Tampilkan postingan dengan label Tafsir Al Anbiya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsir Al Anbiya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Maret 2013

Tafsir Al Anbiya Ayat 96-112

Ayat 96-100: Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj merupakan tanda dekatnya hari Kiamat.

حَتَّى إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ      (٩٦) وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَا وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَذَا بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ       (٩٧) إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنْتُمْ لَهَا وَارِدُونَ (٩٨) لَوْ كَانَ هَؤُلاءِ آلِهَةً مَا وَرَدُوهَا وَكُلٌّ فِيهَا خَالِدُونَ (٩٩) لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَهُمْ فِيهَا لا يَسْمَعُونَ                (١٠٠)

Terjemah Surat Al Anbiya Ayat 96-100

96. [1]Hingga apabila (tembok) Ya'juj dan Ma'juj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.

97. Dan (apabila) janji yang benar telah dekat[2], maka tiba-tiba mata orang-orang yang kafir terbelalak[3]. (Mereka berkata), "Alangkah celakanya kami! Kami benar-benar lengah tentang ini[4], bahkan kami benar-benar orang yang zalim[5].”

98. [6]Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah[7], adalah bahan bakar Jahannam. Kamu (pasti) masuk ke dalamnya.

99. Seandainya (berhala-berhala) itu tuhan[8], tentu mereka tidak akan memasukinya (neraka)[9]. Tetapi semuanya akan kekal di dalamnya.

100. Mereka merintih dan menjerit di dalamnya (neraka)[10] dan mereka di dalamnya tidak dapat mendengar[11].

Senin, 25 Maret 2013

Tafsir Al Anbiya Ayat 87-95

Ayat 87-88: Kisah Nabi Yunus ‘alaihis salam.

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (٨٧)فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (٨٨

Terjemah Surat Al Anbiya Ayat 87-95

87. [1]Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah[2], lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya[3], maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap[4], "Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim[5]."

88. Maka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan[6]. Dan demikianlah[7] Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman[8].

Ayat 89-91: Kisah Nabi Zakariyya, Nabi Yahya dan Nabi ‘Isa ‘alaihimus salam.

Tafsir Al Anbiya Ayat 74-86

Ayat 74-75: Kisah Nabi Luth ‘alaihis salam bersama kaumnya.

وَلُوطًا آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ تَعْمَلُ الْخَبَائِثَ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمَ سَوْءٍ فَاسِقِينَ (٧٤) وَأَدْخَلْنَاهُ فِي رَحْمَتِنَا إِنَّهُ مِنَ الصَّالِحِينَ (٧٥

Terjemah Surat Al Anbiya Ayat 74-75

74. [1]Dan kepada Luth, Kami berikan hikmah[2] dan ilmu, dan Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang melakukan perbuatan keji[3]. Sungguh, mereka orang-orang yang jahat lagi fasik,

75. Dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat kami[4]; sesungguhnya dia termasuk golongan orang yang saleh.

Ayat 76-77: Kaum Nabi Nuh ‘alaihis salam bersama kaumnya.

Tafsir Al Anbiya Ayat 62-73

Ayat 62-68: Penegakkan hujjah oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis salam kepada kaumnya dan bagaimana kaumnya berusaha membakarnya.

قَالُوا أَأَنْتَ فَعَلْتَ هَذَا بِآلِهَتِنَا يَا إِبْرَاهِيمُ (٦٢) قَالَ بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَذَا فَاسْأَلُوهُمْ إِنْ كَانُوا يَنْطِقُونَ (٦٣) فَرَجَعُوا إِلَى أَنْفُسِهِمْ فَقَالُوا إِنَّكُمْ أَنْتُمُ الظَّالِمُونَ (٦٤) ثُمَّ نُكِسُوا عَلَى رُءُوسِهِمْ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا هَؤُلاءِ يَنْطِقُونَ (٦٥) قَالَ أَفَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لا يَنْفَعُكُمْ شَيْئًا وَلا يَضُرُّكُمْ (٦٦) أُفٍّ لَكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَفَلا تَعْقِلُونَ (٦٧) قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ        (٦٨)

Terjemah Surat Al Anbiya Ayat 62-68

62. Mereka bertanya[1], "Apakah engkau yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, wahai Ibrahim?"

63. Dia (Ibrahim) menjawab, "Sebenarnya patung besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada mereka[2], jika mereka dapat berbicara.”  

