Tampilkan postingan dengan label Juz 17. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Juz 17. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Maret 2013

Tafsir Al Hajj Ayat 67-78

Ayat 67-72: Setiap umat mempunyai syariat tertentu, pengarahan umat Islam terhadap tanggungjawabnya dalam dakwah dan agar tidak menghabiskan waktu meladeni orang-orang yang ingkar agama.

لِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا هُمْ نَاسِكُوهُ فَلا يُنَازِعُنَّكَ فِي الأمْرِ وَادْعُ إِلَى رَبِّكَ إِنَّكَ لَعَلَى هُدًى مُسْتَقِيمٍ (٦٧) وَإِنْ جَادَلُوكَ فَقُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُونَ (٦٨) اللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ (٦٩) أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاءِ وَالأرْضِ إِنَّ ذَلِكَ فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (٧٠) وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَمَا لَيْسَ لَهُمْ بِهِ عِلْمٌ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ (٧١) وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ تَعْرِفُ فِي وُجُوهِ الَّذِينَ كَفَرُوا الْمُنْكَرَ يَكَادُونَ يَسْطُونَ بِالَّذِينَ يَتْلُونَ عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا قُلْ أَفَأُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَلِكُمُ النَّارُ وَعَدَهَا اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَبِئْسَ الْمَصِيرُ (٧٢

Terjemah Surat Al Hajj ayat 67-72

67. Bagi setiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu[1] yang (harus) mereka amalkan, maka tidak sepantasnya mereka berbantahan dengan engkau dalam urusan (syariat) ini[2], dan serulah (mereka) kepada Tuhanmu. Sungguh, engkau (Muhammad) berada di jalan yang lurus[3].

68. Dan jika mereka membantah engkau[4], maka katakanlah, "Allah lebih tahu tentang apa yang kamu kerjakan[5].”  

69. Allah akan mengadili di antara kamu[6] pada hari kiamat tentang apa yang dahulu kamu memperselisihkannya.

70. Tidakkah engkau tahu bahwa Allah mengetahui apa yang di langit dan di bumi? Sungguh, yang demikian itu sudah terdapat dalam sebuah kitab[7]. Sesungguhnya yang demikian itu sangat mudah bagi Allah.

71. [8]Dan mereka menyembah selain Allah, tanpa dasar yang jelas tentang itu, dan mereka tidak mempunyai pengetahuan (pula) tentang itu[9]. Bagi orang-orang yang zalim[10] tidak ada seorang penolong pun[11].

72. Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami[12] yang terang, niscaya engkau akan melihat (tanda-tanda) keingkaran pada wajah orang-orang yang kafir itu[13]. Hampir-hampir mereka menyerang[14] orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka. Katakanlah (Muhammad), "Apakah akan aku kabarkan kepadamu (mengenai sesuatu) yang lebih buruk daripada itu, (yaitu) neraka?" Allah telah mengancamkannya (neraka) kepada orang-orang kafir. Dan (neraka itu) seburuk-buruk tempat kembali.

Tafsir Al Hajj Ayat 58-66

Ayat 58-66: Menerangkan keutamaan orang-orang yang berhijrah dan balasan untuk mereka, bolehnya membalas serangan dengan serangan yang serupa untuk membela diri dan agama, nikmat Allah kepada manusia, dan pentingnya memikirkan bukti kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوا أَوْ مَاتُوا لَيَرْزُقَنَّهُمُ اللَّهُ رِزْقًا حَسَنًا وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ (٥٨) لَيُدْخِلَنَّهُمْ مُدْخَلا يَرْضَوْنَهُ وَإِنَّ اللَّهَ لَعَلِيمٌ حَلِيمٌ (٥٩) ذَلِكَ وَمَنْ عَاقَبَ بِمِثْلِ مَا عُوقِبَ بِهِ ثُمَّ بُغِيَ عَلَيْهِ لَيَنْصُرَنَّهُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ (٦٠) ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ (٦١)ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ (٦٢) أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَتُصْبِحُ الأرْضُ مُخْضَرَّةً إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ (٦٣) لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ (٦٤) أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ وَالْفُلْكَ تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ وَيُمْسِكُ السَّمَاءَ أَنْ تَقَعَ عَلَى الأرْضِ إِلا بِإِذْنِهِ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ (٦٥) وَهُوَ الَّذِي أَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ إِنَّ الإنْسَانَ لَكَفُورٌ (٦٦

