Tampilkan postingan dengan label Tafsir Juz Amma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsir Juz Amma. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Maret 2013

Tafsir An Naas

Surah An Naas (Manusia)
Surah ke-114. 6 ayat. Madaniyyah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Ayat 1-6: Allah Subhaanahu wa Ta'aala Pelindung manusia dari kejahatan musuh yang paling berbahaya, yaitu Iblis dan para pembantunya yang terdiri dari setan-setan dari kalangan jin dan manusia.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (١) مَلِكِ النَّاسِ (٢) إِلَهِ النَّاسِ (٣) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (٤) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ             (٥)
مِنَ الجِنَّةِ وَ النَّاسِ (٦

1. [1]Katakanlah, "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia,
2. Raja manusia,
3. Sembahan manusia,
4. dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi[2],
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6. dari (golongan) jin dan manusia[3].”

Tafsir Al Falaq

Surah Al Falaq (Waktu Subuh)

Surah ke-113. 5 ayat. Madaniyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-5: Pengajaran kepada hamba agar meminta perlindungan Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan berlindung kepada-Nya dari segala kejahatan.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (١) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (٢) وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (٣) وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ (٤) وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (٥

1. Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar)[1],

2. dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan[2],

3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

4. dan dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya)[3],

5. dan dari kejahatan yang dengki[4] apabila dia dengki[5]."

Tafsir Al Ikhlas

Surah Al Ikhlas (Memurnikan Ibadah Hanya Kepada Allah)

Surah ke-112. 5 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-4: Sifat Allah Subhaanahu wa Ta'aala, dan bantahan terhadap Ahli Kitab dan kaum musyrik.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (١) اللَّهُ الصَّمَدُ (٢) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (٣) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (٤

1. Katakanlah (Muhammad)[1], "Dialah Allah, Yang Maha Esa[2].

2. Allah tempat meminta segala sesuatu[3].

3. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan[4].

4. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia[5]."

Tafsir Al Lahab

Surah Al Lahab (Gejolak Api)

Surah ke-111. 5 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-5: Tukang fitnah pasti akan celaka.

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ (١) مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ (٢)سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ (٣) وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ (٤) فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ (٥

1. [1] [2]Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia![3]

2. Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan[4].

3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka)[5].

4. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah)[6].

5. Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.

Tafsir An Nashr

Surah An Nashr (Pertolongan)

Surah ke-110. 3 ayat. Madaniyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-3: Membicarakan tentang Fat-hu Makkah dimana ketika itu kaum muslimin menjadi mulia dan agama Islam tersebar ke jazirah Arab, dan tanda selesainya tugas Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (١) وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا (٢) فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا             (٣)

1. [1]Apabila telah datang pertolongan Allah[2] dan kemenangan[3],

2. dan engkau melihat manusia berbondong-bondong[4] masuk agama Allah (Islam),

3. maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat[5].

Tafsir Al Kaafiruun

Surah Al Kaafiruun (Orang-Orang Kafir)

Surah ke-109. 6 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-6: Tidak ada toleransi dalam hal keimanan dan peribadatan, dan perintah berlepas diri dari syirk dan kesesatan.

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (١) لا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (٢) وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (٣) وَلا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (٤) وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ   (٥) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (٦

1. Katakanlah (Muhammad)[1], "Wahai orang-orang kafir!

2. Aku[2] tidak menyembah apa yang kamu sembah,

3. dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah,

4. dan aku tidak pernah[3] menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.

Tafsir Al Kautsar

Surah Al Kautsar (Nikmat Yang Banyak)

Surah ke-108. 3 ayat. Makkiyyah[1]

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-3: Karunia yang besar dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada Nabi-Nya Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, shalat dan berkurban merupakan tanda syukur kepada nikmat Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (١)فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (٢)إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأبْتَرُ (٣)

1. Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak[2].  

