Tampilkan postingan dengan label Juz 29. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Juz 29. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 April 2013

Tafsir Al Mursalat Ayat 41-50

Ayat 41-44: Balasan untuk orang-orang yang bertakwa.

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي ظِلالٍ وَعُيُونٍ (٤١) وَفَوَاكِهَ مِمَّا يَشْتَهُونَ (٤٢)كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (٤٣) إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (٤٤)

Terjemah Surat Al Mursalat Ayat 41-44 

41. [1]Sungguh, orang-orang yang bertakwa[2] berada dalam naungan (pepohonan surga yang teduh) dan (di sekitar) mata air,

42. dan buah-buahan yang mereka sukai[3].

43. (Dikatakan kepada mereka), "Makan dan minumlah dengan rasa nikmat[4] sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan[5].”

44. Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Ayat 45-50: Sebab orang-orang kafir enggan beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala, yaitu sombong, melampaui batas dan berbuat dosa.

Tafsir Al Mursalat Ayat 29-40

Ayat 29-40: Azab-azab yang ditimpakan atas orang-orang yang mendustakan kebenaran.

انْطَلِقُوا إِلَى مَا كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ (٢٩) انْطَلِقُوا إِلَى ظِلٍّ ذِي ثَلاثِ شُعَبٍ (٣٠) لا ظَلِيلٍ وَلا يُغْنِي مِنَ اللَّهَبِ (٣١) إِنَّهَا تَرْمِي بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِ (٣٢)كَأَنَّهُ جِمَالَةٌ صُفْرٌ (٣٣) وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ (٣٤)هَذَا يَوْمُ لا يَنْطِقُونَ (٣٥) وَلا يُؤْذَنُ لَهُمْ فَيَعْتَذِرُونَ (٣٦) وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ (٣٧) هَذَا يَوْمُ الْفَصْلِ جَمَعْنَاكُمْ وَالأوَّلِينَ (٣٨)فَإِنْ كَانَ لَكُمْ كَيْدٌ فَكِيدُونِ (٣٩) وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ (٤٠)

Terjemah Surat Al Mursalat Ayat 29-40

29. (Akan dikatakan[1]), "Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulu kamu dustakan.

30. [2]Pergilah kamu mendapatkan naungan (asap api neraka) yang mempunyai tiga cabang[3],

31. yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka[4].”

32. [5]Sungguh, (neraka) itu menyemburkan bunga api (sebesar dan setinggi) istana.

33. Seakan-akan iring-iringan unta yang kuning[6].

34. Celakalah pada hari itu bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).

35. Inilah hari, saat mereka tidak dapat berbicara[7],

Tafsir Al Mursalat Ayat 16-28

Ayat 16-28: Bukti terhadap kekuasaan Allah ‘Azza wa Jalla menghidupkan manusia setelah mati.

أَلَمْ نُهْلِكِ الأوَّلِينَ (١٦) ثُمَّ نُتْبِعُهُمُ الآخِرِينَ (١٧) كَذَلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَ (١٨) وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ (١٩) أَلَمْ نَخْلُقْكُمْ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ (٢٠) فَجَعَلْنَاهُ فِي قَرَارٍ مَكِينٍ (٢١) إِلَى قَدَرٍ مَعْلُومٍ (٢٢)فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ (٢٣) وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ (٢٤) أَلَمْ نَجْعَلِ الأرْضَ كِفَاتًا (٢٥) أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا (٢٦) وَجَعَلْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ شَامِخَاتٍ وَأَسْقَيْنَاكُمْ مَاءً فُرَاتًا (٢٧) وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ (٢٨)

Terjemah Surat Al Mursalat Ayat 16-28

16. Bukankah telah Kami binasakan orang-orang yang dahulu[1]?

17. Lalu Kami susulkan (azab Kami terhadap) orang-orang yang datang kemudian[2].

18. Demikianlah Kami perlakukan orang-orang yang berdosa[3].

19. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran)[4].

20. Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina (mani)?

21. Kemudian Kami letakkan ia dalam tempat yang kokoh (rahim)[5],

Tafsir Al Mursalat Ayat 1-15

Surah Al Mursalat (Malaikat Yang Diutus)

Surah ke-77. 50 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-15: Sumpah dengan para malaikat bahwa Kiamat adalah hak, dan bahwa azab dan kebinasaan akan menimpa orang-orang kafir.

  وَالْمُرْسَلاتِ عُرْفًا (١) فَالْعَاصِفَاتِ عَصْفًا (٢) وَالنَّاشِرَاتِ نَشْرًا   (٣) فَالْفَارِقَاتِ فَرْقًا (٤) فَالْمُلْقِيَاتِ ذِكْرًا (٥) عُذْرًا أَوْ نُذْرًا (٦) إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَوَاقِعٌ (٧) فَإِذَا النُّجُومُ طُمِسَتْ (٨) وَإِذَا السَّمَاءُ فُرِجَتْ (٩) وَإِذَا الْجِبَالُ نُسِفَتْ (١٠) وَإِذَا الرُّسُلُ أُقِّتَتْ   (١١) لأيِّ يَوْمٍ أُجِّلَتْ (١٢) لِيَوْمِ الْفَصْلِ (١٣) وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الْفَصْلِ (١٤) وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ (١٥)

Terjemah Surat Al Mursalat Ayat 1-15

1. [1]Demi (malaikat-malaikat)[2] yang diutus untuk membawa kebaikan,

2. dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya[3],

3. dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Allah) dengan seluas-luasnya[4],

4. dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang baik dan yang buruk) dengan sejelas-jelasnya[5],

5. dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu[6],

6. untuk menolak alasan-alasan[7] atau memberi peringatan[8],

Tafsir Al Insan Ayat 23-31

Ayat 23-26: Penurunan Al Qur’anul Karim dan pengarahan kepada para da’i agar mengadakan hubungan dengannya.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ تَنْزِيلا (٢٣) فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلا تُطِعْ مِنْهُمْ آثِمًا أَوْ كَفُورًا (٢٤) وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلا    (٢٥) وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلا طَوِيلا (٢٦)

Terjemah Surat Al Insan Ayat 23-26 

23. Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Quran[1] kepadamu (Muhammad) secara berangsur-angsur.

24. Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu[2], dan janganlah engkau ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka[3].

25. [4]Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang[5].

26. Dan pada sebagian dari malam[6], maka bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari[7].

Ayat 27-28: Lalainya orang-orang kafir dari akhirat, cintanya mereka kepada dunia dan lemahnya mereka di hadapan kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

Tafsir Al Insan Ayat 12-22

Ayat 12-22: Gambaran kenikmatan yang diperoleh oleh orang-orang yang berbuat kebajikan di surga.

وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا (١٢) مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الأرَائِكِ لا يَرَوْنَ فِيهَا شَمْسًا وَلا زَمْهَرِيرًا (١٣) وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلالُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوفُهَا تَذْلِيلا (١٤) وَيُطَافُ عَلَيْهِمْ بِآنِيَةٍ مِنْ فِضَّةٍ وَأَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيرَا (١٥)قَوَارِيرَ مِنْ فِضَّةٍ قَدَّرُوهَا تَقْدِيرًا (١٦)وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيلا (١٧) عَيْنًا فِيهَا تُسَمَّى سَلْسَبِيلا (١٨) وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤًا مَنْثُورًا (١٩) وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًا (٢٠) عَالِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا (٢١) إِنَّ هَذَا كَانَ لَكُمْ جَزَاءً وَكَانَ سَعْيُكُمْ مَشْكُورًا (٢٢)

Terjemah Surat Al Insan Ayat 12-22

12. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabarannya[1] (berupa) surga[2] dan (pakaian) sutera.