Terjemah Surat Al Hajj Ayat 58-66

58. [1]Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka terbunuh atau mati, sungguh, Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik[2] (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah pemberi rezeki yang terbaik.

59. Sungguh, Dia (Allah) pasti akan memasukkan mereka ke tempat masuk (surga) yang mereka sukai[3]. Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui[4] lagi Maha Penyantun[5].

60. Demikianlah[6], dan barang siapa membalas seimbang dengan kezaliman (penganiayaan) yang pernah dia derita[7] kemudian dia dizalimi (lagi)[8], pasti Allah akan menolongnya. Sungguh, Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun[9].

61. Demikianlah[10] karena Allah (kuasa) memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam[11] dan sungguh, Allah Maha Mendengar[12] lagi Maha Melihat[13].

Tafsir Al Hajj Ayat 42-57

Ayat 42-48: Ayat-ayat Allah sebagai penawar hati Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, ancaman bagi orang-orang yang mendustakan Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam, dan perintah agar mengambil pelajaran dari umat-umat yang kafir yang telah dibinasakan.

 وَإِنْ يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَعَادٌ وَثَمُودُ (٤٢) وَقَوْمُ إِبْرَاهِيمَ وَقَوْمُ لُوطٍ (٤٣) وَأَصْحَابُ مَدْيَنَ وَكُذِّبَ مُوسَى فَأَمْلَيْتُ لِلْكَافِرِينَ ثُمَّ أَخَذْتُهُمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ (٤٤) فَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ فَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا وَبِئْرٍ مُعَطَّلَةٍ وَقَصْرٍ مَشِيدٍ (٤٥) أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الأرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لا تَعْمَى الأبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ (٤٦) وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ وَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ (٤٧) وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ أَمْلَيْتُ لَهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ ثُمَّ أَخَذْتُهَا وَإِلَيَّ الْمَصِيرُ (٤٨

Terjemah Surat Al Hajj Ayat 42-48

42. [1]Dan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakan engkau (Muhammad), Begitu pulalah kaum-kaum yang sebelum mereka, kaum Nuh, 'Aad dan Tsamud (juga telah mendustakan rasul-rasul-Nya),

43. Dan (demikian juga) kaum Ibrahim dan kaum Luth,

44. Dan penduduk Madyan. Dan Musa (juga) telah didustakan[2], namun Aku beri tenggang waktu kepada orang-orang kafir[3], kemudian Aku siksa mereka, maka betapa hebatnya siksaan-Ku[4].

45. Maka betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan[5] karena penduduknya dalam keadaan zalim[6], sehingga runtuh bangunan-bangunan dan (betapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan[7] dan istana yang tinggi (tidak ada penghuninya)[8],

46. [9]Maka tidak pernahkah mereka berjalan[10] di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami[11], telinga mereka dapat mendengar[12]? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada[13].

47. Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar azab itu disegerakan[14], padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya[15]. Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu[16].

48. Dan betapa banyak negeri yang Aku tangguhkan penghancurannya[17], karena penduduknya berbuat zalim[18], kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah tempat kembali (segala sesuatu)[19].

Ayat 49-57: Tugas rasul adalah me

Tafsir Al Hajj Ayat 30-41

Ayat 30-37: Memuliakan apa yang terhormat di sisi Allah, membatalkan kebiasaan kaum Jahiliyyah, menerangkan hewan hadyu dan kurban, dan bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala tidak menerima amal kecuali yang ikhlas karena-Nya.