2. [3]Maka laksanakanlah shalat[4] karena Tuhanmu, dan berkurbanlah[5].

3. Sungguh, orang-orang yang membencimu[6] dialah yang terputus[7] (dari rahmat Allah).


[1] Sebagian besar para qari’ berpendapat bahwa surah ini Madaniyyah. Salah satu alasannya adalah hadits tentang Al Kautsar yang akan disebutkan sebentar lagi.

[2] Seperti kenabian, Al Qur’an, syafaat, dsb. Al Kautsar juga berarti sungai di surga yang dijanjikan Allah Subhaanahu wa Ta'aala untuk Beliau. Syaikh As Sa’diy berkata, “Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman kepada Nabi-Nya memberikan nikmat kepadanya, “Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.” Yakni kebaikan yang banyak dan karunia yang melimpah yang di antaranya adalah apa yang Allah berikan kepada Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari Kiamat berupa sungai yang disebut dengan Al Kautsar, dan telaga yang panjangnya selama sebulan, lebarnya selama sebulan, airnya lebih putih daripada susu, lebih manis daripada madu, bejananya seperti bintang-bintang di langit karena banyak dan bersinarnya. Barang siapa yang meminumnya, maka dia tidak akan haus setelahnya selama-lamanya.”

Tafsir Al Maa’uun

Surah Al Maa’un (Barang-Barang Berguna)

Surah ke-107. 7 ayat. Makkiyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-3: Beberapa sifat yang dipandang sebagai mendustakan hari pembalasan.

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (١) فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (٢) وَلا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (٣

Terjemah Surat Al Maa’uun Ayat 1-3

1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?[1]

2. Itulah orang yang menghardik anak yatim[2],

3. dan tidak mendorong[3] memberi makan orang miskin.

Ayat 4-7: Membicarakan tentang orang munafik yang beramal riya’ karena manusia.

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (٤) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلاتِهِمْ سَاهُونَ (٥) الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ (٦) وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ (٧

Terjemah Surat Al Maa’uun Ayat 4-7

4. Maka celakalah orang yang shalat,

5. (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya[4],

6. yang berbuat riya[5],

7. dan enggan (memberikan) bantuan[6].

Tafsir Quraisy

Surah Quraisy (Suku Quraisy)

Surah ke-106. 4 ayat. Makkiyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-4: Kemakmuran dan ketenteraman pada sebuah negeri seharusnya menjadikan penduduknya bertakwa kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

لإيلافِ قُرَيْشٍ (١) إِيلافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ (٢) فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ (٣) الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ    (٤)

Terjemah Surat Quraisy Ayat 1-4

1. [1]Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,

2. (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas[2].

3. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah)[3].

4. Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan[4].

Tafsir Al ‘Ashr

Surah Al ‘Ashr (Masa)

Surah ke-103. 3 ayat. Makkiyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-3: Sebab manusia bahagia dan celaka di dunia ini dan sungguh rugi orang yang tidak memanfaatkan waktunya untuk beriman dan beramal saleh.

وَالْعَصْرِ (١) إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢) إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣

Terjemah Surat Al ‘Ashr Ayat 1-3

1. Demi masa[1].

2. Sungguh, manusia berada dalam kerugian,

3. kecuali orang-orang yang beriman[2] dan mengerjakan amal saleh[3] serta saling menasihati untuk kebenaran[4] dan saling menasihati untuk kesabaran[5].


