Tampilkan postingan dengan label Juz 22. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Juz 22. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 April 2013

Tafsir Fathir Ayat 39-45

Ayat 39-41: Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengangkat manusia sebagai khalifah di bumi dan penjelasan tentang keesaan Allah dan kekuasaan-Nya.

  هُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلائِفَ فِي الأرْضِ فَمَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ وَلا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ إِلا مَقْتًا وَلا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ إِلا خَسَارًا (٣٩) قُلْ أَرَأَيْتُمْ شُرَكَاءَكُمُ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الأرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ أَمْ آتَيْنَاهُمْ كِتَابًا فَهُمْ عَلَى بَيِّنَةٍ مِنْهُ بَلْ إِنْ يَعِدُ الظَّالِمُونَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا إِلا غُرُورًا (٤٠) إِنَّ اللَّهَ يُمْسِكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ أَنْ تَزُولا وَلَئِنْ زَالَتَا إِنْ أَمْسَكَهُمَا مِنْ أَحَدٍ مِنْ بَعْدِهِ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا (٤١)

Terjemah Surat Fathir Ayat 39-41

39. [1]Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi. Barang siapa kafir, maka (akibat) kekafirannya akan menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang kafir itu hanya akan menambah kemurkaan di sisi Tuhan mereka[2]. Dan kekafiran orang-orang kafir itu hanya akan menambah kerugian mereka belaka[3].

40. [4]Katakanlah[5], "Terangkanlah olehmu tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Allah[6].” Perlihatkanlah kepada-Ku (bagian) manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan[7]; ataukah mereka mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit[8] atau; atau adakah Kami memberikan kitab kepada mereka[9] sehingga mereka mendapat keterangan-keterangan yang jelas darinya[10]? [11]Sebenarnya orang-orang zalim itu, sebagian mereka hanya menjanjikan tipuan belaka kepada sebagian yang lain[12].

41. [13]Sungguh, Allah yang menahan langit dan bumi agar tidak lenyap; dan jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang pun yang mampu menahannya selain Allah. Sungguh, Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

Tafsir Fathir Ayat 29-38

Ayat 29-35: Mengambil manfaat dari Al Qur’an adalah dengan mengamalkannya, penjelasan tentang orang-orang yang mewarisi Al Qur’an, perbedaan tingkatan mereka, dan penjelasan tentang kenikmatan surga.

  إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (٢٩) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (٣٠) وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ هُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ إِنَّ اللَّهَ بِعِبَادِهِ لَخَبِيرٌ بَصِيرٌ   (٣١) ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ (٣٢) جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ (٣٣) وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ (٣٤) الَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهِ لا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ (٣٥)

Terjemah Surat Fathir Ayat 29-35

29. Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah[1] dan mendirikan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan[2], mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi[3],

30. [4]Agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka[5] dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri[6].

31. [7]Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) yaitu Kitab (Al Quran) itulah yang benar, membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya[8]. Sungguh, Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya[9].

32. Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami[10], lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri[11], ada yang pertengahan[12] dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan[13] dengan izin Allah[14]. Yang demikian itu adalah karunia yang besar[15].

33. [16](Mereka akan mendapat) surga 'Adn[17], mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan gelang-gelang dari emas dan mutiara[18], dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera[19].

34. [20]Dan mereka berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami[21]. Sungguh, Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun[22] lagi Maha Mensyukuri[23].

35. Yang dengan karunia-Nya[24] menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga)[25]; di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu[26].”

Tafsir Fathir Ayat 19-28

Ayat 19-28: Contoh-contoh yang menunjukkan tidak samanya antara keimanan dan kekafiran sebagaimana tidak sama antara cahaya dengan kegelapan, bukti yang menunjukkan keesaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan penjelasan tentang keutamaan para ulama yang bertakwa.

