila rasul mereka telah datang[8], diberlakukanlah hukum bagi mereka dengan adil[9] dan (sedikit pun) tidak dizalimi[10].

Tafsir Yunus Ayat 34-44

Ayat 34-36: Batilnya ‘aqidah syirk dan semua ‘aqidah yang menyelisihi agama Islan

قُلْ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ قُلِ اللَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ (٣٤) قُلْ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ قُلِ اللَّهُ يَهْدِي لِلْحَقِّ أَفَمَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ أَحَقُّ أَنْ يُتَّبَعَ أَمْ مَنْ لا يَهِدِّي إِلا أَنْ يُهْدَى فَمَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ (٣٥) وَمَا يَتَّبِعُ أَكْثَرُهُمْ إِلا ظَنًّا إِنَّ الظَّنَّ لا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ (٣٦

Terjemah Surat Yunus Ayat 34-36

34.[1] Katakanlah, "Adakah di antara sekutumu yang dapat memulai penciptaan (makhluk), kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali?"[2] Katakanlah, "Allah memulai (penciptaan) makhluk, kemudian mengulanginya. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (kepada menyembah selain Allah)[3]?"

35. Katakanlah, "Apakah di antara sekutumu ada yang membimbing kepada kebenaran[4]?" Katakanlah, "Allah-lah yang membimbing kepada kebenaran[5].” Maka manakah yang lebih berhak diikuti, Tuhan yang membimbing kepada kebenaran itu, ataukah orang yang tidak mampu membimbing bahkan perlu dibimbing? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?[6]

36. Dan kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan[7]. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran[8]. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan[9].

Tafsir Yunus Ayat 21-33

Ayat 21-23: Menerangkan tabiat manusia, yaitu kembali kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala ketika merasakan kesulitan, dan bahwa orang yang terdesak dikabulkan doanya meskipun kafir

وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً مِنْ بَعْدِ ضَرَّاءَ مَسَّتْهُمْ إِذَا لَهُمْ مَكْرٌ فِي آيَاتِنَا قُلِ اللَّهُ أَسْرَعُ مَكْرًا إِنَّ رُسُلَنَا يَكْتُبُونَ مَا تَمْكُرُونَ (٢١)هُوَ الَّذِي يُسَيِّرُكُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ حَتَّى إِذَا كُنْتُمْ فِي الْفُلْكِ وَجَرَيْنَ بِهِمْ بِرِيحٍ طَيِّبَةٍ وَفَرِحُوا بِهَا جَاءَتْهَا رِيحٌ عَاصِفٌ وَجَاءَهُمُ الْمَوْجُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ أُحِيطَ بِهِمْ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ لَئِنْ أَنْجَيْتَنَا مِنْ هَذِهِ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ (٢٢) فَلَمَّا أَنْجَاهُمْ إِذَا هُمْ يَبْغُونَ فِي الأرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا بَغْيُكُمْ عَلَى أَنْفُسِكُمْ مَتَاعَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُكُمْ فَنُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (٢٣

Terjemah Surat Yunus Ayat 21-23

21. Dan apabila Kami memberikan suatu rahmat kepada manusia, setelah mereka ditimpa bencana[1], mereka segera melakukan segala tipu daya (menentang) ayat-ayat Kami[2]. Katakanlah, "Allah lebih cepat makarnya (atas tipu daya itu)[3].” Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami mencatat tipu dayamu.

22.[4] Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (dan berlayar) di lautan[5]. Sehingga ketika kamu berada di dalam kapal, dan meluncurlah (kapal) itu membawa mereka (orang-orang yang ada di dalamnya) dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya; tiba-tiba datanglah badai dan gelombang menimpanya dari segenap penjuru, dan mereka mengira telah terkepung (bahaya)[6], maka mereka berdoa dengan tulus ikhlas kepada Allah semata. (Seraya berkata), "Sekiranya Engkau menyelamatkan kami dari (bahaya) ini, pasti Kami termasuk orang-orang yang bersyukur[7].”

23. Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka, malah mereka berbuat kezaliman di bumi tanpa (alasan) yang benar[8]. Wahai manusia! Sesungguhnya kezalimanmu bahayanya akan menimpa dirimu sendiri[9]; itu hanya kenikmatan hidup duniawi[10], selanjutnya kepada Kami-lah kembalimu[11], kelak Kami akan kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan[12].

Tafsir Yunus Ayat 11-20

Ayat 11-14: Di antara sifat kaum musyrikin dan tabiat mereka ketika mendapat kesulitan, dan penjelasan sunnatullah dalam membinasakan orang-orang yang berdosa

وَلَوْ يُعَجِّلُ اللَّهُ لِلنَّاسِ الشَّرَّ اسْتِعْجَالَهُمْ بِالْخَيْرِ لَقُضِيَ إِلَيْهِمْ أَجَلُهُمْ فَنَذَرُ الَّذِينَ لا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ (١١)وَإِذَا مَسَّ الإنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَى ضُرٍّ مَسَّهُ كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (١٢) وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ وَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا كَذَلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ (١٣) ثُمَّ جَعَلْنَاكُمْ خَلائِفَ فِي الأرْضِ مِنْ بَعْدِهِمْ لِنَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ (١٤

Terjemah Surat Yunus Ayat 11-13

11.[1] Dan kalau Allah menyegerakan keburukan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pasti diakhiri umur mereka[2]. Namun Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami[3], bingung di dalam kesesatan mereka[4].

12.[5] Dan apabila manusia[6] ditimpa bahaya[7] dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri[8], tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat)[9], seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas[10] apa yang mereka kerjakan.

13. Dan sungguh, Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat zalim[11], padahal para rasul mereka telah datang membawa keterangan-keterangan (yang nyata)[12], tetapi mereka sama sekali tidak mau beriman. Demikianlah[13] Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat dosa[14].

14. Kemudian Kami jadikan kamu[15] sebagai pengganti-pengganti (mereka) di bumi setelah mereka, untuk Kami lihat bagaimana kamu berbuat[16].

Ayat 15-17: Sikap orang-o

Tafsir Yunus Ayat 1-10

Surah Yunus

Surah ke-10. 109 ayat. Makkiyyah, kecuali ayat 40, 94, dan 95

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-2: Al Qur’anul Karim dan sikap kaum musyrik kepadanya dan kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam

الر تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ (١) أَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا أَنْ أَوْحَيْنَا إِلَى رَجُلٍ مِنْهُمْ أَنْ أَنْذِرِ النَّاسَ وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا أَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِنْدَ رَبِّهِمْ قَالَ الْكَافِرُونَ إِنَّ هَذَا لَسَاحِرٌ مُبِينٌ       (٢)

Terjemah Surat Yunus Ayat 1-2

1.Alif laam raa. Inilah ayat-ayat Al Quran yang penuh hikmah[1].

2. Pantaskah manusia menjadi heran bahwa Kami memberi wahyu kepada seorang laki-laki di antara mereka[2], "Berilah peringatan kepada manusia[3] dan gembirakanlah orang-orang yang beriman[4] bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan[5]." Orang-orang kafir berkata[6], "Orang ini (Muhammad) benar-benar pesihir yang nyata[7].”