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَأُحِلَّتْ لَكُمُ الأنْعَامُ إِلا مَا يُتْلَى عَلَيْكُمْ فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الأوْثَانِ وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ (٣٠) حُنَفَاءَ لِلَّهِ غَيْرَ مُشْرِكِينَ بِهِ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ (٣١) ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ    (٣٢) لَكُمْ فِيهَا مَنَافِعُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ مَحِلُّهَا إِلَى الْبَيْتِ الْعَتِيقِ (٣٣) وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ (٣٤) الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَالصَّابِرِينَ عَلَى مَا أَصَابَهُمْ وَالْمُقِيمِي الصَّلاةِ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (٣٥) وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (٣٦) لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ (٣٧

Terjemah Surat Al Hajj Ayat 30-37

30. Demikianlah (perintah Allah)[1]. Dan barang siapa mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah (hurumat)[2], maka itu lebih baik baginya di sisi Tuhannya. [3]Dan dihalalkan bagi kamu semua hewan ternak, kecuali yang diterangkan kepadamu (keharamannya)[4], maka jauhilah (penyembahan) berhala-berhala yang najis itu[5] dan jauhilah perkataan dusta[6].

31. (Beribadahlah) dengan ikhlas kepada Allah[7], tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka seakan-akan dia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh[8].

32. Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan[9] syi'ar-syi'ar Allah[10] maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati[11].

33. Bagi kamu padanya (hewan hadyu)[12] ada beberapa manfaat[13] sampai waktu yang ditentukan, kemudian tempat penyembelihannya adalah di sekitar Baitul Atiq (Baitullah).

34. Dan bagi setiap umat[14] telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban)[15], agar mereka menyebut nama Allah[16] rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa[17], karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya[18]. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira[19] kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)[20]

Tafsir AL Hajj Ayat 14-29

Ayat 14-16: Balasan terhadap orang yang beriman dan beramal saleh dan pertolongan Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam.

إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ (١٤) مَنْ كَانَ يَظُنُّ أَنْ لَنْ يَنْصُرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ إِلَى السَّمَاءِ ثُمَّ لْيَقْطَعْ فَلْيَنْظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُ مَا يَغِيظُ (١٥) وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَاهُ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ وَأَنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يُرِيدُ (١٦

Terjemah Surat Al Hajj Ayat 14-16

14. [1]Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh[2] ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Sungguh, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki[3].

15. Barang siapa menyangka bahwa Allah tidak akan menolongnya (Muhammad) di dunia dan di akhirat[4], maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit[5], lalu menggantung diri[6], kemudian pikirkanlah apakah tipu dayanya[7] itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya[8].

16. Dan demikianlah[9] Kami telah menurunkan Al Quran yang merupakan ayat-ayat yang nyata[10]; [11]sesungguhnya Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.

Ayat 17-18: Informasi tentang berbagai agama dan keputusan Allah terhadapnya, dan bahwa orang-orang mukmin di surga sedangkan orang-orang kafir di neraka, serta tunduknya segala sesuatu kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

Tafsir Al Hajj Ayat 1-13

Surah Al Hajj (Haji)

Surah ke-22. 78 ayat. Madaniyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-2: Di antara peristiwa dahsyat pada hari Kiamat, terjadinya hari Kiamat dan seruan kepada semua manusia agar bertakwa kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

 يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ (١) يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ (٢

Terjemah Surat Al Hajj Ayat 1-2

1. [1]Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu[2]; sungguh, guncangan (hari) kiamat[3] itu adalah suatu kejadian yang sangat besar[4].

2. (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihat guncangan itu, semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya[5], dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya[6], dan kamu melihat[7] manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras[8].

Ayat 3-4: Celaan terhadap orang-orang yang membantah Allah, penjelasan bahwa setan adalah musuh bagi manusia dan akan menyesatkannya dari jalan yang benar serta membawanya ke azab neraka.