  وَمَا يَسْتَوِي الأعْمَى وَالْبَصِيرُ (١٩) وَلا الظُّلُمَاتُ وَلا النُّورُ (٢٠)وَلا الظِّلُّ وَلا الْحَرُورُ (٢١) وَمَا يَسْتَوِي الأحْيَاءُ وَلا الأمْوَاتُ إِنَّ اللَّهَ يُسْمِعُ مَنْ يَشَاءُ وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ (٢٢) إِنْ أَنْتَ إِلا نَذِيرٌ (٢٣) إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ إِلا خَلا فِيهَا نَذِيرٌ (٢٤) وَإِنْ يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ وَبِالزُّبُرِ وَبِالْكِتَابِ الْمُنِيرِ (٢٥) ثُمَّ أَخَذْتُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ (٢٦) أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهَا وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ (٢٧) وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالأنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَلِكَ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ (٢٨)

Terjemah Surat Fathir Ayat 19-28

19. Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat[1].

20. Dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya[2],

21. Dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas[3],

22. [4]Dan tidak (pula) sama orang yang hidup dengan orang yang mati[5]. Sungguh, Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki[6] dan engkau (Muhammad) tidak akan sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar[7].

23. Engkau tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan.

24. Sungguh, Kami mengutus engkau dengan membawa kebenaran[8] sebagai pembawa berita[9] gembira dan sebagai pemberi peringatan[10]. Dan tidak ada satu pun umat melainkan di sana telah datang seorang pemberi peringatan[11].

25. Dan jika mereka mendustakanmu[12], maka sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan (rasul-rasul); ketika rasul-rasulnya datang dengan membawa keterangan yang nyata (mukjizat), zubur[13], dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna[14].

Tafsir Fathir Ayat 9-18

Ayat 9-14: Sebagian fenomena kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala dalam mengirimkan angin, menciptakan manusia, menciptakan air yang segar dan asin dan menciptakan malam dan siang.

وَاللَّهُ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَسُقْنَاهُ إِلَى بَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَحْيَيْنَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا كَذَلِكَ النُّشُورُ (٩) مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَكْرُ أُولَئِكَ هُوَ يَبُورُ (١٠)وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ أَزْوَاجًا وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنْثَى وَلا تَضَعُ إِلا بِعِلْمِهِ وَمَا يُعَمَّرُ مِنْ مُعَمَّرٍ وَلا يُنْقَصُ مِنْ عُمُرِهِ إِلا فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (١١) وَمَا يَسْتَوِي الْبَحْرَانِ هَذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ سَائِغٌ شَرَابُهُ وَهَذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَمِنْ كُلٍّ تَأْكُلُونَ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُونَ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ فِيهِ مَوَاخِرَ لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (١٢) يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لأجَلٍ مُسَمًّى ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ (١٣) إِنْ تَدْعُوهُمْ لا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ (١٤)

Terjemah Surat Fathir Ayat 9-14

9. [1]Dan Allahlah yang mengirimkan angin; lalu (angin itu) menggerakkan awan, maka Kami arahkan awan itu ke suatu negeri yang mati (tandus)[2] lalu dengan hujan itu Kami hidupkan bumi setelah mati (kering)[3]. Seperti itulah kebangkitan itu[4].

10. Barang siapa menghendaki kemuliaan, maka (ketahuilah) kemuliaan itu semuanya milik Allah[5]. kepada-Nyalah akan naik[6] perkataan-perkataan yang baik[7], dan amal saleh[8] Dia akan mengangkatnya[9]. Adapun orang-orang yang merencanakan kejahatan[10] mereka akan mendapat azab yang sangat keras[11], dan rencana jahat mereka akan hancur[12].

11. Dan Allah menciptakan kamu dari tanah[13] kemudian dari air mani[14], kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan)[15]. Tidak ada seorang perempuan pun yang mengandung dan melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan tidak dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam kitab (Lauh Mahfuzh)[16]. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah[17].