[1] Kata ‘Ashr’ di ayat bisa juga diartikan waktu ‘Ashr atau shalat Ashar. Allah Subhaanahu wa Ta'aala bersumpah dengan masa yang mencakup malam dan siang; yang merupakan tempat terjadinya perbuatan hamba dan amal mereka, bahwa setiap manusia akan rugi, yakni tidak beruntung sebagaimana diterangkan dalam ayat selanjutnya. Kerugian ada beberapa macam; ada kerugian yang mutlak dan ada kerugian yang hanya sebagiannya saja. Kerugian yang mutlak adalah kerugian di dunia dan akhirat; di dunia mendapatkan kesengsaraan, kebingungan dan tidak mendapatkan petunjuk, sedangkan di akhirat mendapatkan neraka jahannam. Allah Subhaanahu wa Ta'aala meratakan kerugian kepada semua manusia kecuali orang yang memiliki empat sifat; iman, amal saleh, saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

[2] Yaitu beriman kepada apa yang diperintahkan Allah untuk diimani, dan iman tidak dapat terwujud kecuali dengan ilmu (belajar), sehingga ia merupakan bagian yang menyempurnakannya. Dalam ayat ini terdapat dalil untuk mendahulukan ilmu sebelum beramal.

[3] Amal saleh mencakup semua perbuatan yang baik yang tampak maupun yang tersembunyi; yang terkait dengan hak Allah maupun hak manusia, yang wajib maupun yang sunat.

[4] Yaitu iman dan amal saleh, yakni saling menasihati untuk melakukan hal itu dan mendorongnya.

[5] Yakni bersabar untuk tetap menaati Allah, bersabar untuk tetap menjauhi larangan Allah dan bersabar terhadap taqdir Allah yang pedih. Kedua hal yang sebelumnya, yaitu iman dan amal saleh dapat menyempurnakan diri seseorang, sedangkan kedua hal yang setelahnya dapat menyempurnakan orang lain. Dengan keempat perkara itulah seseorang akan selamat dari kerugian dan memperoleh keberuntungan.

Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab dalam Al Ushul Ats Tsalaatsah berdalih dengan surah ini untuk menerangkan kewajiban seorang muslim, yaitu ilmu, amal, dakwah dan sabar.

Selesai tafsir surah surah Al ‘Ashr dengan pertolongan Allah, taufiq-Nya dan kemudahan-Nya, wal hamdulillahi Rabbil ‘aalamiin.

Tafsir Al Fiil

Surah Al Fiil (Gajah)

Surah ke-105. 5 ayat. Makkiyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-5: Azab Allah kepada tentara bergajah yang hendak menghancurkan Ka’bah.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ (١) أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ (٢) وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ (٣) تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ (٤) فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ (٥

1. Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan[1] bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah[2]?

2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia?

3. Dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,

4. Yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,

5. sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Tafsir Al Humazah

Surah Al Humazah (Pengumpat)

Surah ke-104. 9 ayat. Makkiyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-9: Celaan kepada orang yang menggunjing orang lain sebagaimana tercelanya orang yang menimbun hartanya sehingga tidak berinfak, dan akibat yang akan mereka peroleh.

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ (١) الَّذِي جَمَعَ مَالا وَعَدَّدَهُ (٢) يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ (٣) كَلا لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ (٤) وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ (٥) نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ (٦) الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الأفْئِدَةِ (٧) إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ (٨) فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ (٩

Terjemah Surat Al Humazah Ayat 1-9

1. Celakalah[1] bagi setiap pengumpat dan pencela[2],

2. yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya[3],

3. dia (manusia) mengira[4] bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya[5],

4. Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Huthamah[6].

5. Dan tahukah kamu apakah (neraka) Huthamah itu?[7]

Tafsir At Takaatsur

Surah At Takaatsur (Bermegah-Megahan)

Surah ke-102. 8 ayat. Makkiyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-8: Surah ini membicarakan tentang sibuknya manusia dengan hal-hal yang melalaikan dan bahaya yang akan mereka temui di akhirat.

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (١) حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (٢)كَلا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (٣)ثُمَّ كَلا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (٤)كَلا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ (٥) لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ (٦) ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ (٧)ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ (٨)

1. [1]Bermegah-megahan telah melalaikan kamu[2],

2. Sampai kamu masuk ke dalam kubur[3].

3. Janganlah begitu! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),

4. kemudian jangan begitu! Kelak kamu akan mengetahui.

