Tampilkan postingan dengan label Juz 8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Juz 8. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Februari 2013

Tafsir Al A’raaf Ayat 80-87

Ayat 80-84: Kisah Nabi Luth ‘alaihis salam

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ (٨٠) إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ (٨١) وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ (٨٢) فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ (٨٣) وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ (٨٤

Terjemah Surat Al A’raaf Ayat 80-84

80. Dan (Kami juga telah mengutus) Luth[1], ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu melakukan perbuatan keji[2], yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini).

81. Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas[3].”

82. Dan jawaban kaumnya tidak lain hanya berkata, "Usirlah mereka (Luth dan pengikutnya) dari negerimu ini, mereka adalah orang yang menganggap dirinya suci."

83. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikutnya[4] kecuali istrinya. Dia (istrinya) termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).

84. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu)[5]. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang berbuat dosa itu.

Tafsir Al A’raaf Ayat 65-79

Ayat 65-72: Kisah Nabi Hud ‘alaihis salam

وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلا تَتَّقُونَ (٦٥) قَالَ الْمَلأ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي سَفَاهَةٍ وَإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ الْكَاذِبِينَ (٦٦) قَالَ يَا قَوْمِ لَيْسَ بِي سَفَاهَةٌ وَلَكِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٦٧) أُبَلِّغُكُمْ رِسَالاتِ رَبِّي وَأَنَا لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ (٦٨) أَوَعَجِبْتُمْ أَنْ جَاءَكُمْ ذِكْرٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَلَى رَجُلٍ مِنْكُمْ لِيُنْذِرَكُمْ وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً فَاذْكُرُوا آلاءَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٦٩) قَالُوا أَجِئْتَنَا لِنَعْبُدَ اللَّهَ وَحْدَهُ وَنَذَرَ مَا كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُنَا فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ (٧٠) قَالَ قَدْ وَقَعَ عَلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ رِجْسٌ وَغَضَبٌ أَتُجَادِلُونَنِي فِي أَسْمَاءٍ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا نَزَّلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ فَانْتَظِرُوا إِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُنْتَظِرِينَ (٧١) فَأَنْجَيْنَاهُ وَالَّذِينَ مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا وَقَطَعْنَا دَابِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَمَا كَانُوا مُؤْمِنِينَ (٧٢

Terjemah Surat Al A’raaf Ayat 65-72

65. Dan kepada kaum 'Aad (kami utus) Hud saudara mereka. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah! tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa?"

66. Pemuka-pemuka orang-orang yang kafir dari kaumnya[1] berkata, "Sesungguhnya kami memandang kamu benar-benar kurang waras[2] dan kami kira kamu termasuk orang orang yang berdusta."

67. Dia (Hud) menjawab, "Wahai kaumku! Bukan aku kurang waras, tetapi aku ini adalah rasul dari Tuhan seluruh alam.

68. Aku menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku dan pemberi nasehat yang terpercaya kepada kamu[3].

Tafsir Al A’raaf Ayat 54-64

Ayat 54-56: Bukti-bukti terhadap kekuasaan Allah dalam menciptakan alam semesta, dan dorongan bertadharru’ serta berdoa kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala, dan bagaimanakah bermohon kepada-Nya?

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلا لَهُ الْخَلْقُ وَالأمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (٥٤) ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ (٥٥) وَلا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ بَعْدَ إِصْلاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ (٥٦

Terjemah Surat Al A’raaf Ayat 54-56

54. Sungguh, Tuhanmu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari[1], lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy[2]. Dia menutupkan malam kepada siang[3] yang mengikutinya dengan cepat[4]. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang[5] tunduk kepada perintah-Nya[6]. Ingatlah! Segala ciptaan[7] dan urusan[8] menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah[9], Tuhan seluruh alam.

55.[10] Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut[11]. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas[12].

56. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi[13] setelah (Allah) memperbaikinya[14]. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut[15] dan penuh harap[16]. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan[17].

Tafsir Al A’raaf Ayat 42-53

Ayat 42-43: Kenikmatan surga dan tidak adanya rasa dengki di antara penghuninya, dan bahwa surga adalah negeri yang penuh kebahagiaan
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (٤٢) وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الأنْهَارُ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (٤٣
Terjemah Surat Al A’raaf Ayat 42-43
42. Dan orang-orang yang beriman[1] serta mengerjakan amal saleh[2], Kami tidak akan membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya[3]. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya[4].
43. Dan Kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka[5], di bawahnya mengalir sungai-sungai[6]. Mereka berkata[7], "Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini[8]. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami[9]. Sesungguhnya rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran[10]." Diserukan kepada mereka[11], "ltulah surga yang telah diwariskan kepadamu, karena apa yang telah kamu kerjakan[12]."