13. Di sana mereka duduk bersandar[3] di atas dipan[4], di sana mereka tidak melihat (merasakan teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan[5].

14. Dan naungan (pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya[6].

15. Dan kepada mereka diedarkan bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal,

16. kristal yang jernih terbuat dari perak[7], mereka tentukan ukurannya yang sesuai (dengan kehendak mereka)[8].

17. Dan di sana mereka diberi segelas minuman[9] bercampur jahe.

18. (yang didatangkan dari) sebuah mata air surga (di surga) yang dinamakan salsabil.

19. Dan mereka dikelilingi oleh anak-anak yang tetap muda[10]. Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka, mutiara yang bertaburan[11].

Tafsir Al Insan Ayat 1-11

Surah Al Insan (Manusia)

Surah ke-76. 31 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-4: Penjelasan tentang kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala dalam menciptakan manusia, dan ujian-Nya kepada mereka dengan kebaikan dan keburukan.

هَلْ أَتَى عَلَى الإنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا (١) إِنَّا خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا (٢)إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا (٣) إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَلاسِلا وَأَغْلالا وَسَعِيرًا (٤)

Terjemah Surat Al Insan Ayat 1-4

1. [1]Bukankah pernah datang kepada manusia satu waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?

2. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur[2] yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan)[3], karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat[4].

3. Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus[5]; ada yang bersyukur[6] dan ada pula yang kufur.

4. [7]Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang yang kafir[8] rantai[9], belenggu[10] dan neraka yang menyala-nyala[11].

Ayat 5-11: Balasan Allah kepada orang-orang yang berbuat kebajikan dan sebab mereka mendapat balasan tersebut.

Tafsir Al Qiyamah Ayat 26-40

Ayat 26-35: Keadaan manusia pada saat sakratul maut, dan keadaan orang munafik dan orang kafir.

  كَلا إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ (٢٦) وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ (٢٧) وَظَنَّ أَنَّهُ الْفِرَاقُ (٢٨) وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ (٢٩)إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ (٣٠)فَلا صَدَّقَ وَلا صَلَّى (٣١) وَلَكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّى (٣٢) ثُمَّ ذَهَبَ إِلَى أَهْلِهِ يَتَمَطَّى (٣٣) أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى (٣٤) ثُمَّ أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى  (٣٥)

Terjemah Surat Al Qiyamah Ayat 26-35

26. [1]Tidak! [2] Apabila (nyawa) telah sampai ke kerongkongan,

27. dan dikatakan[3] (kepadanya), "Siapa yang dapat menyembuhkan?" [4]

28. dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan (dengan dunia)

29. dan bertaut[5] betis (kiri) dengan betis (kanan),

30. Kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.

31. Karena dia (dahulu) tidak mau membenarkan (Al Qur’an dan Rasul)[6] dan tidak mau melaksanakan shalat,

32. Tetapi justru dia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran)[7],

33. kemudian dia pergi kepada keluarganya, dengan sombong.

Tafsir Al Qiyamah Ayat 16-25

Ayat 16-19: Tertib ayat-ayat Al Qur’an dan surat-surat di dalamnya sesuai ketentuan Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

  لا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ (١٦) إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ (١٧)فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ (١٨) ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ (١٩)

Terjemah Surat Al Qiyamah Ayat 16-19

16. [1]Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al Quran) karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya[2].

17. [3]Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya.

18. Apabila Kami telah selesai membacakannya[4] maka ikutilah bacaannya itu[5].

19. [6]Kemudian sesungguhnya Kami yang akan menjelaskannya[7].

Ayat 20-25: Terbaginya manusia menjadi dua golongan; orang-orang yang berbahagia dan orang-orang yang sengsara.

Tafsir Al Qiyamah Ayat 1-15

Surah Al Qiyaamah (Hari Kiamat)

Surah ke-75. 40 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-15: Sumpah bahwa kebangkitan setelah mati adalah benar dan huru hara pada hari itu.