64. Maka mereka kembali kepada kesadaran[3] dan berkata, "Sesungguhnya kamulah yang menzalimi (diri sendiri)[4].”

65. Kemudian mereka menundukkan kepala[5] (lalu berkata), "Engkau (Ibrahim) pasti tahu bahwa (berhala-berhala) itu tidak dapat berbicara[6]."

66. Dia (Ibrahim) berkata, “Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun[7], dan tidak (pula) mendatangkan mudharat kepada kamu[8]?

67. Celakalah kamu[9] dan apa yang kamu sembah selain Allah. Tidakkah kamu mengerti[10]?”

68. [11]Mereka berkata, "Bakarlah dia dan tolonglah tuhan-tuhan kamu[12], jika kamu benar-benar hendak berbuat[13].”

Tafsir Al Anbiya Ayat 48-61

Ayat 48-50: Kisah Nabi Musa dan Nabi Harun ‘alaihimas salam dan turunnya kitab Taurat.

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى وَهَارُونَ الْفُرْقَانَ وَضِيَاءً وَذِكْرًا لِلْمُتَّقِينَ (٤٨)الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَهُمْ مِنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُونَ (٤٩) وَهَذَا ذِكْرٌ مُبَارَكٌ أَنْزَلْنَاهُ أَفَأَنْتُمْ لَهُ مُنْكِرُونَ (٥٠

Terjemah Surat Al Anbiya Ayat 48-50

48. [1]Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa dan Harun, furqan (kitab Taurat)[2] dan penerangan[3] serta pelajaran[4] bagi orang-orang yang bertakwa[5],

49. (yaitu) orang-orang yang takut (azab) Tuhannya, sekalipun mereka tidak melihat-Nya[6], dan mereka merasa takut akan (peristiwa) hari kiamat.

50. Dan ini (Al Quran) adalah suatu peringatan[7] yang mempunyai berkah[8] yang telah Kami turunkan. Maka apakah kamu mengingkarinya?

Tafsir Al Anbiya Ayat 36-47

Ayat 36-41: Bagaimana orang-orang kafir mengolok-olok Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, penjelasan tentang lemahnya akal mereka dan bagaimana mereka ditimpa azab.

وَإِذَا رَآكَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَتَّخِذُونَكَ إِلا هُزُوًا أَهَذَا الَّذِي يَذْكُرُ آلِهَتَكُمْ وَهُمْ بِذِكْرِ الرَّحْمَنِ هُمْ كَافِرُونَ (٣٦) خُلِقَ الإنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلا تَسْتَعْجِلُونِ (٣٧) وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (٣٨) لَوْ يَعْلَمُ الَّذِينَ كَفَرُوا حِينَ لا يَكُفُّونَ عَنْ وُجُوهِهِمُ النَّارَ وَلا عَنْ ظُهُورِهِمْ وَلا هُمْ يُنْصَرُونَ       (٣٩) بَلْ تَأْتِيهِمْ بَغْتَةً فَتَبْهَتُهُمْ فَلا يَسْتَطِيعُونَ رَدَّهَا وَلا هُمْ يُنْظَرُونَ (٤٠) وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ (٤١

Terjemah Surat Al Anbiya Ayat 36-41

36. Dan apabila orang-orang kafir itu melihat engkau (Muhammad), mereka hanya memperlakukan engkau menjadi bahan ejekan[1]. (Mereka mengatakan), "Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhan-mu?" Padahal mereka orang yang ingkar jika disebut Allah Yang Maha Pengasih[2].

