Tampilkan postingan dengan label Juz 23. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Juz 23. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 April 2013

Tafsir Az Zumar Ayat 21-31

Ayat 21-26: Tampaknya kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan keesaan-Nya dalam segala sesuatu seperti dalam menurunkan hujan, menumbuhkan tumbuhan, dan tidak ada yang merasakannya selain orang yang Allah lapangkan dadanya, serta gambaran kekhusyu’an orang mukmin.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَلَكَهُ يَنَابِيعَ فِي الأرْضِ ثُمَّ يُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلُهُ حُطَامًا إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لأولِي الألْبَابِ (٢١) أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلإسْلامِ فَهُوَ عَلَى نُورٍ مِنْ رَبِّهِ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ أُولَئِكَ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ (٢٢) اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ (٢٣) أَفَمَنْ يَتَّقِي بِوَجْهِهِ سُوءَ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَقِيلَ لِلظَّالِمِينَ ذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ (٢٤)كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَأَتَاهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لا يَشْعُرُونَ (٢٥)فَأَذَاقَهُمُ اللَّهُ الْخِزْيَ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَعَذَابُ الآخِرَةِ أَكْبَرُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ (٢٦)

  Tafsir Surat Az Zumar Ayat 21-26

21. [1]Apakah engkau tidak memperhatikan, bahwa Allah telah menurunkan air dari langit, lalu diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi, kemudian dengan air itu ditumbuhkan-Nya tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, kemudian menjadi kering, lalu engkau melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran[2] bagi orang-orang yang mempunyai akal sehat.

22. Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam[3] lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya[4] (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah[5]. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata[6].

23. [7]Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (ayat-ayatnya)[8] lagi berulang-ulang[9], [10]gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah[11]. Itulah[12] petunjuk Allah[13], dengan kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki[14]. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk[15].

24. Maka apakah orang-orang yang melindungi wajahnya[16] menghindari azab yang buruk pada hari Kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim[17], "Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan.”

25. Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul)[18], maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka.

26. Maka Allah menimpakan kepada mereka kehinaan[19] pada kehidupan dunia. Dan sungguh, azab akhirat lebih besar, kalau saja mereka mengetahui[20].

Tafsir Az Zumar Ayat 9-20

Ayat 9-10: Keadaan orang mukmin di hadapan Tuhannya, keutamaan orang berilmu di atas selainnya, pengarahan untuk bertakwa kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan memperbaiki amal.

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الألْبَابِ (٩) قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ (١٠)

 Tafsir Surat Az Zumar Ayat 9-10

9. [1](Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, "Apakah sama orang-orang yang mengetahui[2] dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"[3] Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat[4] yang dapat menerima pelajaran[5].

10. Katakanlah (Muhammad)[6], "Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.” Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan[7]. Dan bumi Allah itu luas[8]. Hanya orang-orang yang bersabarlah[9] yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.

Ayat 11-20: Hakikat ikhlas, gambaran siksaan bagi penghuni neraka, sifat orang-orang yang bertakwa yang mengikuti perintah Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

Tafsir A Zumar Ayat 1-8

Surah Az Zumar (Rombongan-Rombongan)

Surah ke-39. 74 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-5: Pengukuhan terhadap turunnya Al Qur’an, ikhlas dalam beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala, dan penunjukkan terhadap keesaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala dari alam semesta yang menakjubkan ini.

تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ (١) إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ (٢) أَلا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ (٣) لَوْ أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا لاصْطَفَى مِمَّا يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ سُبْحَانَهُ هُوَ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ (٤) خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لأجَلٍ مُسَمًّى أَلا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ (٥)

Tafsir Surat Az Zumar Ayat 1-5

1. [1]Kitab (Al Quran) ini diturunkan oleh Allah Yang Mahamulia lagi Mahabijaksana.

2. [2]Sesunguhnya Kami menurunkan kitab (Al Quran) kepadamu (Muhammad) dengan (membawa) kebenaran[3]. [4]Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya[5].

3. Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirk)[6]. [7]Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia[8] (berkata), "Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya[9].” Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan[10]. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk[11] kepada pendusta[12] dan orang yang sangat ingkar[13].