  لا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ (١) وَلا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ (٢) أَيَحْسَبُ الإنْسَانُ أَلَّنْ نَجْمَعَ عِظَامَهُ (٣) بَلَى قَادِرِينَ عَلَى أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ   (٤) بَلْ يُرِيدُ الإنْسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ (٥) يَسْأَلُ أَيَّانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ (٦)فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ (٧) وَخَسَفَ الْقَمَرُ (٨) وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ    (٩) يَقُولُ الإنْسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ (١٠) كَلا لا وَزَرَ (١١) إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمُسْتَقَرُّ (١٢) يُنَبَّأُ الإنْسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ (١٣)بَلِ الإنْسَانُ عَلَى نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ (١٤) وَلَوْ أَلْقَى مَعَاذِيرَهُ (١٥)

Terjemah Surat Al Qiyamah Ayat 1-15

1. Aku bersumpah dengan hari Kiamat[1],

2. dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri)[2].

3. [3]Apakah manusia[4] mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya (setelah matinya)?[5]

4. (Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna[6].

5. Tetapi manusia hendak membuat maksiat terus menerus[7].

6. Dia bertanya[8], "Kapankah hari kiamat itu?"

7. [9]Maka apabila mata terbelalak (ketakutan)[10],

Tafsir Al Muddatstsir Ayat 49-56

Ayat 49-56: Sebab berpalingnya kaum musyrik dari beriman dan hakikat keadaan mereka.

 

فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِينَ (٤٩)كَأَنَّهُمْ حُمُرٌ مُسْتَنْفِرَةٌ (٥٠)فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍ (٥١) بَلْ يُرِيدُ كُلُّ امْرِئٍ مِنْهُمْ أَنْ يُؤْتَى صُحُفًا مُنَشَّرَةً (٥٢) كَلا بَلْ لا يَخَافُونَ الآخِرَةَ (٥٣) كَلا إِنَّهُ تَذْكِرَةٌ     (٥٤) فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ (٥٥) وَمَا يَذْكُرُونَ إِلا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ هُوَ أَهْلُ التَّقْوَى وَأَهْلُ الْمَغْفِرَةِ (٥٦)

Tafsir Al Muddatstsir Ayat 49-56

49. [1]Lalu mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?

50. Seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut,

51. lari dari singa.

52. [2]Bahkan setiap orang dari mereka ingin agar diberikan kepadanya lembaran-lembaran (kitab) yang terbuka[3].

53. Tidak![4] Sebenarnya mereka tidak takut kepada akhirat[5].

54. Tidak! Sesungguhnya (Al Quran) itu[6] benar-benar suatu peringatan.

55. Maka barang siapa menghendaki, tentu Dia mengambil pelajaran darinya[7].

56. Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya (Al Qur’an) kecuali (jika) Allah menghendakinya[8]. Dialah Tuhan yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya[9] dan yang berhak memberi ampun[10].

Tafsir Al Muddatstsir Ayat 26-48

Ayat 26-31: Sifat neraka yang diancamkan kepada orang-orang kafir dan para penjaganya.

  سَأُصْلِيهِ سَقَرَ (٢٦) وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ (٢٧) لا تُبْقِي وَلا تَذَرُ    (٢٨) لَوَّاحَةٌ لِلْبَشَرِ (٢٩) عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ (٣٠) وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلا مَلائِكَةً وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا وَلا يَرْتَابَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْمُؤْمِنُونَ وَلِيَقُولَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْكَافِرُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلا كَذَلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلا هُوَ وَمَا هِيَ إِلا ذِكْرَى لِلْبَشَرِ (٣١)

Terjemah Surat Al Muddatstsir Ayat 26-31

26. Kelak, Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar[1].

27. Dan tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu[2]?

28. Ia (Saqar itu) tidak meninggalkan dan tidak membiarkan[3],

29. yang menghanguskan kulit manusia.

30. Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga)[4].

31. Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat[5]: dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir[6], agar orang-orang yang diberi Kitab menjadi yakin[7], agar orang yang beriman bertambah imannya[8], agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu[9]; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit[10] dan orang-orang kafir berkata[11], "Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki[12] dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki[13]. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri[14]. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia[15].

Tafsir Al Muddatstsir Ayat 1-25

Surah Al Muddatstsir (Orang Yang Berkemul)

Surah ke-74. 56 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-10: Beban kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk berdakwah dan memikul beban dakwah serta bersabar di atasnya, dan peringatan kepada kaum musyrik dengan hari Kiamat.

  يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ (١) قُمْ فَأَنْذِرْ (٢) وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ (٣) وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ (٤) وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ (٥) وَلا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ (٦) وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ (٧)فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ (٨) فَذَلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ (٩) عَلَى الْكَافِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ (١٠)

Terjemah Surat Al Muddatstsir Ayat 1-10

1. [1] Wahai orang yang berkemul (berselimut)[2],

2. bangunlah, lalu berilah peringatan[3]!

3. dan agungkanlah Tuhanmu[4],

4. dan bersihkanlah pakaianmu[5],

5. dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji[6],

6. dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak[7].

7. Dan karena Tuhanmu, bersabarlah[8].

8. Maka apabila sangkakala ditiup[9],

9. maka itulah hari yang serba sulit,

10. bagi orang-orang kafir tidak mudah[10].

Tafsir Al Muzzammil Ayat 10-20

Ayat 10-14: Perintah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk bersabar terhadap gangguan kaum musyrik dan tidak mempedulikan mereka sampai Allah Subhaanahu wa Ta'aala yang sendiri membalas mereka.

  وَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلا (١٠) وَذَرْنِي وَالْمُكَذِّبِينَ أُولِي النَّعْمَةِ وَمَهِّلْهُمْ قَلِيلا (١١) إِنَّ لَدَيْنَا أَنْكَالا وَجَحِيمًا (١٢) وَطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَعَذَابًا أَلِيمًا (١٣) يَوْمَ تَرْجُفُ الأرْضُ وَالْجِبَالُ وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيبًا مَهِيلا (١٤)

Tafsir Al Muzzammil Ayat 10-14

10. [1]Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka[2] katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.

11. Dan biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang-orang yang mendustakan[3], yang memiliki segala kenikmatan hidup[4], dan berilah mereka penangguhan sebentar[5].

12. Sungguh, di sisi Kami ada belenggu-belenggu (yang berat) dan neraka yang menyala-nyala[6],

13. dan (ada) makanan yang menyumbat di kerongkongan[7] dan azab yang pedih.

14. (Ingatlah) pada hari ketika bumi dan gunung-gunung berguncang keras, dan menjadilah gunung-gunung itu[8] seperti onggokan pasir yang dicurahkan[9].

Ayat 15-19: Peringatan kepada kaum musyrik dengan azab yang menimpa orang-orang umat-umat terdahulu yang kafir karena kezaliman mereka.

Tafsir Al Muzzammil Ayat 1-9

Surah Al Muzzammil (Orang Yang Berselimut)

Surah ke-73. 20 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-9: Petunjuk-petunjuk Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam untuk mempersiapkan mental agar siap memikul beban dakwah, dan kewajiban shalat malam atas Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

  يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ (١) قُمِ اللَّيْلَ إِلا قَلِيلا (٢) نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلا (٣) أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلا (٤) إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلا ثَقِيلا (٥) إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلا (٦) إِنَّ لَكَ فِي اَلنَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلا (٧) وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلا (٨) رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلا (٩)

Tafsir Al Muzzammil Ayat 1-9

1. Wahai orang yang berselimut[1] (Muhammad)!

2. [2]Bangunlah (untuk shalat) pada malam hari[3], kecuali sebagian kecil,

3. (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu.