5. Janganlah begitu! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti (akibat bermegah-megahan itu)[4],

Tafsir Al Qadar

Surah Al Qadr (Kemuliaan)

Surah ke-97. 5 ayat. Makkiyyah

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-5: Keutamaan Lailatul Qadr di atas seluruh malam.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (٣) تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (٤) سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ                 (٥)

Terjemah Surat Al Qadar Ayat 1-5

1. [1]Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan[2].

2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?[3]

3. Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan[4].

4. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya[5] untuk mengatur semua urusan[6].

5. Sejahteralah (malam itu)[7] sampai terbit fajar[8].

Tafsir Al Insyirah

Surah Al Insyirah (Melapangkan Dada)

Surah ke-94. 8 ayat. Makkiyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-8: Kedudukan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan ketinggian derajatnya, serta perintah Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam agar terus berjuang dengan ikhlas dan tawakkal.

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ (١) وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ (٢) الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ (٣) وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ (٤) فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٥) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٦) فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ (٧) وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ   (٨)

Terjemah Surat Al Insyirah / Alam Nasyrah Ayat 1-8

1. [1]Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)[2]?,

2. Dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu[3],

3. yang memberatkan punggungmu,

4. Dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu[4] bagimu.

5. Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,

Tafsir Al Buruuj

Surah Al Buruuj (Gugusan Bintang)

Surah ke-85. 22 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-9: Sumpah Allah Subhaanahu wa Ta'aala dengan langit, hari Kiamat, dan para rasul bahwa orang-orang yang menindas kaum mukmin akan binasa dan di sana terdapat isyarat bahwa Orang-orang yang menentang Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam juga akan mengalami kehancuran sebagaimana yang dialami umat-umat terdahulu yang menentang rasul-rasul mereka.

  وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ (١) وَالْيَوْمِ الْمَوْعُودِ (٢) وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ   (٣) قُتِلَ أَصْحَابُ الأخْدُودِ (٤) النَّارِ ذَاتِ الْوَقُودِ (٥)إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ (٦) وَهُمْ عَلَى مَا يَفْعَلُونَ بِالْمُؤْمِنِينَ شُهُودٌ (٧)وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ (٨) الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ               (٩)

Terjemah Surat Al Buruj Ayat 1-9

1. Demi langit yang mempunyai gugusan bintang[1],

2. dan demi hari yang dijanjikan[2],

3. Demi yang menyaksikan[3] dan yang disaksikan[4].

4. Binasalah orang-orang yang membuat parit[5],

5. Yang berapi (yang mempunyai) kayu bakar,

6. ketika mereka duduk di sekitarnya,

7. sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang mukmin[6].

8. Dan mereka menyiksa orang-orang mukmin itu hanya karena (orang-orang mukmin itu) beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa[7] lagi Maha Terpuji[8] [9],

9. Yang memiliki kerajaan langit dan bumi[10]. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu[11].

Tafsir At Thaariq

Surah Ath Thaariq (Yang Datang Pada Malam Hari)

Surah ke-86. 17 ayat. Makkiyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-4: Sumpah dengan langit yang memiliki bintang-bintang bahwa setiap manusia ada penjaganya dari kalangan malaikat.

وَالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ (١) وَمَا أَدْرَاكَ مَا الطَّارِقُ (٢)النَّجْمُ الثَّاقِبُ (٣)إِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ (٤

1. Demi langit dan yang datang pada malam hari,

2. Dan tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?[1]

3. (Yaitu) bintang yang bersinar tajam[2],

4. setiap orang pasti ada penjaganya[3].

Ayat 5-10: Bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala berkuasa membangkitkan manusia setelah matinya.