4. Sekiranya Allah hendak mengambil anak[14], tentu Dia akan memilih apa yang Dia kehendaki dari apa yang telah diciptakan-Nya. Mahasuci Dia[15]. Dialah Allah Yang Maha Esa[16] lagi Mahaperkasa[17].

5. Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar[18]; Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam[19] dan menundukkan matahari dan bulan[20], masing-masing berjalan sampai waktu yang ditentukan[21]. Ingatlah! Dialah Yang Mahaperkasa[22] lagi Maha Pengampun[23].

Ayat 6-8: Dalil terhadap keesaan

Tafsir Shaad Ayat 71-88

Ayat 71-88: Penjelasan tentang penciptaan Adam ‘alaihis salam, kesombongan Iblis, peringatan terhadap godaan setan, tugas Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan menerangkan tentang ancaman bagi orang-orang kafir .

Terjemah Surat Shaad Ayat 71-88

 

إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِينٍ (٧١) فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ (٧٢) فَسَجَدَ الْمَلائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ (٧٣) إِلا إِبْلِيسَ اسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ (٧٤)قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ (٧٥) قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ (٧٦)قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ (٧٧) وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدِّينِ (٧٨) قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (٧٩)قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (٨٠) إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ (٨١) قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (٨٢) إِلا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (٨٣)قَالَ فَالْحَقُّ وَالْحَقَّ أَقُولُ (٨٤) لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنْكَ وَمِمَّنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ أَجْمَعِينَ (٨٥) قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ (٨٦) إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ (٨٧) وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَأَهُ بَعْدَ حِينٍ (٨٨)

71. [1](Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah[2].”

72. Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh (ciptaan)-Ku kepadanya[3]; maka tunduklah kamu dengan bersujud[4] kepadanya[5].”

73. Lalu para malaikat itu bersujud semuanya,

74. kecuali Iblis; ia menyombongkan diri[6] dan ia termasuk golongan yang kafir[7].

75. Allah berfirman[8], "Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua Tangan-Ku[9]. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?"

76. (Iblis) berkata[10], "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah[11].”

77. Allah berfirman, "Kalau begitu keluarlah kamu dari surga[12]! Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk[13],

78. Dan sungguh, kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.”

79. Iblis berkata, "Ya Tuhanku, tangguhkanlah aku sampai pada hari mereka dibangkitkan[14].”

80. Allah berfirman[15], "Maka sesungguhnya kamu termasuk golongan yang diberi penangguhan,

Tafsir Shaad Ayat 55-70

Ayat 55-64: Azab bagi orang-orang yang menentang para nabi dan celaan atas mereka karena mengolok-olok kaum mukmin.

هَذَا وَإِنَّ لِلطَّاغِينَ لَشَرَّ مَآبٍ (٥٥) جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا فَبِئْسَ الْمِهَادُ    (٥٦)هَذَا فَلْيَذُوقُوهُ حَمِيمٌ وَغَسَّاقٌ (٥٧) وَآخَرُ مِنْ شَكْلِهِ أَزْوَاجٌ  (٥٨) هَذَا فَوْجٌ مُقْتَحِمٌ مَعَكُمْ لا مَرْحَبًا بِهِمْ إِنَّهُمْ صَالُوا النَّارِ (٥٩)قَالُوا بَلْ أَنْتُمْ لا مَرْحَبًا بِكُمْ أَنْتُمْ قَدَّمْتُمُوهُ لَنَا فَبِئْسَ الْقَرَارُ (٦٠)قَالُوا رَبَّنَا مَنْ قَدَّمَ لَنَا هَذَا فَزِدْهُ عَذَابًا ضِعْفًا فِي النَّارِ (٦١) وَقَالُوا مَا لَنَا لا نَرَى رِجَالا كُنَّا نَعُدُّهُمْ مِنَ الأشْرَارِ (٦٢) أَتَّخَذْنَاهُمْ سِخْرِيًّا أَمْ زَاغَتْ عَنْهُمُ الأبْصَارُ (٦٣) إِنَّ ذَلِكَ لَحَقٌّ تَخَاصُمُ أَهْلِ النَّارِ (٦٤)

  Terjemah Surat Shaad Ayat 55-64

55. Beginilah (keadaan mereka). [1]Dan sungguh, bagi orang-orang yang durhaka[2] pasti (disediakan) tempat kembali yang buruk[3],

56. (yaitu) neraka Jahannam[4], yang mereka masuki[5]; maka itulah seburuk-buruk tempat tinggal.