12. [18]Dan tidak sama (antara) dua lautan; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari (masing-masing laut) itu kamu dapat memakan daging yang segar[19] dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai[20], dan di sana kamu melihat kapal-kapal berlayar membelah laut agar kamu dapat mencari karunia-Nya[21] dan agar kamu bersyukur.

13. [22]Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar menurut waktu yang ditentukan[23]. [24]Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, milik-Nyalah segala kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah[25] tidak mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari[26].

14. Jika kamu menyeru mereka, mereka tidak mendengar seruanmu[27], dan sekiranya mereka mendengar, mereka juga tidak memperkenankan permintaanmu[28]. Dan pada hari Kiamat mereka akan mengingkari kemusyirikanmu[29] dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu[30] seperti yang diberikan oleh (Allah) Yang Mahateliti[31].

Tafsir Fathir Ayat 1-8

Surah Fathir (Pencipta)

Surah ke-35. 45 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-4: Beberapa ayat ini memulai dengan memuji Allah Subhaanahu wa Ta'aala atas nikmat-nikmat-Nya dalam menciptakan langit, bumi dan para malaikat, serta penjelasan terhadap karunia-Nya kepada manusia.

الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ جَاعِلِ الْمَلائِكَةِ رُسُلا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (١) مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (٢) يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ (٣) وَإِنْ يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الأمُورُ (٤)

Tafsir Surat Fathir Ayat 1-4

1. Segala puji bagi Allah[1] Pencipta langit dan bumi[2], yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan)[3] [4]yang mempunyai sayap masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki[5]. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

2. [6]Apa saja di antara rahmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu[7]. Dan Dialah Yang Mahaperkasa[8] lagi Mahabijaksana[9].

3. [10]Wahai manusia! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu[11]. [12]Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? [13]Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia; maka mengapa kamu berpaling (dari ketauhidan)[14]?

4. Dan jika mereka mendustakan engkau (setelah engkau beri peringatan)[15], maka sungguh, rasul-rasul sebelum engkau telah didustakan pula[16]. Dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan[17].

Tafsir Saba’ Ayat 46-54

Ayat 46-54: Contoh berdakwah dengan hikmah dan nasihat yang baik serta meninggalkan perdebatan yang membawa kepada terus-menerus di atas kebatilan.

 

قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍ أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَى وَفُرَادَى ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا مَا بِصَاحِبِكُمْ مِنْ جِنَّةٍ إِنْ هُوَ إِلا نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ     (٤٦) قُلْ مَا سَأَلْتُكُمْ مِنْ أَجْرٍ فَهُوَ لَكُمْ إِنْ أَجْرِيَ إِلا عَلَى اللَّهِ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (٤٧) قُلْ إِنَّ رَبِّي يَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلامُ الْغُيُوبِ (٤٨) قُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ الْبَاطِلُ وَمَا يُعِيدُ (٤٩) قُلْ إِنْ ضَلَلْتُ فَإِنَّمَا أَضِلُّ عَلَى نَفْسِي وَإِنِ اهْتَدَيْتُ فَبِمَا يُوحِي إِلَيَّ رَبِّي إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ (٥٠) وَلَوْ تَرَى إِذْ فَزِعُوا فَلا فَوْتَ وَأُخِذُوا مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍ (٥١) وَقَالُوا آمَنَّا بِهِ وَأَنَّى لَهُمُ التَّنَاوُشُ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ (٥٢) وَقَدْ كَفَرُوا بِهِ مِنْ قَبْلُ وَيَقْذِفُونَ بِالْغَيْبِ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ (٥٣) وَحِيلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَا يَشْتَهُونَ كَمَا فُعِلَ بِأَشْيَاعِهِمْ مِنْ قَبْلُ إِنَّهُمْ كَانُوا فِي شَكٍّ مُرِيبٍ (٥٤)

 

Terjemah Surat Saba’ Ayat 46-54

46. Katakanlah[1], "Aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja[2], yaitu agar kamu menghadap Allah (dengan ikhlas)[3] berdua-dua atau sendiri-sendiri, kemudian agar kamu pikirkan (tentang Muhammad)[4]. Kawanmu tidak gila sedikit pun. Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras.”