Tafsir Al A’laa

Surah Al A’laa (Yang Mahatinggi)

Surah ke-87. 19 ayat. Makkiyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-5: Perintah bertasbih dan dalil-dalil terhadap kekuasaan dan keesaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأعْلَى (١) الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّى (٢) وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَى (٣) وَالَّذِي أَخْرَجَ الْمَرْعَى (٤) فَجَعَلَهُ غُثَاءً أَحْوَى          (٥)

Terjemah Surat Al A’la Ayat 1-5

1. [1]Sucikanlah nama Tuhanmu[2] Yang Mahatinggi[3],

2. Yang Menciptakan, lalu menyempurnakan (penciptaan-Nya)[4],

3. Yang menentukan takdir (masing-masing) dan memberi petunjuk[5],

4. dan Yang menumbuhkan rerumputan[6],

5. lalu dijadikan-Nya (rumput-rumput) itu[7] kering kehitam-hitaman.

Ayat 6-13: Penjagaan terhadap Al Qur’anul Karim, sikap kaum mukmin dan orang-orang kafir terhadap Al Qur’an dan balasan untuk mereka.

Tafsir Al Ghaasyiyah

Surah Al Ghaasyiyah (Hari Kiamat)

Surah ke-88. 26 ayat. Makkiyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-16: Hari Kiamat, dan menerangkan keadaan para penghuni neraka dan para penghuni surga.

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ (١) وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ (٢) عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ (٣) تَصْلَى نَارًا حَامِيَةً (٤) تُسْقَى مِنْ عَيْنٍ آنِيَةٍ (٥) لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلا مِنْ ضَرِيعٍ (٦) لا يُسْمِنُ وَلا يُغْنِي مِنْ جُوعٍ (٧)وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاعِمَةٌ (٨) لِسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ (٩) فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ (١٠) لا تَسْمَعُ فِيهَا لاغِيَةً (١١) فِيهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ (١٢) فِيهَا سُرُرٌ مَرْفُوعَةٌ (١٣) وَأَكْوَابٌ مَوْضُوعَةٌ (١٤) وَنَمَارِقُ مَصْفُوفَةٌ (١٥)وَزَرَابِيُّ مَبْثُوثَةٌ (١٦

Terjemah Surat Al Ghaasyiah Ayat 1-16

1. [1]Sudahkah sampai kepadamu berita tentang hari Kiamat[2]?

2. [3]Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk terhina[4],

3. (karena) bekerja keras lagi kepayahan[5],

4. mereka memasuki api yang sangat panas (neraka)[6],

5. diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas[7].

6. Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri,

7. yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar[8].

8. Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri[9],

9. mereka senang[10] karena usahanya (sendiri)[11],

10. (mereka) dalam surga[12] yang tinggi,

Tafsir Al Fajr

Surah Al Fajr (Waktu Fajar)

Surah ke-89. 30 ayat. Makkiyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-14: Kisah sebagian umat yang mendustakan para rasul Allah dan azab yang menimpa mereka, dan di sana terdapat isyarat bahwa mereka yang menentang Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pasti binasa seperti umat-umat dahulu yang menentang Rasul-Nya.

وَالْفَجْرِ (١) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (٢)وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ (٣)وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ (٤)هَلْ فِي ذَلِكَ قَسَمٌ لِذِي حِجْرٍ (٥) أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ (٦)إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ (٧) الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلادِ (٨) وَثَمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ (٩) وَفِرْعَوْنَ ذِي الأوْتَادِ (١٠) الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلادِ (١١) فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ (١٢) فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ (١٣) إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ (١٤

Terjemah Surat Al Fajr Ayat 1-14

1. Demi fajar,

2. demi malam yang sepuluh,

3. demi yang genap dan yang ganjil,

4. demi malam apabila berlalu[1].

5. Adakah pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) bagi orang-orang yang berakal[2].

6. Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan[3] bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) 'Aad?

7. (yaitu) penduduk Iram[4] yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,

8. yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,

9. dan (terhadap) kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah[5],

10. dan (terhadap kaum) Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar)[6],