57. Inilah (azab neraka), maka biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas[6] dan air yang sangat dingin[7],

58. Dan berbagai macam (azab) yang lain yang serupa itu[8].

59. [9](Dikatakan kepada mereka), "Ini rombongan besar (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka).” "Tidak ada ucapan selamat datang bagi kamu karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka (kata pemimpin-pemimpin mereka).

60. (Para pengikut mereka[10] menjawab), "Sebenarnya kamulah yang (lebih pantas) tidak menerima ucapan selamat datang, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka itulah seburuk-buruk tempat menetap.”

Tafsir Shaad Ayat 41-54

Ayat 41-44: Kisah Nabi Ayyub ‘alaihis salam, ujian yang diterimanya dan kesabarannya.

وَاذْكُرْ عَبْدَنَا أَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ (٤١) ارْكُضْ بِرِجْلِكَ هَذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ (٤٢)وَوَهَبْنَا لَهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنَّا وَذِكْرَى لأولِي الألْبَابِ     (٤٣) وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِهِ وَلا تَحْنَثْ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ (٤٤)

 Terjemah Surat Shaad Ayat 41-44

41. [1]Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya[2], "Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana[3].”

42. (Allah berfirman), "Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.”

43. Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan Kami lipat-gandakan jumlah mereka sebagai rahmat dari Kami[4] dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat[5].

44. Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah[6]. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba[7]. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah)[8].

Ayat 45-54: Kisah beberapa orang nabi, pemuliaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala untuk mereka dan kenikmatan yang diperoleh orang-orang yang mengikuti para nabi.

Tafsir Shaad Ayat 27-40

Ayat 27-29: Alam akan tegak dengan kebenaran dan keadilan, tidak sama antara orang-orang yang mengadakan perbaikan dan mengadakan kerusakan, dan dorongan untuk mentadabburi ayat-ayat Al Qur’an.

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلا ذَلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ (٢٧) أَمْ نَجْعَلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَالْمُفْسِدِينَ فِي الأرْضِ أَمْ نَجْعَلُ الْمُتَّقِينَ كَالْفُجَّارِ (٢٨)كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الألْبَابِ (٢٩)

  Terjemah Surat Shaad Ayat 27-29

27. [1]Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir[2], maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka[3].

28. Pantaskah Kami memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi?[4] Maka pantaskah Kami menganggap orang- orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat?[5]

29. Kitab (Al Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah[6] agar mereka menghayati ayat-ayat-Nya[7] dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran[8].

Ayat 30-40: Kisah Nabi Sulaiman ‘alaihis salam, nikmat Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepadanya dengan ditundukkan jin dan manusia untuknya, serta ujian Allah untuk Beliau.

Tafsir Shaad Ayat 12-26

Ayat 12-16: Memperingatkan orang-orang kafir dengan keadaan umat-umat terdahulu yang dibinasakan, dan bagaimana mereka meminta disegerakan azab.

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَعَادٌ وَفِرْعَوْنُ ذُو الأوْتَادِ (١٢) وَثَمُودُ وَقَوْمُ لُوطٍ وَأَصْحَابُ الأيْكَةِ أُولَئِكَ الأحْزَابُ (١٣) إِنْ كُلٌّ إِلا كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ عِقَابِ (١٤) وَمَا يَنْظُرُ هَؤُلاءِ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً مَا لَهَا مِنْ فَوَاقٍ (١٥)وَقَالُوا رَبَّنَا عَجِّلْ لَنَا قِطَّنَا قَبْلَ يَوْمِ الْحِسَابِ (١٦)

Terjemah Surat Shaad Ayat 12-16

12. [1]Sebelum mereka itu, kaum Nuh, 'Aad dan Fir'aun yang mempunyai tentara yang banyak, juga telah mendustakan (rasul-rasul),

13. dan (begitu juga) Tsamud, kaum Luth dan penduduk Aikah[2]. Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul)[3].