Tafsir Al A’raaf Ayat 31-41

Ayat 31-34: Perintah menutup aurat, menjaga penampilan yang baik di masyarakat dan bolehnya bersenang-senang dengan rezeki yang halal dan baik

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ (٣١) قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ (٣٢) قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالإثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ (٣٣) وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلا يَسْتَقْدِمُونَ      (٣٤)

Terjemah Surat Al A’raaf Ayat 31-34 

31.[1] Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus[2] pada setiap (memasuki) masjid[3], makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan[4]. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan[5].

32. Katakanlah (Muhammad)[6], "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamba-Nya[7] dan rezeki yang baik-baik?" Katakanlah, "Semua itu untuk orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia[8], dan khusus (untuk mereka saja) pada hari kiamat[9]. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu untuk orang-orang yang mengetahui.

33. Katakanlah (Muhammad), "Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji[10] yang terlihat[11] dan yang tersembunyi[12], perbuatan dosa[13], perbuatan zalim (kepada manusia)[14] tanpa alasan yang benar, dan (mengharamkan) kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu, sedangkan Dia tidak menurunkan alasan untuk itu[15], dan (mengharamkan) kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui[16]."

Tafsir Al A’raaf Ayat 20-30

Ayat 20-25: Penyesatan Iblis la’natullah ‘alaihi kepada Adam ‘alaihis salam, dan penjelasan terhadap bahaya maksiat bagi manusia

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ (٢٠) وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ (٢١) فَدَلاهُمَا بِغُرُورٍ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ (٢٢) قَالا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ (٢٣) قَالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الأرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَى حِينٍ   (٢٤) قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ  (٢٥)

Terjemah Surat Al A’raaf Ayat 20-25

20. Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka agar menampakkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup. Dan (setan) berkata, "Tuhanmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga).”

21. Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, "Sesungguhnya aku ini benar-benar termasuk para penasehatmu,"

22. Dia (setan) membujuk mereka dengan tipu daya[1]. Ketika mereka mencicipi (buah) pohon itu, tampaklah oleh mereka auratnya[2], maka mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun surga. Tuhan menyeru mereka, "Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"

Tafsir Al A’raaf Ayat 1-19

Surah Al A'raaf (Tempat Tertinggi)

Surah ke-7. 206 ayat. Makkiyyah kecuali ayat 163

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-3: Perintah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk menyampaikan Al Qur’an dan Islam, serta perintah kepada manusia untuk mengikuti petunjuk Al Qur’an

المص (١)كِتَابٌ أُنْزِلَ إِلَيْكَ فَلا يَكُنْ فِي صَدْرِكَ حَرَجٌ مِنْهُ لِتُنْذِرَ بِهِ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ (٢) اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ قَلِيلا مَا تَذَكَّرُونَ (٣

 

Terjemah Surat Al A’raaf Ayat 1-3

1.Alif Laam Mim Shaad.

2. (Inilah) kitab yang diturunkan kepadamu (Muhammad); maka janganlah engkau sesak dada karenanya[1], agar engkau memberi peringatan dengan (kitab) itu[2] dan menjadi pelajaran bagi orang yang beriman.

3. [3]Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu[4], dan janganlah kamu ikuti selain Dia sebagai pemimpin[5]. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran[6].

Sabtu, 09 Februari 2013

Tafsir Al An’aam Ayat 152-165

Ayat 152-153: Perhatian Islam terhadap anak yatim, menjaga hartanya, serta perintah memenuhi hak kepada yang memiliki hak dan mengikuti kebenaran

وَلا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّى يَبْلُغَ أَشُدَّهُ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ لا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (١٥٢) وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٥٣

 

Terjemah Surat Al An’aam Ayat 152-153

152. Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim[1], kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat[2], sampai dia mencapai (usia) dewasa[3]. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil[4]. Kami tidak membebani sesorang melainkan menurut kesanggupannya[5]. Apabila kamu berbicara, bicaralah sejujurnya, sekalipun dia kerabat(mu)[6] dan penuhilah janji Allah[7]. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat.”

153. Dan sungguh, inilah[8] jalan-Ku yang lurus[9]. Maka ikutilah![10] Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain)[11] yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya[12]. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.

