Tampilkan postingan dengan label Tafsir Al An'aam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsir Al An'aam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Februari 2013

Tafsir Al An’aam Ayat 152-165

Ayat 152-153: Perhatian Islam terhadap anak yatim, menjaga hartanya, serta perintah memenuhi hak kepada yang memiliki hak dan mengikuti kebenaran

وَلا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّى يَبْلُغَ أَشُدَّهُ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ لا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (١٥٢) وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٥٣

 

Terjemah Surat Al An’aam Ayat 152-153

152. Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim[1], kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat[2], sampai dia mencapai (usia) dewasa[3]. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil[4]. Kami tidak membebani sesorang melainkan menurut kesanggupannya[5]. Apabila kamu berbicara, bicaralah sejujurnya, sekalipun dia kerabat(mu)[6] dan penuhilah janji Allah[7]. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat.”

153. Dan sungguh, inilah[8] jalan-Ku yang lurus[9]. Maka ikutilah![10] Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain)[11] yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya[12]. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.

Tafsir Al An’aam Ayat 143-151

Ayat 143-144: Mendustakan sikap kaum jahiliyah yang menghalalkan atau mengharamkan tanpa ada izin dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala

ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ مِنَ الضَّأْنِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْمَعْزِ اثْنَيْنِ قُلْ آلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ الأنْثَيَيْنِ أَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ الأنْثَيَيْنِ نَبِّئُونِي بِعِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (١٤٣) وَمِنَ الإبِلِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْبَقَرِ اثْنَيْنِ قُلْ آلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ الأنْثَيَيْنِ أَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ الأنْثَيَيْنِ أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ وَصَّاكُمُ اللَّهُ بِهَذَا فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا لِيُضِلَّ النَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (١٤٤

Terjemah Surat Al An’aam Ayat 143-144

143. Ada delapan hewan ternak yang berpasangan (empat pasang)[1]; sepasang domba[2] dan sepasang kambing[3]. Katakanlah[4], "Apakah yang diharamkan Allah dua yang jantan atau dua yang betina[5] atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya[6]?" Terangkanlah kepadaku berdasar pengetahuan jika kamu orang yang benar[7],

144. Dan dari unta sepasang dan dari sapi sepasang. Katakanlah, "Apakah yang diharamkan dua yang jantan atau dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Apakah kamu menjadi saksi ketika Allah menetapkan ini bagimu? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa pengetahuan?" Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Rabu, 06 Februari 2013

Tafsir Al An’aam Ayat 132-142

Ayat 132-135: Allah Subhaanahu wa Ta'aala Mahakaya tidak membutuhkan alam semesta, dan bahwa derajat seseorang seimbang dengan amalnya

وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِمَّا عَمِلُوا وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ         (١٣٢) وَرَبُّكَ الْغَنِيُّ ذُو الرَّحْمَةِ إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَسْتَخْلِفْ مِنْ بَعْدِكُمْ مَا يَشَاءُ كَمَا أَنْشَأَكُمْ مِنْ ذُرِّيَّةِ قَوْمٍ آخَرِينَ (١٣٣) إِنَّ مَا تُوعَدُونَ لآتٍ وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ     (١٣٤) قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَى مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَنْ تَكُونُ لَهُ عَاقِبَةُ الدَّارِ إِنَّهُ لا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ (١٣٥

Terjemah Surat Al An’aam Ayat 132-135

132. Dan masing-masing orang[1] ada tingkatannya[2], (sesuai) dengan apa yang mereka kerjakan[3]. Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan[4].

133. Dan Tuhanmu Mahakaya[5] lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki, Dia akan memusnahkan kamu dan setelah kamu (musnah) akan Dia ganti dengan yang Dia kehendaki, sebagaimana Dia menjadikan kamu dari keturunan golongan lain[6].