14. Semua mereka itu mendustakan rasul-rasul[4], maka pantas mereka merasakan azab-Ku[5].

15. Dan sebenarnya yang mereka (orang-orang kafir) tunggu adalah satu teriakan saja, yang tidak ada selanya[6].

16. Dan mereka[7] berkata, "Ya Tuhan kami, segerakanlah azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari perhitungan.”

Ayat 17-20: Nikmat Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada hamba-Nya Nabi Dawud ‘alaihis salam, penguatan baginya dengan kerajaan dan hikmah (kebijkasanaan) serta penjelasan tentang keutamaan dzikr.

Tafsir Shaad Ayat 1-11

Surah Shaad

Surah ke-38. 88 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-3: Sikap orang-orang kafir terhadap Al Qur’anul Karim.

ص وَالْقُرْآنِ ذِي الذِّكْرِ (١) بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي عِزَّةٍ وَشِقَاقٍ (٢) كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ فَنَادَوْا وَلاتَ حِينَ مَنَاصٍ (٣)

Terjemah Surat Shaad Ayat 1-3 

1. [1]Shaad, demi Al Quran yang mengandung peringatan[2].

2. Tetapi orang-orang yang kafir (berada) dalam kesombongan dan permusuhan.

3. [3]Betapa banyak, sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri.

Ayat 4-11: Bantahan terhadap orang-orang yang mengingkari rasul dari kalangan manusia, dan bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala di Tangan-Nya perbendaharaan langit dan bumi.

Sabtu, 06 April 2013

Tafsir Ash Shaaffaat Ayat 158-182

Ayat 158-170: Pensucian Allah Subhaanahu wa Ta'aala dari sifat-sifat yang diberikan kaum musyrik kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala, dan bahwa Dia tidak mempunyai anak maupun istri.

وَجَعَلُوا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا وَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ   (١٥٨) سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ (١٥٩) إِلا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ (١٦٠) فَإِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ (١٦١) مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ بِفَاتِنِينَ (١٦٢) إِلا مَنْ هُوَ صَالِ الْجَحِيمِ (١٦٣) وَمَا مِنَّا إِلا لَهُ مَقَامٌ مَعْلُومٌ (١٦٤)وَإِنَّا لَنَحْنُ الصَّافُّونَ (١٦٥) وَإِنَّا لَنَحْنُ الْمُسَبِّحُونَ (١٦٦) وَإِنْ كَانُوا لَيَقُولُونَ (١٦٧) لَوْ أَنَّ عِنْدَنَا ذِكْرًا مِنَ الأوَّلِينَ (١٦٨) لَكُنَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ (١٦٩) فَكَفَرُوا بِهِ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ (١٧٠)

Terjemah Surat Ash Shaaffaat Ayat 158-170

158. Dan mereka (kaum musyrik) mengadakan (hubungan) nasab (keluarga) antara Allah dan jin[1]. Dan sungguh, jin[2] telah mengetahui bahwa mereka pasti akan diseret (ke neraka ),

159. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan[3],

160. Kecuali hamba-hamba Allah[4] yang disucikan dari (dosa).

161. Maka sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu,

162. tidak akan dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah.

163. Kecuali orang-orang yang akan masuk ke neraka Jahim[5].

164. [6]Dan tidak satu pun di antara kami (malaikat) melainkan masing-masing mempunyai kedudukan tertentu[7],

165. dan sesungguhnya kami selalu teratur dalam barisan[8].

166. Dan sungguh, kami benar-benar terus bertasbih (kepada Allah)[9].

167. [10]Sesungguhnya mereka (orang kafir Mekah) benar-benar pernah berkata,

168. "Sekiranya di sisi kami ada sebuah kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang dahulu,  

169. tentu kami akan menjadi hamba Allah yang disucikan (dari dosa).”