47. Katakanlah (Muhammad), "Imbalan apa pun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu[5]. Imbalanku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu[6].”

48. [7]Katakanlah, "Sesungguhnya Tuhanku mewahyukan kebenaran[8]. Dia Maha Mengetahui segala yang gaib[9].”

49. Katakanlah, "Kebenaran telah datang[10] dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi[11].”

50. [12]Katakanlah, "Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat untuk diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku[13]. Sungguh, Dia Maha Mendengar[14] lagi Mahadekat[15].”

51. Dan (alangkah mengerikan) sekiranya engkau melihat mereka (orang-orang kafir) ketika terperanjat ketakutan (pada hari Kiamat); lalu mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka)[16],

Tafsir Saba’ Ayat 31-45

Ayat 31-33: Berlepasnya orang-orang yang sombong dari orang-orang yang lemah yang mengikuti mereka, bagaimana mereka saling cela-mencela, dan bahwa tempat kembali masing-masing mereka adalah ke neraka.

  وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَنْ نُؤْمِنَ بِهَذَا الْقُرْآنِ وَلا بِالَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلَوْ تَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ مَوْقُوفُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ يَرْجِعُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ الْقَوْلَ يَقُولُ الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا لَوْلا أَنْتُمْ لَكُنَّا مُؤْمِنِينَ (٣١) قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا أَنَحْنُ صَدَدْنَاكُمْ عَنِ الْهُدَى بَعْدَ إِذْ جَاءَكُمْ بَلْ كُنْتُمْ مُجْرِمِينَ (٣٢) وَقَالَ الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا بَلْ مَكْرُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ إِذْ تَأْمُرُونَنَا أَنْ نَكْفُرَ بِاللَّهِ وَنَجْعَلَ لَهُ أَنْدَادًا وَأَسَرُّوا النَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ وَجَعَلْنَا الأغْلالَ فِي أَعْنَاقِ الَّذِينَ كَفَرُوا هَلْ يُجْزَوْنَ إِلا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٣٣)

Terjemah Surat Saba’ Ayat 31-33

31. [1]Dan orang-orang kafir berkata, "Kami tidak akan beriman kepada Al Quran ini dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya[2].” Dan (alangkah mengerikan) kalau kamu melihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebagian mereka mengembalikan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah[3] berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri[4], "Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang mukmin[5].”

32. Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah[6], "Kamikah yang telah menghalangimu untuk memperoleh petunjuk setelah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak!) Sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berbuat dosa.”

33. Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, "(Tidak!) Sebenarnya tipu daya(mu) pada waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami agar kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya[7].” Mereka menyatakan penyesalan ketika mereka melihat azab[8]. Dan Kami pasangkan belenggu di leher orang-orang yang kafir[9]. Mereka tidak dibalas melainkan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan[10].

Tafsir Saba’ Ayat 15-30

Ayat 15-19: Keingkaran kaum Saba’ terhadap nikmat Allah dan akibatnya.

  لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ (١٥) فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ (١٦) ذَلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِمَا كَفَرُوا وَهَلْ نُجَازِي إِلا الْكَفُورَ (١٧) وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَاهِرَةً وَقَدَّرْنَا فِيهَا السَّيْرَ سِيرُوا فِيهَا لَيَالِيَ وَأَيَّامًا آمِنِينَ (١٨) فَقَالُوا رَبَّنَا بَاعِدْ بَيْنَ أَسْفَارِنَا وَظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ فَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ وَمَزَّقْنَاهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ (١٩)

Terjemah Surat Saba’ Ayat 15-19

15. [1]Sungguh, bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Allah)[2] di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri[3], (kepada mereka dikatakan), "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya[4]. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.”