Selasa, 26 Maret 2013

Tafsir Al Anbiya Ayat 96-112

Ayat 96-100: Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj merupakan tanda dekatnya hari Kiamat.

حَتَّى إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ      (٩٦) وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَا وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَذَا بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ       (٩٧) إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنْتُمْ لَهَا وَارِدُونَ (٩٨) لَوْ كَانَ هَؤُلاءِ آلِهَةً مَا وَرَدُوهَا وَكُلٌّ فِيهَا خَالِدُونَ (٩٩) لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَهُمْ فِيهَا لا يَسْمَعُونَ                (١٠٠)

Terjemah Surat Al Anbiya Ayat 96-100

96. [1]Hingga apabila (tembok) Ya'juj dan Ma'juj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.

97. Dan (apabila) janji yang benar telah dekat[2], maka tiba-tiba mata orang-orang yang kafir terbelalak[3]. (Mereka berkata), "Alangkah celakanya kami! Kami benar-benar lengah tentang ini[4], bahkan kami benar-benar orang yang zalim[5].”

98. [6]Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah[7], adalah bahan bakar Jahannam. Kamu (pasti) masuk ke dalamnya.

99. Seandainya (berhala-berhala) itu tuhan[8], tentu mereka tidak akan memasukinya (neraka)[9]. Tetapi semuanya akan kekal di dalamnya.

100. Mereka merintih dan menjerit di dalamnya (neraka)[10] dan mereka di dalamnya tidak dapat mendengar[11].

Senin, 25 Maret 2013

Tafsir Al Anbiya Ayat 87-95

Ayat 87-88: Kisah Nabi Yunus ‘alaihis salam.

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (٨٧)فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (٨٨

Terjemah Surat Al Anbiya Ayat 87-95

87. [1]Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah[2], lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya[3], maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap[4], "Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim[5]."

88. Maka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan[6]. Dan demikianlah[7] Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman[8].

Ayat 89-91: Kisah Nabi Zakariyya, Nabi Yahya dan Nabi ‘Isa ‘alaihimus salam.

Tafsir Al Anbiya Ayat 74-86

Ayat 74-75: Kisah Nabi Luth ‘alaihis salam bersama kaumnya.

وَلُوطًا آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ تَعْمَلُ الْخَبَائِثَ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمَ سَوْءٍ فَاسِقِينَ (٧٤) وَأَدْخَلْنَاهُ فِي رَحْمَتِنَا إِنَّهُ مِنَ الصَّالِحِينَ (٧٥

Terjemah Surat Al Anbiya Ayat 74-75

74. [1]Dan kepada Luth, Kami berikan hikmah[2] dan ilmu, dan Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang melakukan perbuatan keji[3]. Sungguh, mereka orang-orang yang jahat lagi fasik,

75. Dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat kami[4]; sesungguhnya dia termasuk golongan orang yang saleh.

Ayat 76-77: Kaum Nabi Nuh ‘alaihis salam bersama kaumnya.

Tafsir Al Anbiya Ayat 62-73

Ayat 62-68: Penegakkan hujjah oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis salam kepada kaumnya dan bagaimana kaumnya berusaha membakarnya.

قَالُوا أَأَنْتَ فَعَلْتَ هَذَا بِآلِهَتِنَا يَا إِبْرَاهِيمُ (٦٢) قَالَ بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَذَا فَاسْأَلُوهُمْ إِنْ كَانُوا يَنْطِقُونَ (٦٣) فَرَجَعُوا إِلَى أَنْفُسِهِمْ فَقَالُوا إِنَّكُمْ أَنْتُمُ الظَّالِمُونَ (٦٤) ثُمَّ نُكِسُوا عَلَى رُءُوسِهِمْ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا هَؤُلاءِ يَنْطِقُونَ (٦٥) قَالَ أَفَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لا يَنْفَعُكُمْ شَيْئًا وَلا يَضُرُّكُمْ (٦٦) أُفٍّ لَكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَفَلا تَعْقِلُونَ (٦٧) قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ        (٦٨)

Terjemah Surat Al Anbiya Ayat 62-68

62. Mereka bertanya[1], "Apakah engkau yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, wahai Ibrahim?"

63. Dia (Ibrahim) menjawab, "Sebenarnya patung besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada mereka[2], jika mereka dapat berbicara.”  