170. Tetapi ternyata mereka mengingkarinya (Al Quran); maka kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu).

Tafsir Ash Shaaffaat Ayat 139-157

Ayat 139-148: Kisah Nabi Yunus ‘alaihis salam dan keluarnya Beliau tanpa izin Tuhannya dari negeri tempat dakwahnya serta ujian yang menimpanya, dan keutamaan dzikrullah.

وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ (١٣٩) إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ     (١٤٠) فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ (١٤١) فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ (١٤٢) فَلَوْلا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ (١٤٣) لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (١٤٤) فَنَبَذْنَاهُ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ سَقِيمٌ (١٤٥)وَأَنْبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِنْ يَقْطِينٍ (١٤٦) وَأَرْسَلْنَاهُ إِلَى مِائَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ (١٤٧) فَآمَنُوا فَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِينٍ (١٤٨)

Terjemah Surat Ash Shaaffaat Ayat 139-148

139. [1]Dan sungguh, Yunus benar-benar termasuk salah seorang rasul,

140. [2](ingatlah) ketika dia lari[3], ke kapal yang penuh muatan[4],

141. Kemudian dia ikut berundi[5] ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian.

142. Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela[6].

143. Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berdzikr (bertasbih) kepada Allah[7],

144. niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai hari berbangkit[8].

145. Kemudian Kami lemparkan dia ke daratan yang tandus[9], sedang dia dalam keadaan sakit[10].

146. Kemudian untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu[11].

147. Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih[12],

148. Sehingga mereka beriman[13], karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka[14] hingga waktu tertentu.

Tafsir Ash Shaaffaat Ayat 114-138

Ayat 114-122: Nikmat yang diberikan Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada Nabi Musa dan Nabi Harun ‘alaihimas salam.

Nabi Ilyas, Nabi Luth dan Nabi Yunus ‘alaihimush shalaatu was salaam

وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ (١١٤) وَنَجَّيْنَاهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ (١١٥) وَنَصَرْنَاهُمْ فَكَانُوا هُمُ الْغَالِبِينَ (١١٦)وَآتَيْنَاهُمَا الْكِتَابَ الْمُسْتَبِينَ (١١٧)وَهَدَيْنَاهُمَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ   (١١٨) وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا فِي الآخِرِينَ (١١٩) سَلامٌ عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ (١٢٠) إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (١٢١) إِنَّهُمَا مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ (١٢٢)

  Terjemah Surat Ash Shaaffaat Ayat 114-122

114. [1]Dan sungguh, Kami telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun.

115. Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya[2] dari bencana yang besar[3],

116. dan Kami tolong mereka[4], sehingga jadilah mereka orang-orang yang menang.

117. Dan Kami berikan kepada keduanya kitab yang sangat jelas[5],

118. dan Kami tunjuki keduanya jalan yang lurus.

119. Dan Kami abadikan untuk keduanya (pujian yang baik dan penghormatan) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,

120. "Kesejahteraan bagi Musa dan Harun.”

121. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

122. Sungguh, keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

Tafsir Ash Shaaffaat Ayat 83-113

Ayat 83-99: Kisah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, ajakannya kepada kaumnya untuk menyembah Allah Subhaanahu wa Ta'aala, dan bagaimana kaumnya menggunakan kekerasan ketika kalah hujjahnya.

  وَإِنَّ مِنْ شِيعَتِهِ لإبْرَاهِيمَ (٨٣) إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (٨٤) إِذْ قَالَ لأبِيهِ وَقَوْمِهِ مَاذَا تَعْبُدُونَ (٨٥) أَئِفْكًا آلِهَةً دُونَ اللَّهِ تُرِيدُونَ   (٨٦) فَمَا ظَنُّكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ (٨٧) فَنَظَرَ نَظْرَةً فِي النُّجُومِ (٨٨)فَقَالَ إِنِّي سَقِيمٌ (٨٩) فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِينَ (٩٠) فَرَاغَ إِلَى آلِهَتِهِمْ فَقَالَ أَلا تَأْكُلُونَ (٩١) مَا لَكُمْ لا تَنْطِقُونَ (٩٢) فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا بِالْيَمِينِ (٩٣) فَأَقْبَلُوا إِلَيْهِ يَزِفُّونَ (٩٤) قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ (٩٥) وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ (٩٦) قَالُوا ابْنُوا لَهُ بُنْيَانًا فَأَلْقُوهُ فِي الْجَحِيمِ (٩٧) فَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الأسْفَلِينَ      (٩٨) وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ (٩٩)

Terjemah Surat Ash Shaaffaat Ayat 83-99

83. Dan sungguh, Ibrahim termasuk golongannya (Nuh)[1].

84. (lngatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci[2].