37. [3]Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa[4]. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku[5]. Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya[6].

38. Dan mereka berkata, "Kapankah janji itu[7] (akan datang), jika kamu orang yang benar[8]?"

39. Seandainya orang kafir itu mengetahui, ketika mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari wajah dan punggung mereka[9], sedang mereka tidak mendapat pertolongan (tentulah mereka tidak meminta disegerakan).

40. Sebenarnya (hari kiamat) itu akan datang kepada mereka secara tiba-tiba, lalu mereka menjadi panik; maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) diberi penangguhan (waktu)[10].

41. [11]Dan sungguh, rasul-rasul sebelum engkau (Muhammad) pun telah diperolok-olokkan, maka turunlah (siksaan) kepada orang yang mencemoohkan apa yang selalu mereka perolok-olokkan[12].

Tafsir Al Anbiya Ayat 21-35

Ayat 21-29: Perdebatan dengan kaum musyrik dalam hal keyakinan mereka, bukti atas kesalahan keyakinan mereka, dan menguatkan keesaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

أَمِ اتَّخَذُوا آلِهَةً مِنَ الأرْضِ هُمْ يُنْشِرُونَ (٢١) لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلا اللَّهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ (٢٢) لا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ (٢٣) أَمِ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ هَذَا ذِكْرُ مَنْ مَعِيَ وَذِكْرُ مَنْ قَبْلِي بَلْ أَكْثَرُهُمْ لا يَعْلَمُونَ الْحَقَّ فَهُمْ مُعْرِضُونَ (٢٤) وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدُونِ (٢٥) وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ (٢٦) لا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ (٢٧) يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلا يَشْفَعُونَ إِلا لِمَنِ ارْتَضَى وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ (٢٨) وَمَنْ يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّي إِلَهٌ مِنْ دُونِهِ فَذَلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَ كَذَلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ  (٢٩)

Terjemah Surat Al Anbiya Ayat 21-29

21. [1]Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi[2], yang dapat menghidupkan (orang-orang mati)[3]?

22. Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa[4]. Mahasuci Allah yang memiliki 'Arsy dari apa yang mereka[5] sifatkan[6].

23. Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakan[7], tetapi merekalah yang akan ditanya[8].

24. [9]Atau apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain Dia? Katakanlah (Muhammad), "Kemukakanlah alasan-alasanmu[10]! (Al Quran) ini adalah peringatan bagi orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang sebelumku[11].” Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui yang hak (kebenaran)[12], karena itu mereka berpaling[13].

25. Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad) melainkan Kami wahyukan kepadanya, "Bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Aku, maka sembahlah Aku[14].”

Tafsir Al Anbiya Ayat 11-20

Ayat 11-20: Peringatan dan ancaman serta menyebutkan kebinasaan orang-orang terdahulu, dan bahwa semua yang ada bertasbih menyucikan Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

وَكَمْ قَصَمْنَا مِنْ قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً وَأَنْشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا آخَرِينَ       (١١) فَلَمَّا أَحَسُّوا بَأْسَنَا إِذَا هُمْ مِنْهَا يَرْكُضُونَ (١٢)لا تَرْكُضُوا وَارْجِعُوا إِلَى مَا أُتْرِفْتُمْ فِيهِ وَمَسَاكِنِكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْأَلُونَ   (١٣) قَالُوا يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ (١٤) فَمَا زَالَتْ تِلْكَ دَعْوَاهُمْ حَتَّى جَعَلْنَاهُمْ حَصِيدًا خَامِدِينَ (١٥) وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لاعِبِينَ (١٦) لَوْ أَرَدْنَا أَنْ نَتَّخِذَ لَهْوًا لاتَّخَذْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا إِنْ كُنَّا فَاعِلِينَ (١٧) بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ وَلَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَ (١٨) وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَنْ عِنْدَهُ لا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلا يَسْتَحْسِرُونَ (١٩) يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لا يَفْتُرُونَ           (٢٠)

Terjemah Surat Al Anbiya Ayat 11-20

11. [1]Dan berapa banyak (penduduk) negeri yang zalim[2] yang teIah Kami binasakan, dan Kami jadikan generasi yang lain setelah mereka itu (sebagai penggantinya).