64. Maka mereka kembali kepada kesadaran[3] dan berkata, "Sesungguhnya kamulah yang menzalimi (diri sendiri)[4].”

65. Kemudian mereka menundukkan kepala[5] (lalu berkata), "Engkau (Ibrahim) pasti tahu bahwa (berhala-berhala) itu tidak dapat berbicara[6]."

66. Dia (Ibrahim) berkata, “Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun[7], dan tidak (pula) mendatangkan mudharat kepada kamu[8]?

67. Celakalah kamu[9] dan apa yang kamu sembah selain Allah. Tidakkah kamu mengerti[10]?”

68. [11]Mereka berkata, "Bakarlah dia dan tolonglah tuhan-tuhan kamu[12], jika kamu benar-benar hendak berbuat[13].”

Tafsir Al Anbiya Ayat 48-61

Ayat 48-50: Kisah Nabi Musa dan Nabi Harun ‘alaihimas salam dan turunnya kitab Taurat.

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى وَهَارُونَ الْفُرْقَانَ وَضِيَاءً وَذِكْرًا لِلْمُتَّقِينَ (٤٨)الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَهُمْ مِنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُونَ (٤٩) وَهَذَا ذِكْرٌ مُبَارَكٌ أَنْزَلْنَاهُ أَفَأَنْتُمْ لَهُ مُنْكِرُونَ (٥٠

Terjemah Surat Al Anbiya Ayat 48-50

48. [1]Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa dan Harun, furqan (kitab Taurat)[2] dan penerangan[3] serta pelajaran[4] bagi orang-orang yang bertakwa[5],

49. (yaitu) orang-orang yang takut (azab) Tuhannya, sekalipun mereka tidak melihat-Nya[6], dan mereka merasa takut akan (peristiwa) hari kiamat.

50. Dan ini (Al Quran) adalah suatu peringatan[7] yang mempunyai berkah[8] yang telah Kami turunkan. Maka apakah kamu mengingkarinya?

Tafsir Al Anbiya Ayat 36-47

Ayat 36-41: Bagaimana orang-orang kafir mengolok-olok Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, penjelasan tentang lemahnya akal mereka dan bagaimana mereka ditimpa azab.

وَإِذَا رَآكَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَتَّخِذُونَكَ إِلا هُزُوًا أَهَذَا الَّذِي يَذْكُرُ آلِهَتَكُمْ وَهُمْ بِذِكْرِ الرَّحْمَنِ هُمْ كَافِرُونَ (٣٦) خُلِقَ الإنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلا تَسْتَعْجِلُونِ (٣٧) وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (٣٨) لَوْ يَعْلَمُ الَّذِينَ كَفَرُوا حِينَ لا يَكُفُّونَ عَنْ وُجُوهِهِمُ النَّارَ وَلا عَنْ ظُهُورِهِمْ وَلا هُمْ يُنْصَرُونَ       (٣٩) بَلْ تَأْتِيهِمْ بَغْتَةً فَتَبْهَتُهُمْ فَلا يَسْتَطِيعُونَ رَدَّهَا وَلا هُمْ يُنْظَرُونَ (٤٠) وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ (٤١

Terjemah Surat Al Anbiya Ayat 36-41

36. Dan apabila orang-orang kafir itu melihat engkau (Muhammad), mereka hanya memperlakukan engkau menjadi bahan ejekan[1]. (Mereka mengatakan), "Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhan-mu?" Padahal mereka orang yang ingkar jika disebut Allah Yang Maha Pengasih[2].