16. Tetapi mereka berpaling[5], maka Kami kirim kepada mereka banjir yang besar[6] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit pohon Sidr[7].

17. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.

18. Dan Kami jadikan antara mereka (penduduk Saba’) dan negeri-negeri yang Kami berkahi (Syam), beberapa negeri yang berdekatan[8] dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan[9]. Berjalanlah kamu di negeri-negeri itu pada malam dan siang hari dengan aman[10].

19. Maka mereka berkata, "Ya Tuhan kami, jauhkanlah jarak perjalanan kami[11], dan (berarti) mereka menzalimi diri mereka sendiri[12]; maka Kami jadikan mereka bahan pembicaraan[13] dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya[14]. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang bersabar[15] dan bersyukur[16].

Tafsir Saba’ Ayat 1-14

Surah Saba’

Surah ke-34. 54 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-5: Penjelasan bahwa yang berhak mendapatkan pujian secara mutlak adalah Allah Subhaanahu wa Ta'aala, dan bahwa Dia Yang Mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, bantahan terhadap orang-orang yang mengingkari kedatangan hari Kiamat, serta penjelasan tentang balasan untuk kaum mukmin dan hukuman bagi orang-orang kafir.

  الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ (١) يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الأرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ الرَّحِيمُ الْغَفُورُ (٢) وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لا تَأْتِينَا السَّاعَةُ قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتَأْتِيَنَّكُمْ عَالِمِ الْغَيْبِ لا يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلا فِي الأرْضِ وَلا أَصْغَرُ مِنْ ذَلِكَ وَلا أَكْبَرُ إِلا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ (٣)لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ (٤) وَالَّذِينَ سَعَوْا فِي آيَاتِنَا مُعَاجِزِينَ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مِنْ رِجْزٍ أَلِيمٌ (٥)

Terjemah Surat Saba’ Ayat 1-5

1. Segala puji[1] bagi Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi[2] dan segala puji di akhirat bagi Allah[3]. Dan Dialah Yang Mahabijaksana[4] lagi Mahateliti[5].

2. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi[6], apa yang keluar darinya[7], apa yang turun dari langit[8] dan apa yang naik kepadanya[9]. [10]Dan Dialah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun.

3. [11]Dan orang-orang yang kafir[12] berkata, "Hari Kiamat itu tidak akan datang kepada kami[13].” Katakanlah, "Pasti datang, demi Tuhanku yang mengetahui yang gaib, Kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sekalipun sebesar zarrah[14] baik yang di langit dan yang di bumi, yang lebih kecil dari itu atau yang lebih besar, semuanya (tertulis) dalam kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh)[15],”

4. [16]agar Dia (Allah) memberi balasan kepada orang-orang yang beriman[17] dan mengerjakan kebajikan[18]. Mereka memperoleh ampunan[19] dan rezeki yang mulia (surga)[20].

5. Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan azab kami)[21], mereka itu akan memperoleh azab, yaitu azab yang sangat pedih[22].

Tafsir Al Ahzab Ayat 63-73

Ayat 63-68: Hari Kiamat adalah benar dan tidak ada keraguan padanya, hanya Allah yang mengetahui kapan terjadinya hari Kiamat, balasan bagi orang-orang kafir dan peringatan agar tidak mengikuti orang-orang yang menyimpang.

يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا (٦٣) إِنَّ اللَّهَ لَعَنَ الْكَافِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمْ سَعِيرًا     (٦٤) خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا لا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلا نَصِيرًا        (٦٥) يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولا (٦٦) وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلا (٦٧) رَبَّنَا آتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا (٦٨

Terjemah Surat Al Ahzab Ayat 63-68

63. [1]Manusia bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat[2]. Katakanlah, "Ilmu tentang hari Kiamat itu hanya di sisi Allah[3].” Dan tahukah engkau (wahai Muhammad), boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat waktunya[4].