85. (Ingatlah) ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, "Apakah yang kamu sembah itu?[3]

86. Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah itu[4]?

87. Maka bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan seluruh alam[5]?"

88. [6]Lalu dia memandang sekilas ke bintang-bintang,

89. kemudian dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya aku sakit.”

90. Lalu mereka berpaling dari dia dan pergi meninggalkannya[7].

Tafsir Ash Shaaffaat Ayat 62-82

Ayat 62-74: Pohon zaqqum makanan penghuni neraka dan akibat yang diderita umat terdahulu yang tetap membangkang terhadap kebenaran agar menjadi pelajaran bagi kaum musyrik.

أَذَلِكَ خَيْرٌ نُزُلا أَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّومِ (٦٢) إِنَّا جَعَلْنَاهَا فِتْنَةً لِلظَّالِمِينَ   (٦٣) إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِي أَصْلِ الْجَحِيمِ (٦٤)طَلْعُهَا كَأَنَّهُ رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ (٦٥) فَإِنَّهُمْ لآكِلُونَ مِنْهَا فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ   (٦٦) ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِنْ حَمِيمٍ (٦٧) ثُمَّ إِنَّ مَرْجِعَهُمْ لإلَى الْجَحِيمِ (٦٨) إِنَّهُمْ أَلْفَوْا آبَاءَهُمْ ضَالِّينَ (٦٩) فَهُمْ عَلَى آثَارِهِمْ يُهْرَعُونَ (٧٠) وَلَقَدْ ضَلَّ قَبْلَهُمْ أَكْثَرُ الأوَّلِينَ (٧١) وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا فِيهِمْ مُنْذِرِينَ (٧٢) فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنْذَرِينَ (٧٣)إِلا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ (٧٤)

Terjemah Surat Ash Shaaffaat Ayat 62-74 

62. Apakah (makanan surga) itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum[1].

63. Sungguh, Kami menjadikannya (pohon zaqqum) sebagai azab[2] bagi orang-orang zalim[3].

64. Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim.

65. Mayangnya seperti kepala-kepala setan[4].

66. Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu)[5], dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum)[6].

67. Kemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas[7].

68. Kemudian pasti tempat kembali mereka[8] ke neraka Jahim[9].

69. [10]Sesungguhnya mereka mendapati nenek moyang mereka dalam keadaaan sesat,

70. lalu mereka tergesa-gesa mengikuti jejak (nenek moyang) mereka[11].

71. Dan sungguh, sebelum mereka (suku Quraisy), telah sesat sebagian besar dari orang-orang yang dahulu[12],

72. dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul) pemberi peringatan di kalangan mereka[13].

73. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu[14],

74. [15]kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa)[16].

Tafsir Ash Shaaffaat Ayat 40-61

Ayat 40-49: Balasan untuk orang-orang mukmin di surga .

إِلا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ (٤٠) أُولَئِكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَعْلُومٌ (٤١) فَوَاكِهُ وَهُمْ مُكْرَمُونَ (٤٢) فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ (٤٣) عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ (٤٤) يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ (٤٥) بَيْضَاءَ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ (٤٦) لا فِيهَا غَوْلٌ وَلا هُمْ عَنْهَا يُنْزَفُونَ (٤٧) وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ عِينٌ (٤٨) كَأَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَكْنُونٌ (٤٩)

 Terjemah Surat Ash Shaaffaat Ayat 40-49

40. Tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa)[1],

41. mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan[2],

42. (yaitu) buah-buahan[3]. Dan mereka orang yang dimuliakan[4],

43. di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan[5],

44. [6](mereka duduk) berhadap-hadapan[7] di atas dipan-dipan.