Tafsir Al An’aam Ayat 143-151

Ayat 143-144: Mendustakan sikap kaum jahiliyah yang menghalalkan atau mengharamkan tanpa ada izin dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala

ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ مِنَ الضَّأْنِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْمَعْزِ اثْنَيْنِ قُلْ آلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ الأنْثَيَيْنِ أَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ الأنْثَيَيْنِ نَبِّئُونِي بِعِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (١٤٣) وَمِنَ الإبِلِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْبَقَرِ اثْنَيْنِ قُلْ آلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ الأنْثَيَيْنِ أَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ الأنْثَيَيْنِ أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ وَصَّاكُمُ اللَّهُ بِهَذَا فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا لِيُضِلَّ النَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (١٤٤

Terjemah Surat Al An’aam Ayat 143-144

143. Ada delapan hewan ternak yang berpasangan (empat pasang)[1]; sepasang domba[2] dan sepasang kambing[3]. Katakanlah[4], "Apakah yang diharamkan Allah dua yang jantan atau dua yang betina[5] atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya[6]?" Terangkanlah kepadaku berdasar pengetahuan jika kamu orang yang benar[7],

144. Dan dari unta sepasang dan dari sapi sepasang. Katakanlah, "Apakah yang diharamkan dua yang jantan atau dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Apakah kamu menjadi saksi ketika Allah menetapkan ini bagimu? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa pengetahuan?" Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Rabu, 06 Februari 2013

Tafsir Al An’aam Ayat 132-142

Ayat 132-135: Allah Subhaanahu wa Ta'aala Mahakaya tidak membutuhkan alam semesta, dan bahwa derajat seseorang seimbang dengan amalnya

وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِمَّا عَمِلُوا وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ         (١٣٢) وَرَبُّكَ الْغَنِيُّ ذُو الرَّحْمَةِ إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَسْتَخْلِفْ مِنْ بَعْدِكُمْ مَا يَشَاءُ كَمَا أَنْشَأَكُمْ مِنْ ذُرِّيَّةِ قَوْمٍ آخَرِينَ (١٣٣) إِنَّ مَا تُوعَدُونَ لآتٍ وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ     (١٣٤) قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَى مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَنْ تَكُونُ لَهُ عَاقِبَةُ الدَّارِ إِنَّهُ لا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ (١٣٥

Terjemah Surat Al An’aam Ayat 132-135

132. Dan masing-masing orang[1] ada tingkatannya[2], (sesuai) dengan apa yang mereka kerjakan[3]. Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan[4].

133. Dan Tuhanmu Mahakaya[5] lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki, Dia akan memusnahkan kamu dan setelah kamu (musnah) akan Dia ganti dengan yang Dia kehendaki, sebagaimana Dia menjadikan kamu dari keturunan golongan lain[6].

134. Sesungguhnya apa pun yang dijanjikan[7] kepadamu pasti datang dan kamu tidak mampu menolaknya.

Selasa, 05 Februari 2013

Tafsir Al An’aam Ayat 122-131

Ayat 122-125: Menerangkan bahwa manusia ada dua golongan; ada yang mendapat petunjuk karena Allah sinari hatinya dengan iman, dan ada pula yang tersesat karena mengikuti hawa nafsunya dan setan

أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (١٢٢) وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا فِيهَا وَمَا يَمْكُرُونَ إِلا بِأَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ (١٢٣) وَإِذَا جَاءَتْهُمْ آيَةٌ قَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ حَتَّى نُؤْتَى مِثْلَ مَا أُوتِيَ رُسُلُ اللَّهِ اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ سَيُصِيبُ الَّذِينَ أَجْرَمُوا صَغَارٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا كَانُوا يَمْكُرُونَ (١٢٤) فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلإسْلامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ (١٢٥

Terjemah Surat Al An’aam Ayat 122-125

122. Dan apakah orang yang sudah mati[1] lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya[2] yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak[3], sama dengan orang yang berada dalam kegelapan[4], sehingga dia tidak dapat keluar dari sana?[5] Demikianlah[6] dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan[7].

123. Dan Demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat[8] agar melakukan tipu daya di negeri itu[9]. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya[10].

Tafsir Al An’aam Ayat 111-121

Juz 8

Ayat 111-113: Permusuhan orang-orang yang berada di atas kebatilan kepada orang-orang yang yang berada di atas kebenaran

وَلَوْ أَنَّنَا نَزَّلْنَا إِلَيْهِمُ الْمَلائِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتَى وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلا مَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا إِلا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ (١١١) وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ (١١٢) وَلِتَصْغَى إِلَيْهِ أَفْئِدَةُ الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوا مَا هُمْ مُقْتَرِفُونَ (١١٣

Terjemah Surat Al An’aam Ayat 111-113

111. Sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka[1] dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan)[2], mereka tidak (juga) akan beriman[3], kecuali jika Allah menghendaki. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran).

112.[4] Dan demikianlah untuk setiap Nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin[5], sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan[6]. Kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama kebohongan yang mereka ada-adakan.