Tampilkan postingan dengan label Tafsir Qaaf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsir Qaaf. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 April 2013

Tafsir Qaaf Ayat 36-45

Ayat 36-45: Ancaman terhadap orang-orang yang mengingkari hari berbangkit, perintah mengambil pelajaran dari umat-umat terdahulu, perintah memperhatikan agungnya tindakan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, dorongan untuk dzikrullah, dan bahwa Al Qur’an merupakan nasihat dan bimbingan.

 

وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَشَدُّ مِنْهُمْ بَطْشًا فَنَقَّبُوا فِي الْبِلادِ هَلْ مِنْ مَحِيصٍ (٣٦) إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ (٣٧) وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِنْ لُغُوبٍ (٣٨) فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ (٣٩)وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَدْبَارَ السُّجُودِ (٤٠) وَاسْتَمِعْ يَوْمَ يُنَادِ الْمُنَادِ مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍ (٤١) يَوْمَ يَسْمَعُونَ الصَّيْحَةَ بِالْحَقِّ ذَلِكَ يَوْمُ الْخُرُوجِ (٤٢) إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَإِلَيْنَا الْمَصِيرُ (٤٣) يَوْمَ تَشَقَّقُ الأرْضُ عَنْهُمْ سِرَاعًا ذَلِكَ حَشْرٌ عَلَيْنَا يَسِيرٌ (٤٤) نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِجَبَّارٍ فَذَكِّرْ بِالْقُرْآنِ مَنْ يَخَافُ وَعِيدِ (٤٥)

Terjemah Surat Qaaf Ayat 36-45

36. [1]Dan betapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka[2], (padahal) mereka lebih hebat kekuatannya daripada mereka (umat yang belakangan) ini. Mereka pernah menjelajah di beberapa negeri[3]. Adakah tempat pelarian (dari kebinasaan bagi mereka)[4]?

37. Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya[5].

38. [6]Dan sungguh, Kami telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari[7], dan Kami tidak merasa letih sedikit pun[8].

39. Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan[9], dan bertasbihlah[10] dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit[11] dan sebelum terbenam[12].

40. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada malam hari[13] dan setiap selesai shalat[14].

41. Dan dengarkanlah (seruan) pada hari ketika penyeru (malaikat)[15] menyeru dari tempat yang dekat[16].

Tafsir Qaaf Ayat 16-35

Ayat 16-19: Gerak-gerik manusia dan perkataannya dicatat oleh para malaikat.

  وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ (١٦) إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ (١٧) مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ (١٨) وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيدُ (١٩)

Terjemah Surat Qaaf Ayat 16-19

16. [1]Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.

17. (Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan[2] dan yang lain di sebelah kiri[3].

18. Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)[4].

19. Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya[5]. Itulah yang dahulu hendak kamu hindari.

Tafsir Qaaf Ayat 1-15

Surah Qaaf

Surah ke-50. 45 ayat. Makkiyyah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-11: Pengingkaran kaum musyrik terhadap kenabian Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan hari berbangkit, dan bahwa kejadian-kejadian di alam membuktikan kebenaran adanya hari berbangkit.

  ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ (١) بَلْ عَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ فَقَالَ الْكَافِرُونَ هَذَا شَيْءٌ عَجِيبٌ (٢) أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا ذَلِكَ رَجْعٌ بَعِيدٌ (٣) قَدْ عَلِمْنَا مَا تَنْقُصُ الأرْضُ مِنْهُمْ وَعِنْدَنَا كِتَابٌ حَفِيظٌ   (٤) بَلْ كَذَّبُوا بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ فَهُمْ فِي أَمْرٍ مَرِيجٍ (٥) أَفَلَمْ يَنْظُرُوا إِلَى السَّمَاءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنَاهَا وَزَيَّنَّاهَا وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوجٍ  (٦) وَالأرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ (٧) تَبْصِرَةً وَذِكْرَى لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍ (٨) وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ (٩) وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَهَا طَلْعٌ نَضِيدٌ (١٠) رِزْقًا لِلْعِبَادِ وَأَحْيَيْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا كَذَلِكَ الْخُرُوجُ (١١)

1. [1]Qaaf. Demi Al Quran yang mulia.

2. (Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka[2] tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri[3], maka berkatalah orang-orang kafir[4], "Ini adalah suatu yang sangat ajaib[5].”

3. [6]Apakah apabila Kami telah mati dan sudah menjadi tanah (akan kembali lagi)? Itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin[7].

4. Sungguh, Kami telah mengetahui apa yang ditelan bumi dari (tubuh-tubuh) mereka, sebab pada Kami ada kitab (catatan) yang terpelihara baik (Al Lauhul Mahfuzh)[8].

5. [9]Bahkan mereka telah mendustakan kebenaran ketika (kebenaran itu) datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau[10].

6. [11]Maka tidakkah mereka[12] memperhatikan langit yang ada di atas mereka[13], bagaimana cara Kami membangunnya[14] dan menghiasinya[15], dan tidak terdapat retak-retak sedikit pun?

7. Dan bumi yang Kami hamparkan[16] dan Kami pancangkan di atasnya gunung-gunung yang kokoh, dan Kami tumbuhkan di atasnya tanam-tanaman yang indah[17],

8. untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi setiap hamba yang kembali (tunduk Allah)[18].

9. Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah lalu Kami tumbuhkan dengan (air itu) pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen,

10. dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun,

11. (sebagai) rezeki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan (air itu) negeri yang mati (tandus)[19]. Seperti itulah terjadinya kebangkitan (dari kubur)[20].