45. Kepada mereka diedarkan gelas yang berisi air khamr (arak) dari mata air (surga)[8].

46. (Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.

47. Tidak ada di dalamnya (unsur) yang memabukkan dan mereka tidak mabuk karenanya.

48. Dan di sisi mereka ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah dan membatasi pandangannya[9],

49. seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik[10].

Tafsir Ash Shaaffaat Ayat 22-39

Ayat 22-39: Perintah Allah Subhaanahu wa Ta'aala untuk mengumpulkan manusia ke padang mahsyar, perintah untuk dihisab serta diazabnya orang-orang kafir.

احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ (٢٢) مِنْ دُونِ اللَّهِ فَاهْدُوهُمْ إِلَى صِرَاطِ الْجَحِيمِ (٢٣) وَقِفُوهُمْ إِنَّهُمْ مَسْئُولُونَ    (٢٤) مَا لَكُمْ لا تَنَاصَرُونَ (٢٥) بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُونَ (٢٦)وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ (٢٧) قَالُوا إِنَّكُمْ كُنْتُمْ تَأْتُونَنَا عَنِ الْيَمِينِ (٢٨) قَالُوا بَلْ لَمْ تَكُونُوا مُؤْمِنِينَ (٢٩) وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ بَلْ كُنْتُمْ قَوْمًا طَاغِينَ (٣٠) فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَا إِنَّا لَذَائِقُونَ (٣١) فَأَغْوَيْنَاكُمْ إِنَّا كُنَّا غَاوِينَ (٣٢) فَإِنَّهُمْ يَوْمَئِذٍ فِي الْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ (٣٣) إِنَّا كَذَلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَ    (٣٤) إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ (٣٥)وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ (٣٦) بَلْ جَاءَ بِالْحَقِّ وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِينَ (٣٧) إِنَّكُمْ لَذَائِقُو الْعَذَابِ الألِيمِ (٣٨) وَمَا تُجْزَوْنَ إِلا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (٣٩)

Terjemah Surat Ash Shaaffaat Ayat 23-39

22. [1](Diperintahkan kepada malaikat), "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim[2] beserta teman sejawat mereka[3] dan apa yang dahulu mereka sembah,

23. selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka[4].

24. Tahanlah mereka (di tempat perhentian)[5], sesungguhnya mereka akan ditanya[6],

25. [7]"Mengapa kamu tidak tolong-menolong[8]?"

26. Bahkan mereka pada hari itu menyerah (kepada keputusan Allah).

27. [9]Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling berbantah-bantahan.

28. Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka), "Kamulah yang datang kepada kami dari kanan[10].”

29. Pemimpin-pemimpin mereka menjawab, "(Tidak), bahkan kamulah yang tidak (mau) menjadi orang mukmin[11],

30. sedangkan kami tidak berkuasa terhadapmu[12], bahkan kamu menjadi kaum yang melampaui batas[13].

Tafsir Ash Shaaffaat Ayat 1-21

Surah Ash Shaaffaat

Surah ke-37 ayat. 182 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-10: Sumpah Allah Subhaanahu wa Ta'aala dengan para malaikat, menetapkan keesaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala serta membicarakan tentang salah satu fungsi bintang, yaitu melempar kepada setan-setan.

  وَالصَّافَّاتِ صَفًّا (١) فَالزَّاجِرَاتِ زَجْرًا (٢) فَالتَّالِيَاتِ ذِكْرًا (٣)إِنَّ إِلَهَكُمْ لَوَاحِدٌ (٤) رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِ (٥) إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ (٦) وَحِفْظًا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَارِدٍ (٧) لا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلإ الأعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ (٨) دُحُورًا وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ (٩) إِلا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ (١٠)

Terjemah Surat Ash Shaaffaat Ayat 1-10

1. [1]Demi (rombongan) yang berbaris bershaf-shaf,[2]

2. Demi (rombongan) yang mengarahkan[3],

3. Demi (rombongan) yang membaca peringatan[4],

4. [5]Sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa[6].

5. Tuhan[7] langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbitnya matahari.

6. [8]Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia (yang terdekat), dengan hiasan bintang-bintang.