4. Atau lebih dari (seperdua) itu[4], dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan[5].

5. Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kapadamu[6].

6. [7]Sungguh, bangun malam[8] itu lebih kuat (mengisi jiwa)[9]; dan (bacaan di waktu itu) lebih berkesan.

7. Sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan-urusan yang panjang[10].

8. Dan sebutlah nama Tuhanmu[11], dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati[12].

9. (Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai Pelindung[13].

Tafsir Al Jinn Ayat 14-28

Ayat 14-19: Terbaginya jin menjadi dua golongan; mukmin dan kafir, tempat kembali masing-masing golongan itu, dan berkumpulnya jin di dekat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika mendengarkan Al Qur’an.

  وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُولَئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا (١٤) وَأَمَّا الْقَاسِطُونَ فَكَانُوا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا (١٥) وَأَلَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لأسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا (١٦) لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَمَنْ يُعْرِضْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِ يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًا (١٧) وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا (١٨) وَأَنَّهُ لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللَّهِ يَدْعُوهُ كَادُوا يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًا (١٩)

Terjemah Surat Al Jinn Ayat 14-19

14. Dan di antara kami ada yang Islam dan ada yang menyimpang (dari jalan yang lurus). Siapa yang Islam, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus[1].

15. Dan adapun orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi bahan bakar bagi neraka Jahanam[2].”

16. Dan sekiranya mereka telah berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan kepada mereka air yang cukup.

17. Dengan (cara) itu Kami hendak menguji mereka[3]. Dan barang siapa berpaling dari peringatan Tuhannya[4], niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang sangat berat.

18. Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah untuk Allah. Maka janganlah kamu menyembah apa pun di dalamnya selain Allah[5].

19. Dan sesungguhnya ketika hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (melaksanakan shalat), mereka (jin-jin itu) berdesakan mengerumuninya[6].

Tafsir Al Jinn Ayat 1-13

Surah Al Jinn (Jin)

Surah ke-72. 28 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-7: Berita tentang sebagian jin yang mendengarkan Al Qur’an, lalu mereka tersentuh olehnya dan beriman serta mengagungkan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, dan ajakan mereka kepada kaumnya untuk beriman kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

  قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا (١) يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا (٢)وَأَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلا وَلَدًا (٣) وَأَنَّهُ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى اللَّهِ شَطَطًا (٤) وَأَنَّا ظَنَنَّا أَنْ لَنْ تَقُولَ الإنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا (٥) وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الإنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا (٦) وَأَنَّهُمْ ظَنُّوا كَمَا ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَبْعَثَ اللَّهُ أَحَدًا (٧)

Terjemah Surat Al Jinn Ayat 1-7

1. [1]Katakanlah (Muhammad kepada manusia), "Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan Al Quran)[2], lalu mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al Qur’an),

2. (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar[3], lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami[4],

3. dan sesungguhnya Mahatinggi keagungan Tuhan kami[5], Dia tidak beristri dan tidak beranak[6].

4. Dan sesungguhnya orang yang bodoh di antara kami dahulu selalu mengucapkan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah[7],

5. dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin itu tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah[8],

6. dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan[9] kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat[10].

7. Dan sesungguhnya mereka (jin) mengira seperti kamu (orang musyrik Mekah) dan juga mengira bahwa Allah tidak akan membangkitkan kembali siapa pun (pada hari Kiamat)[11].

Rabu, 03 April 2013

Tafsir Nuh Ayat 21-28

Ayat 21-25: Pengaduan Nabi Nuh ‘alaihis salam kepada Tuhannya tentang pengingkaran kaumnya, keadaan kaum Nuh yang tetap saja di atas kekafiran dan kesesatan serta menghina Nabi Nuh ‘alaihis salam sehingga Allah menengelamkan mereka dalam banjir yang besar.