134. Sesungguhnya apa pun yang dijanjikan[7] kepadamu pasti datang dan kamu tidak mampu menolaknya.

Selasa, 05 Februari 2013

Tafsir Al An’aam Ayat 122-131

Ayat 122-125: Menerangkan bahwa manusia ada dua golongan; ada yang mendapat petunjuk karena Allah sinari hatinya dengan iman, dan ada pula yang tersesat karena mengikuti hawa nafsunya dan setan

أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (١٢٢) وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا فِيهَا وَمَا يَمْكُرُونَ إِلا بِأَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ (١٢٣) وَإِذَا جَاءَتْهُمْ آيَةٌ قَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ حَتَّى نُؤْتَى مِثْلَ مَا أُوتِيَ رُسُلُ اللَّهِ اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ سَيُصِيبُ الَّذِينَ أَجْرَمُوا صَغَارٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا كَانُوا يَمْكُرُونَ (١٢٤) فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلإسْلامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ (١٢٥

Terjemah Surat Al An’aam Ayat 122-125

122. Dan apakah orang yang sudah mati[1] lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya[2] yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak[3], sama dengan orang yang berada dalam kegelapan[4], sehingga dia tidak dapat keluar dari sana?[5] Demikianlah[6] dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan[7].

123. Dan Demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat[8] agar melakukan tipu daya di negeri itu[9]. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya[10].

Tafsir Al An’aam Ayat 111-121

Juz 8

Ayat 111-113: Permusuhan orang-orang yang berada di atas kebatilan kepada orang-orang yang yang berada di atas kebenaran

وَلَوْ أَنَّنَا نَزَّلْنَا إِلَيْهِمُ الْمَلائِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتَى وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلا مَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا إِلا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ (١١١) وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ (١١٢) وَلِتَصْغَى إِلَيْهِ أَفْئِدَةُ الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوا مَا هُمْ مُقْتَرِفُونَ (١١٣

Terjemah Surat Al An’aam Ayat 111-113

111. Sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka[1] dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan)[2], mereka tidak (juga) akan beriman[3], kecuali jika Allah menghendaki. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran).

112.[4] Dan demikianlah untuk setiap Nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin[5], sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan[6]. Kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama kebohongan yang mereka ada-adakan.

Tafsir Al An’aam Ayat 95-110

Ayat 95-99: Di antara dalil yang ada di alam semesta yang menunjukkan keesaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, kekuasaan-Nya dan karunia-Nya kepada hamba-hamba-Nya, serta perintah memikirkan makhluk ciptaan-Nya

إِنَّ اللَّهَ فَالِقُ الْحَبِّ وَالنَّوَى يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ الْمَيِّتِ مِنَ الْحَيِّ ذَلِكُمُ اللَّهُ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ (٩٥) فَالِقُ الإصْبَاحِ وَجَعَلَ اللَّيْلَ سَكَنًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَانًا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ (٩٦) وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ النُّجُومَ لِتَهْتَدُوا بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ قَدْ فَصَّلْنَا الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ (٩٧) وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ فَمُسْتَقَرٌّ وَمُسْتَوْدَعٌ قَدْ فَصَّلْنَا الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَفْقَهُونَ (٩٨) وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ انْظُرُوا إِلَى ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ إِنَّ فِي ذَلِكُمْ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ                 (٩٩)

Terjemah Surat Al An’aam Ayat 95-99

95.[1] Sungguh, Allah yang menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (kurma)[2]. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati[3] dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup[4]. Itulah (kekuasaan) Allah, maka mengapa kamu masih berpaling[5]?

96. Dia menyingsingkan pagi[6] dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan[7]. Itulah ketetapan Allah yang Mahaperkasa[8] lagi Maha Mengetahui[9].

97. Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut[10]. Kami telah menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.