12. Maka ketika mereka merasakan azab Kami[3], tiba-tiba mereka melarikan diri dari (negeri)nya itu.

13. Janganlah kamu lari tergesa-gesa[4]; kembalilah kamu kepada kesenangan hidupmu dan tempat-tempat kediamanmu (yang baik), agar kamu ditanya[5].

14. Mereka berkata, "Betapa celaka kami, sungguh, kami orang-orang yang zaIim[6].”

15. Maka demikianlah keluhan mereka berkepanjangan[7], sehingga mereka Kami jadikan sebagai tanaman yang telah dituai[8], yang tidak dapat hidup lagi[9].

Tafsir Al Anbiya Ayat 1-10

Juz 17

Surah Al Anbiya’ (Para Nabi)

Surah ke-21. 112 ayat. Makkiyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-10: Membicarakan tentang dekatnya hari Kiamat dan agar manusia mempersiapkan diri untuk menghadapinya, keadaan manusia yang lalai terhadapnya dan terhadap Al Qur’an, cemoohan kaum musyrik terhadap kerasulan Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan terhadap wahyu yang dibawanya serta bantahan Al Qur’an terhadapnya, menyebutkan sifat para rasul, dan bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala membela mereka dan membinasakan orang-orang kafir.

اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ (١) مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنْ رَبِّهِمْ مُحْدَثٍ إِلا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ (٢) لاهِيَةً قُلُوبُهُمْ وَأَسَرُّوا النَّجْوَى الَّذِينَ ظَلَمُوا هَلْ هَذَا إِلا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ أَفَتَأْتُونَ السِّحْرَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ (٣) قَالَ رَبِّي يَعْلَمُ الْقَوْلَ فِي السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (٤) بَلْ قَالُوا أَضْغَاثُ أَحْلامٍ بَلِ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌ فَلْيَأْتِنَا بِآيَةٍ كَمَا أُرْسِلَ الأوَّلُونَ (٥) مَا آمَنَتْ قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا أَفَهُمْ يُؤْمِنُونَ (٦) وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلا رِجَالا نُوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ (٧) وَمَا جَعَلْنَاهُمْ جَسَدًا لا يَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَمَا كَانُوا خَالِدِينَ (٨) ثُمَّ صَدَقْنَاهُمُ الْوَعْدَ فَأَنْجَيْنَاهُمْ وَمَنْ نَشَاءُ وَأَهْلَكْنَا الْمُسْرِفِينَ (٩) لَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ أَفَلا تَعْقِلُونَ (١٠

Terjemah Surat Al Anbiya Ayat 1-10

1. [1]Telah semakin dekat kepada manusia hari menghisab amal mereka[2], sedang mereka dalam lalai (dengan dunia)[3] lagi berpaling (dari akhirat)[4].

2. Setiap diturunkan kepada mereka ayat-ayat yang baru dari Tuhan[5], mereka mendengarkannya[6] sambil bermain-main[7],

3. hati mereka dalam keadaan lalai[8]. Dan orang-orang yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka[9], "Orang ini (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang manusia (juga) seperti kamu. Apakah kamu menerima sihir itu[10], padahal kamu menyaksikannya[11]?"

4. Dia (Muhammad) berkata, "Tuhanku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi[12], dan Dia Maha Mendengar[13] lagi Maha Mengetahui[14]!”

5. Bahkan mereka mengatakan, "(Al Quran itu buah) mimpi-mimpi yang kacau[15], atau hasil rekayasanya (Muhammad), atau bahkan dia hanya seorang penyair[16], cobalah dia datangkan kepada kita suatu tanda (bukti), seperti halnya rasul-rasul yang diutus dahulu[17].”