64. Sungguh, Allah melaknat orang-orang kafir[5] dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka)[6],

65. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak akan mendapatkan pelindung[7] dan penolong[8].

66. Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikan dalam neraka[9], mereka berkata, "Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul[10].”

67. Dan mereka[11] berkata, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar)[12].

68. [13]Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar[14].”

Senin, 01 April 2013

Tafsir Al Ahzab Ayat 53-62

Ayat 53-55: Adab dan sopan santun dalam rumah tangga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dan bahwa tidak boleh memasuki rumah kecuali diizinkan pemiliknya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَدْخُلُوا بُيُوتَ النَّبِيِّ إِلا أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَى طَعَامٍ غَيْرَ نَاظِرِينَ إِنَاهُ وَلَكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَادْخُلُوا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِرُوا وَلا مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِي مِنْكُمْ وَاللَّهُ لا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا (٥٣) إِنْ تُبْدُوا شَيْئًا أَوْ تُخْفُوهُ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا (٥٤) لا جُنَاحَ عَلَيْهِنَّ فِي آبَائِهِنَّ وَلا أَبْنَائِهِنَّ وَلا إِخْوَانِهِنَّ وَلا أَبْنَاءِ إِخْوَانِهِنَّ وَلا أَبْنَاءِ أَخَوَاتِهِنَّ وَلا نِسَائِهِنَّ وَلا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ وَاتَّقِينَ اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدًا (٥٥)

Terjemah Surat Al Hazab Ayat 53-55

53. [1]Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi[2] kecuali jika kamu diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu masak (makanannya)[3], tetapi jika kamu dipanggil maka masuklah dan apabila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan[4]. [5]Sesungguhnya yang demikian itu[6] mengganggu Nabi sehingga dia (Nabi) malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar[7]. [8]Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. [9](Cara) yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka[10]. [11]Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah[12] dan tidak boleh (pula) menikahi istri-istrinya selama-lamanya setelah (Nabi wafat)[13]. Sungguh, yang demikian itu sangat besar (dosanya) di sisi Allah[14].

54. Jika kamu menyatakan sesuatu atau menyembunyikannya, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu[15].

55. [16]Tidak ada dosa atas istri-istri Nabi (untuk berjumpa tanpa tabir) dengan bapak-bapak mereka, anak laki-laki mereka, saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara perempuan mereka, perempuan-perempuan mereka (yang beriman) dan hamba sahaya yang mereka miliki[17], dan bertakwalah kamu (istri-istri Nabi) kepada Allah[18]. Sungguh, Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu[19].

Tafsir Al Ahzab Ayat 41-52

Ayat 41-48: Keutamaan dzikrullah di setiap waktu, tujuan dari diutusnya Rasul, berita gembira bagi kaum mukmin, dan larangan menaati orang-orang kafir dan munafik.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (٤١) وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا (٤٢) هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا (٤٣)تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ سَلامٌ وَأَعَدَّ لَهُمْ أَجْرًا كَرِيمًا (٤٤) يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا (٤٥) وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا     (٤٦) وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلا كَبِيرًا (٤٧)وَلا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ وَدَعْ أَذَاهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلا (٤٨)

Terjemah Surat Al Ahzab Ayat 41-48

41. Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah dengan menyebut (nama-Nya) sebanyak-banyaknya[1],

42. dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang[2].

43. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu)[3], agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (keimanan)[4]. Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.

44. Penghormatan mereka (orang-orang mukmin itu) ketika mereka menemui-Nya ialah, “Salam[5],” dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka.

45. [6]Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan,

46. Dan untuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah dengan izin-Nya[7] dan sebagai cahaya yang menerangi.

47. [8]Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah[9].

48. [10]Dan janganlah engkau (Muhammad) menuruti orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu[11], janganlah engkau hiraukan gangguan mereka dan bertawakkallah kepada Allah[12]. Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung[13].