Tafsir Al An’aam Ayat 84-94

Ayat 84-90: Rombongan para nabi dan perintah mengikuti mereka

وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ كُلا هَدَيْنَا وَنُوحًا هَدَيْنَا مِنْ قَبْلُ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِ دَاوُدَ وَسُلَيْمَانَ وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ وَمُوسَى وَهَارُونَ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (٨٤) وَزَكَرِيَّا وَيَحْيَى وَعِيسَى وَإِلْيَاسَ كُلٌّ مِنَ الصَّالِحِينَ (٨٥) وَإِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَيُونُسَ وَلُوطًا وَكُلا فَضَّلْنَا عَلَى الْعَالَمِينَ (٨٦) وَمِنْ آبَائِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَإِخْوَانِهِمْ وَاجْتَبَيْنَاهُمْ وَهَدَيْنَاهُمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (٨٧) ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٨٨) أُولَئِكَ الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ فَإِنْ يَكْفُرْ بِهَا هَؤُلاءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَيْسُوا بِهَا بِكَافِرِينَ (٨٩) أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهِ قُلْ لا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرَى لِلْعَالَمِينَ       (٩٠)

Terjemah Surat Al An’aam Ayat 84-90

84.[1] Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Ya'qub[2] kepadanya. Kepada masing-masing telah Kami beri petunjuk[3]; dan sebelum itu Kami telah memberi petunjuk kepada Nuh, dan kepada sebagian dari keturunannya[4] yaitu Dawud, Sulaiman[5], Ayyub, Yusuf[6], Musa, dan Harun[7]. Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik[8].

85. Dan Zakaria, Yahya[9], Isa[10] dan Ilyas[11]. Semuanya Termasuk orang-orang yang saleh.

Tafsir Al An’aam Ayat 74-83

Ayat 74-79: Cara Nabi Ibrahim 'alaihis salam mengajak kaumnya kepada tauhid, dialog Beliau dengan bapaknya dan kaumnya, serta penegakkannya hujjah terhadap mereka

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لأبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةً إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ (٧٤) وَكَذَلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ (٧٥) فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَى كَوْكَبًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لا أُحِبُّ الآفِلِينَ   (٧٦) فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لأكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ (٧٧) فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَذَا رَبِّي هَذَا أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ (٧٨) إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ          (٧٩)

Terjemah Surat Al An’aam Ayat 74-79

74. Dan (ingatlah) ketika Ibrahim[1] berkata kepada ayahnya, Aazar[2], "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan?"[3] Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata."[4]

75. Dan demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi[5], dan agar dia termasuk orang-orang yang yakin.

76. Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang[6] (lalu) dia berkata[7], "Inikah Tuhanku?"[8] Maka ketika bintang itu terbenam dia berkata, "Aku tidak suka kepada yang terbenam[9]."

Tafsir Al An’aam Ayat 66-73

Ayat 66-68: Menjauhi majlis orang-orang yang mengolok-olokkan firman Allah dan mendustakan agama

وَكَذَّبَ بِهِ قَوْمُكَ وَهُوَ الْحَقُّ قُلْ لَسْتُ عَلَيْكُمْ بِوَكِيلٍ (٦٦)لِكُلِّ نَبَإٍ مُسْتَقَرٌّ وَسَوْفَ تَعْلَمُونَ (٦٧) وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَى مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ (٦٨

Terjemah Surat Al An’aam Ayat 66-68

66. Dan kaummu mendustakannya (azab)[1] padahal azab itu benar adanya. Katakanlah (Muhammad), "Aku ini bukanlah penanggung jawab kamu[2]."

67. [3] Setiap berita (yang dibawa oleh rasul) ada (waktu) terjadinya[4] dan kelak kamu akan mengetahui.

68. Apabila kamu (Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami[5], maka tinggalkanlah mereka[6] hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Dan jika setan benar-benar menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka setelah ingat kembali janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim[7].