7. Dan (Kami) telah menjaganya dari setiap setan yang durhaka,

8. Mereka (setan-setan itu) tidak dapat mendengar (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru[9],

9. untuk mengusir mereka dan mereka akan mendapat azab yang kekal,

10. [10]Kecuali (setan) yang mencuri (satu pembicaraan); maka ia dikejar oleh bintang yang menyala[11].

Rabu, 27 Maret 2013

Tafsir Yasin Ayat 71-83

Ayat 71-76: Menjelaskan keberhakan Allah Subhaanahu wa Ta'aala untuk diibadahi tidak selain-Nya pada apa yang manusia saksikan dan rasakan dari nikmat-nikmat Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

  أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ   (٧١) وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ (٧٢)وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ أَفَلا يَشْكُرُونَ (٧٣) وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَعَلَّهُمْ يُنْصَرُونَ (٧٤)لا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُحْضَرُونَ (٧٥)فَلا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ (٧٦)

Terjemah Surat Yasin Ayat 71-76

71. [1]Dan tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah menciptakan hewan ternak[2] untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami[3], lalu mereka menguasainya?

72. Dan Kami menundukkannya (hewan-hewan itu) untuk mereka; lalu sebagiannya untuk menjadi tunggangan mereka dan sebagian untuk mereka makan.

73. Dan mereka memperoleh berbagai manfaat[4] dan minuman darinya[5]. Maka mengapa mereka tidak bersyukur[6]?

74. [7]Dan mereka mengambil sesembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan[8].

75. Mereka (sesembahan) itu tidak dapat menolong mereka[9]; padahal mereka itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga (sesembahan) itu[10].

76. Maka jangan sampai ucapan mereka[11] membuat engkau (Muhammad) bersedih hati[12]. Sungguh, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan[13].

Tafsir Yasin Ayat 60-70

Ayat 60-70: Penjelasan tentang permusuhan setan, kehinaan yang akan diperoleh orang-orang kafir pada saat mereka dihisab, dan penafian keadaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai penyair.

  أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (٦٠)وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ (٦١) وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلا كَثِيرًا أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ (٦٢) هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (٦٣) اصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ (٦٤) الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ   (٦٥) وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَى أَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّى يُبْصِرُونَ (٦٦) وَلَوْ نَشَاءُ لَمَسَخْنَاهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوا مُضِيًّا وَلا يَرْجِعُونَ (٦٧) وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ أَفَلا يَعْقِلُونَ (٦٨) وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ (٦٩) لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ  (٧٠)

Terjemah Surat Yasin Ayat 60-70

60. Bukankah Aku telah memerintahkan kamu[1] wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan[2]? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu[3],

61. dan hendaklah kamu menyembah-Ku[4]. Inilah jalan yang lurus[5],”

62. Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti[6]?

63. [7]Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu[8].

64. Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya.

65. [9]Pada hari ini Kami tutup mulut mereka[10]; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan[11].

Tafsir Yasin Ayat 48-59

Ayat 48-54: Di antara hal yang akan disaksikan pasda hari Kiamat berupa kebangkitan dan berdiri untuk dihisab.

وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (٤٨) مَا يَنْظُرُونَ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ (٤٩) فَلا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلا إِلَى أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ (٥٠) وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الأجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ (٥١) قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ (٥٢) إِنْ كَانَتْ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ (٥٣) فَالْيَوْمَ لا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلا تُجْزَوْنَ إِلا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (٥٤

Terjemah Surat Yasin Ayat 48-54

48. Dan mereka (orang-orang kafir) berkata[1], "Kapan janji (hari berbangkit) itu (terjadi) jika kamu orang-orang yang benar?"

49. Mereka hanya menunggu satu teriakan,[2] yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar[3].

50. Sehingga mereka tidak mampu membuat suatu wasiat[4] dan mereka (juga) tidak dapat kembali kepada keluarganya[5].

51. Lalu ditiuplah sangkalala[6], maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup) menuju (dengan segera) kepada Tuhannya.

52. [7]Mereka berkata, "Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" [8]Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih[9] dan benarlah rasul- rasul(-Nya).