  قَالَ نُوحٌ رَبِّ إِنَّهُمْ عَصَوْنِي وَاتَّبَعُوا مَنْ لَمْ يَزِدْهُ مَالُهُ وَوَلَدُهُ إِلا خَسَارًا (٢١) وَمَكَرُوا مَكْرًا كُبَّارًا (٢٢) وَقَالُوا لا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلا سُوَاعًا وَلا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا (٢٣) وَقَدْ أَضَلُّوا كَثِيرًا وَلا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلا ضَلالا (٢٤) مِمَّا خَطِيئَاتِهِمْ أُغْرِقُوا فَأُدْخِلُوا نَارًا فَلَمْ يَجِدُوا لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْصَارًا (٢٥)

Terjemah Surat Nuh Ayat 21-25

21. Nuh berkata[1], "Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka durhaka kepada(perintah)ku, dan mereka[2] mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya[3] hanya menambah kerugian baginya,

22. dan mereka[4] melakukan tipu-daya yang sangat besar[5].”

23. Dan mereka[6] berkata[7], "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa', Yaghuts, Ya'uq dan Nasr[8]".

24. Dan sungguh, mereka telah menyesatkan banyak orang[9]; dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan[10].

25. Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka[11], mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong selain Allah[12].

Tafsir Nuh Ayat 13-20

Ayat 13-20: Nabi Nuh ‘alaihis salam mengingatkan kaumnya nikmat-nikmat Allah ‘Azza wa Jalla, kekuasaan-Nya dan agungnya ciptaan-Nya.

 

مَا لَكُمْ لا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا (١٣) وَقَدْ خَلَقَكُمْ أَطْوَارًا (١٤) أَلَمْ تَرَوْا كَيْفَ خَلَقَ اللَّهُ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا (١٥) وَجَعَلَ الْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًا وَجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا (١٦) وَاللَّهُ أَنْبَتَكُمْ مِنَ الأرْضِ نَبَاتًا    (١٧) ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجًا (١٨)وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ بِسَاطًا (١٩) لِتَسْلُكُوا مِنْهَا سُبُلا فِجَاجًا (٢٠)

Terjemah Surat Nuh Ayat 13-20

13. Mengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah?

14. Dan sungguh, Dia telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan (kejadian)[1].

15. [2]Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis?

16. Dan di sana Dia menciptakan bulan yang bercahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita (yang cemerlang)?[3]

17. Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah, tumbuh (berangsur-angsur)[4],

18. Kemudian Dia akan mengambalikan kamu ke dalamnya (tanah)[5] dan mengeluarkan kamu (pada hari kiamat) dengan pasti[6].

19. Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan[7],

20. agar kamu dapat pergi kian-kemari di jalan-jalan yang luas[8].

Tafsir Nuh Ayat 1-12

Surah Nuuh (Nabi Nuh ‘alaihis salam)

Surah ke-71. 28 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-4: Pengutusan Nabi Nuh ‘alaihis salam kepada kaumnya dan pembebanan kepadanya untuk menyampaikan dakwah.

إِنَّا أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ أَنْ أَنْذِرْ قَوْمَكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (١) قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُبِينٌ (٢) أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُ وَأَطِيعُونِ (٣) يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرْكُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ أَجَلَ اللَّهِ إِذَا جَاءَ لا يُؤَخَّرُ لَوْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٤)

Terjemah Surat Nuh Ayat 1-4

1. [1]Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan perintah), "Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih[2],"

2. Dia (Nuh) berkata, "Wahai kaumku! Sesungguhnya aku ini seorang pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu[3],

3. (yaitu) sembahlah olehmu Allah[4], bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku,

4. Niscaya Dia mengampuni sebagian dosa-dosamu[5] dan menangguhkan kamu (memanjangkan umurmu)[6] sampai pada batas waktu yang ditentukan[7]. Sungguh, ketetapan Allah itu[8] apabila telah datang tidak dapat ditunda, seandainya kamu mengetahui[9].”