Tafsir Al An’aam Ayat 56-65

Ayat 56-59: Memerintah dan menetapkan adalah hak Allah Subhaanahu wa Ta'aala saja, serta menjelaskan kunci-kunci yang gaib, dimana hal itu tidak diketahui kecuali oleh-Nya saja

قُلْ إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ قُلْ لا أَتَّبِعُ أَهْوَاءَكُمْ قَدْ ضَلَلْتُ إِذًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُهْتَدِينَ (٥٦) قُلْ إِنِّي عَلَى بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَكَذَّبْتُمْ بِهِ مَا عِنْدِي مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِ إِنِ الْحُكْمُ إِلا لِلَّهِ يَقُصُّ الْحَقَّ وَهُوَ خَيْرُ الْفَاصِلِينَ (٥٧) قُلْ لَوْ أَنَّ عِنْدِي مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِ لَقُضِيَ الأمْرُ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالظَّالِمِينَ (٥٨) وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لا يَعْلَمُهَا إِلا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلا يَعْلَمُهَا وَلا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأرْضِ وَلا رَطْبٍ وَلا يَابِسٍ إِلا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ       (٥٩)

Terjemah Surat Al An’aam Ayat 56-59

56. Katakanlah (Muhammad)[1], "Aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah[2]." Katakanlah, "Aku tidak akan mengikuti keinginanmu. Jika berbuat demikian, sungguh tersesatlah aku dan aku tidak termasuk orang yang mendapat petunjuk."

57. Katakanlah (Muhammad), "Aku berada di atas keterangan yang nyata (Al Quran) dari Tuhanku[3], sedangkan kamu mendustakannya. Bukanlah kewenanganku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan (hukum itu) hanyalah hak Allah[4]. Dia menerangkan kebenaran[5] dan Dia pemberi keputusan yang terbaik[6]."

Tafsir Al An’aam Ayat 42-55

Ayat 42-45: Hikmah diberikan cobaan berupa kemelaratan dan kesengsaraan, serta cobaan berupa kesenangan dan kenikmatan

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَى أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ (٤٢) فَلَوْلا إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٤٣) فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ (٤٤) فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ               (٤٥)

Terjemah Surat Al An’aam Ayat 42-45

42. Dan Sungguh, Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum kamu[1], kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan[2], agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati[3].

43. Tetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan[4].

Tafsir Al An’aam Ayat 33-41

Ayat 33-35: Hiburan bagi Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam terhadap hal yang menimpa Beliau berupa sikap keras kaum musyrik, dan bahwa semua rasul disakiti dan didustakan, akan tetapi mereka bersabar

قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُ لَيَحْزُنُكَ الَّذِي يَقُولُونَ فَإِنَّهُمْ لا يُكَذِّبُونَكَ وَلَكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ (٣٣) وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَى مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّى أَتَاهُمْ نَصْرُنَا وَلا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ نَبَإِ الْمُرْسَلِينَ (٣٤) وَإِنْ كَانَ كَبُرَ عَلَيْكَ إِعْرَاضُهُمْ فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَبْتَغِيَ نَفَقًا فِي الأرْضِ أَوْ سُلَّمًا فِي السَّمَاءِ فَتَأْتِيَهُمْ بِآيَةٍ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدَى فَلا تَكُونَنَّ مِنَ الْجَاهِلِينَ (٣٥

Terjemah Surat Al An’aam Ayat 33-35

33. Sungguh, Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (Muhammad)[1], (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakan kamu[2], tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah[3].

34.[4] Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamu pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka[5]. Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan) Allah. Dan sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu[6].

Tafsir Al An’aam Ayat 21-32

Ayat 21-26: Sikap orang-orang yang mengingkari Al Qur’an dan bagaimana penyesalan mereka yang mendalam pada hari Kiamat

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِ إِنَّهُ لا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ (٢١) وَيَوْمَ نَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشْرَكُوا أَيْنَ شُرَكَاؤُكُمُ الَّذِينَ كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ (٢٢) ثُمَّ لَمْ تَكُنْ فِتْنَتُهُمْ إِلا أَنْ قَالُوا وَاللَّهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشْرِكِينَ (٢٣) انْظُرْ كَيْفَ كَذَبُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ (٢٤)وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ وَجَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لا يُؤْمِنُوا بِهَا حَتَّى إِذَا جَاءُوكَ يُجَادِلُونَكَ يَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَذَا إِلا أَسَاطِيرُ الأوَّلِينَ (٢٥) وَهُمْ يَنْهَوْنَ عَنْهُ وَيَنْأَوْنَ عَنْهُ وَإِنْ يُهْلِكُونَ إِلا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ (٢٦