Tafsir Al Ahzab Ayat 31-40

Juz 22

وَمَنْ يَقْنُتْ مِنْكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِ وَتَعْمَلْ صَالِحًا نُؤْتِهَا أَجْرَهَا مَرَّتَيْنِ وَأَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيمًا (٣١)

31. Dan barang siapa diantara kamu (istri-istri Nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal saleh[1], niscaya Kami berikan pahala kepadanya dua kali lipat dan Kami sediakan rezeki yang mulia baginya[2].

Ayat 32-34: Keutamaan istri-istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di atas wanita lain, kedudukan mereka dan kegiatan yang perlu dilakukan wanita di rumah.

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلا مَعْرُوفًا (٣٢)وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى وَأَقِمْنَ الصَّلاةَ وآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا (٣٣)وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَى فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا (٣٤)

 

Terjemah Surat Al Ahzab Ayat 32-34

32. Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu bertakwa[3]. Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara) dalam berbicara[4] sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya[5], dan [6]ucapkanlah perkataan yang baik.

33. [7]Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu[8] dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang Jahiliyah dahulu[9], dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa[10] dari kamu[11], wahai ahlul bait[12] dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya[13].

34. [14]Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan Hikmah[15]. Sungguh, Allah Mahalembut lagi Maha Mengetahui[16].

Ayat 35: Persamaan antara laki-laki dan wanita dalam hal amal saleh dan balasan masing-masingnya.

Rabu, 27 Maret 2013

Tafsir Yasin Ayat 13-21

Ayat 13-19: Kisah penduduk suatu negeri yang didatangi para utusan agar menjadi pelajaran bagi penduduk Mekah.

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ (١٣) إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ (١٤) قَالُوا مَا أَنْتُمْ إِلا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَمَا أَنْزَلَ الرَّحْمَنُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلا تَكْذِبُونَ (١٥) قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ  (١٦) وَمَا عَلَيْنَا إِلا الْبَلاغُ الْمُبِينُ (١٧) قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ (١٨) قَالُوا طَائِرُكُمْ مَعَكُمْ أَئِنْ ذُكِّرْتُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ               (١٩)

Terjemah Surat Yasin Ayat 13-19

13. [1]Dan buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu penduduk suatu negeri[2], ketika utusan-utusan[3] datang kepada mereka;

14. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga[4], maka ketiga utusan itu berkata, "Sungguh, Kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu.”

15. Mereka (penduduk negeri) menjawab[5], "Kamu ini hanyalah manusia seperti kami[6] dan (Allah) Yang Maha Pengasih tidak menurunkan sesuatu apa pun[7], kamu hanyalah pendusta belaka.”

16. Mereka berkata[8], "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah utusan-utusan-(Nya)[9].

17. Dan kewajiban Kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas[10].”

18. Mereka[11] menjawab, "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu[12]. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami rajam[13] kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami.”

Tafsir Yasin Ayat 1-12

Surah Yaasiin

Surah ke-36. 83 ayat. Makkiyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-12: Pernyataan dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam itu benar-benar seorang rasul, tugas Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam, peringatan hanya bermanfaat bagi orang yang takut kepada Allah, sikap kaum musyrik terhadap Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam dan pertolongan Allah kepada Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam.

يس (١) وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ (٢) إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ (٣) عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (٤) تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ (٥) لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ (٦) لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَى أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لا يُؤْمِنُونَ (٧) إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلالا فَهِيَ إِلَى الأذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُونَ (٨) وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لا يُبْصِرُونَ (٩) وَسَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لا يُؤْمِنُونَ (١٠) إِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ (١١) إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ       (١٢)

Terjemah Surat Yasin Ayat 1-12

1. Yaa siin.

2. [1]Demi Al Quran yang penuh hikmah,

3. [2]Sungguh, engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rasul-rasul,

4. [3](yang berada) di atas jalan yang lurus,

5. [4] (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang,

6. [5]Agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan[6], karena itu mereka lalai[7].