37. [3]Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa[4]. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku[5]. Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya[6].

38. Dan mereka berkata, "Kapankah janji itu[7] (akan datang), jika kamu orang yang benar[8]?"

39. Seandainya orang kafir itu mengetahui, ketika mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari wajah dan punggung mereka[9], sedang mereka tidak mendapat pertolongan (tentulah mereka tidak meminta disegerakan).

40. Sebenarnya (hari kiamat) itu akan datang kepada mereka secara tiba-tiba, lalu mereka menjadi panik; maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) diberi penangguhan (waktu)[10].

41. [11]Dan sungguh, rasul-rasul sebelum engkau (Muhammad) pun telah diperolok-olokkan, maka turunlah (siksaan) kepada orang yang mencemoohkan apa yang selalu mereka perolok-olokkan[12].

Tafsir Al Anbiya Ayat 21-35

Ayat 21-29: Perdebatan dengan kaum musyrik dalam hal keyakinan mereka, bukti atas kesalahan keyakinan mereka, dan menguatkan keesaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

أَمِ اتَّخَذُوا آلِهَةً مِنَ الأرْضِ هُمْ يُنْشِرُونَ (٢١) لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلا اللَّهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ (٢٢) لا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ (٢٣) أَمِ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ هَذَا ذِكْرُ مَنْ مَعِيَ وَذِكْرُ مَنْ قَبْلِي بَلْ أَكْثَرُهُمْ لا يَعْلَمُونَ الْحَقَّ فَهُمْ مُعْرِضُونَ (٢٤) وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدُونِ (٢٥) وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ (٢٦) لا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ (٢٧) يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلا يَشْفَعُونَ إِلا لِمَنِ ارْتَضَى وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ (٢٨) وَمَنْ يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّي إِلَهٌ مِنْ دُونِهِ فَذَلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَ كَذَلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ  (٢٩)

Terjemah Surat Al Anbiya Ayat 21-29

21. [1]Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi[2], yang dapat menghidupkan (orang-orang mati)[3]?

22. Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa[4]. Mahasuci Allah yang memiliki 'Arsy dari apa yang mereka[5] sifatkan[6].

23. Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakan[7], tetapi merekalah yang akan ditanya[8].

24. [9]Atau apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain Dia? Katakanlah (Muhammad), "Kemukakanlah alasan-alasanmu[10]! (Al Quran) ini adalah peringatan bagi orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang sebelumku[11].” Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui yang hak (kebenaran)[12], karena itu mereka berpaling[13].

25. Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad) melainkan Kami wahyukan kepadanya, "Bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Aku, maka sembahlah Aku[14].”

Tafsir Al Anbiya Ayat 11-20

Ayat 11-20: Peringatan dan ancaman serta menyebutkan kebinasaan orang-orang terdahulu, dan bahwa semua yang ada bertasbih menyucikan Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

وَكَمْ قَصَمْنَا مِنْ قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً وَأَنْشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا آخَرِينَ       (١١) فَلَمَّا أَحَسُّوا بَأْسَنَا إِذَا هُمْ مِنْهَا يَرْكُضُونَ (١٢)لا تَرْكُضُوا وَارْجِعُوا إِلَى مَا أُتْرِفْتُمْ فِيهِ وَمَسَاكِنِكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْأَلُونَ   (١٣) قَالُوا يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ (١٤) فَمَا زَالَتْ تِلْكَ دَعْوَاهُمْ حَتَّى جَعَلْنَاهُمْ حَصِيدًا خَامِدِينَ (١٥) وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لاعِبِينَ (١٦) لَوْ أَرَدْنَا أَنْ نَتَّخِذَ لَهْوًا لاتَّخَذْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا إِنْ كُنَّا فَاعِلِينَ (١٧) بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ وَلَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَ (١٨) وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَنْ عِنْدَهُ لا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلا يَسْتَحْسِرُونَ (١٩) يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لا يَفْتُرُونَ           (٢٠)

Terjemah Surat Al Anbiya Ayat 11-20

11. [1]Dan berapa banyak (penduduk) negeri yang zalim[2] yang teIah Kami binasakan, dan Kami jadikan generasi yang lain setelah mereka itu (sebagai penggantinya).