Terjemah Surat Al An’aam Ayat 21-26

21. Dan siapakah yang lebih zalim[1] daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah[2], atau mendustakan ayat-ayat-Nya?[3] Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung.

22. Dan (ingatlah), pada hari ketika Kami mengumpulkan mereka semua kemudian Kami berfirman kepada orang-orang yang menyekutukan Allah[4], "Dimanakah sembahan-sembahanmu yang dahulu kamu sangka (sekutu-sekutu kami)?".

23. Kemudian tidaklah ada jawaban bohong mereka, kecuali mengatakan, "Demi Allah, ya Tuhan Kami, tidaklah Kami mempersekutukan Allah."

Tafsir Al An’aam Ayat 12-20

Ayat 12-18: Menetapkan keesaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, tindakan-Nya dalam kerajaan-Nya, serta rahmat-Nya yang luas kepada hamba-hamba-Nya

قُلْ لِمَنْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ قُلْ لِلَّهِ كَتَبَ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لا رَيْبَ فِيهِ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فَهُمْ لا يُؤْمِنُونَ (١٢) وَلَهُ مَا سَكَنَ فِي اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (١٣) قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيًّا فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلا يُطْعَمُ قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَسْلَمَ وَلا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ (١٤) قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ (١٥) مَنْ يُصْرَفْ عَنْهُ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمَهُ وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْمُبِينُ (١٦) وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلا كَاشِفَ لَهُ إِلا هُوَ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (١٧) وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ (١٨

Terjemah Surat Al An’aam Ayat 12-18

12. Katakanlah (Muhammad)[1], "Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi[2]." Katakanlah, "Milik Allah."[3] Dia telah menetapkan (sifat) kasih sayang pada diri-Nya[4]. Dia sungguh akan mengumpulkan kamu pada hari kiamat yang tidak diragukan lagi[5]. (Namun) orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman[6].

13.[7] Dan milik-Nyalah[8] segala apa yang ada pada malam dan siang hari[9]. Dia Maha Mendengar[10] lagi Maha Mengetahui[11].

Tafsir Al An’aam Ayat 1-11

Surah Al An'aam (Binatang Ternak)

Surah ke-6. 165 ayat. Makkiyyah kecuali beberapa ayat, yaitu ayat 20, 23, 91, 93, 114, 141, 151, 152 dan 153, ayat-ayat tersebut adalah Madaniyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-3: Keberhakan Allah Subhaanahu wa Ta'aala untuk diibadahi yang tampak pada ciptaan-Nya serta bukti-buktinya dalam alam semesta dan pada diri manusia

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ (١) هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ ثُمَّ قَضَى أَجَلا وَأَجَلٌ مُسَمًّى عِنْدَهُ ثُمَّ أَنْتُمْ تَمْتَرُونَ (٢)وَهُوَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَفِي الأرْضِ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ (٣

Terjemah Surat Al An’aam Ayat 1-3

1.Segala puji bagi Allah[1] yang telah menciptakan langit dan bumi[2], dan menjadikan gelap dan terang[3], namun demikian orang-orang kafir masih mempersekutukan Tuhan mereka dengan sesuatu.

2. Dialah yang menciptakan kamu dari tanah[4], kemudian Dia menetapkan ajal (kematianmu)[5], dan batas waktu tertentu[6] yang hanya diketahui oleh-Nya. Namun demikian kamu masih meragukannya[7].

3. Dan Dialah Allah (yang disembah), di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan dan mengetahui (pula) apa yang kamu kerjakan[8].