12. Maka ketika mereka merasakan azab Kami[3], tiba-tiba mereka melarikan diri dari (negeri)nya itu.

13. Janganlah kamu lari tergesa-gesa[4]; kembalilah kamu kepada kesenangan hidupmu dan tempat-tempat kediamanmu (yang baik), agar kamu ditanya[5].

14. Mereka berkata, "Betapa celaka kami, sungguh, kami orang-orang yang zaIim[6].”

15. Maka demikianlah keluhan mereka berkepanjangan[7], sehingga mereka Kami jadikan sebagai tanaman yang telah dituai[8], yang tidak dapat hidup lagi[9].

Tafsir Al Anbiya Ayat 1-10

Juz 17

Surah Al Anbiya’ (Para Nabi)

Surah ke-21. 112 ayat. Makkiyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-10: Membicarakan tentang dekatnya hari Kiamat dan agar manusia mempersiapkan diri untuk menghadapinya, keadaan manusia yang lalai terhadapnya dan terhadap Al Qur’an, cemoohan kaum musyrik terhadap kerasulan Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan terhadap wahyu yang dibawanya serta bantahan Al Qur’an terhadapnya, menyebutkan sifat para rasul, dan bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala membela mereka dan membinasakan orang-orang kafir.

اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ (١) مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنْ رَبِّهِمْ مُحْدَثٍ إِلا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ (٢) لاهِيَةً قُلُوبُهُمْ وَأَسَرُّوا النَّجْوَى الَّذِينَ ظَلَمُوا هَلْ هَذَا إِلا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ أَفَتَأْتُونَ السِّحْرَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ (٣) قَالَ رَبِّي يَعْلَمُ الْقَوْلَ فِي السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (٤) بَلْ قَالُوا أَضْغَاثُ أَحْلامٍ بَلِ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌ فَلْيَأْتِنَا بِآيَةٍ كَمَا أُرْسِلَ الأوَّلُونَ (٥) مَا آمَنَتْ قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا أَفَهُمْ يُؤْمِنُونَ (٦) وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلا رِجَالا نُوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ (٧) وَمَا جَعَلْنَاهُمْ جَسَدًا لا يَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَمَا كَانُوا خَالِدِينَ (٨) ثُمَّ صَدَقْنَاهُمُ الْوَعْدَ فَأَنْجَيْنَاهُمْ وَمَنْ نَشَاءُ وَأَهْلَكْنَا الْمُسْرِفِينَ (٩) لَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ أَفَلا تَعْقِلُونَ (١٠

Terjemah Surat Al Anbiya Ayat 1-10

1. [1]Telah semakin dekat kepada manusia hari menghisab amal mereka[2], sedang mereka dalam lalai (dengan dunia)[3] lagi berpaling (dari akhirat)[4].

2. Setiap diturunkan kepada mereka ayat-ayat yang baru dari Tuhan[5], mereka mendengarkannya[6] sambil bermain-main[7],

3. hati mereka dalam keadaan lalai[8]. Dan orang-orang yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka[9], "Orang ini (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang manusia (juga) seperti kamu. Apakah kamu menerima sihir itu[10], padahal kamu menyaksikannya[11]?"

4. Dia (Muhammad) berkata, "Tuhanku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi[12], dan Dia Maha Mendengar[13] lagi Maha Mengetahui[14]!”

5. Bahkan mereka mengatakan, "(Al Quran itu buah) mimpi-mimpi yang kacau[15], atau hasil rekayasanya (Muhammad), atau bahkan dia hanya seorang penyair[16], cobalah dia datangkan kepada kita suatu tanda (bukti), seperti halnya rasul-rasul yang diutus dahulu[17].”