Tampilkan postingan dengan label Juz 13. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Juz 13. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Maret 2013

Tafsir Al Hijr Ayat 1-15

Surah Al Hijr (Negeri Kaum Tsamud)

Surah ke-15. 99 ayat. Makkiyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-9: Kedudukan Al Qur’anul Karim, sikap kaum musyrik kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, tuduhan mereka terhadap Beliau dan bantahan terhadap mereka, dan jaminan Allah terhadap kemurnian Al Qur’an dan kejayaan Islam.

الر تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ وَقُرْآنٍ مُبِينٍ (١

1.Alif Laam Raa. [1](Surah) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Kitab (yang sempurna) yaitu (ayat-ayat) Al Qur’an yang memberi penjelasan[2].

Juz 14

رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ (٢) ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الأمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ (٣)وَمَا أَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ إِلا وَلَهَا كِتَابٌ مَعْلُومٌ (٤)مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُونَ (٥)وَقَالُوا يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ (٦) لَوْ مَا تَأْتِينَا بِالْمَلائِكَةِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ (٧) مَا نُنَزِّلُ الْمَلائِكَةَ إِلا بِالْحَقِّ وَمَا كَانُوا إِذًا مُنْظَرِينَ (٨) إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ   (٩)

Terjemah Surat Al Hijr Ayat 2-9

2. Orang kafir itu kadang-kadang[3] (nanti di akhirat) menginginkan[4], sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang muslim.

3. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong) mereka, kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya)[5].

4. Dan Kami tidak membinasakan suatu negeri, melainkan sudah ada ketentuan yang ditetapkan baginya[6].

5. Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat meminta penundaan(nya).

Tafsir Ibrahim Ayat 35-52

Ayat 35-41: Mengingatkan orang-orang Quraisy terhadap doa nenek moyang mereka, yaitu Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, kehormatan Baitullah, pentingnya doa dan sungguh-sungguh melakukannya sambil menampakkan kerendahan dan kebutuhan kepada-Nya.

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الأصْنَامَ (٣٥) رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٣٦) رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ (٣٧) رَبَّنَا إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِي وَمَا نُعْلِنُ وَمَا يَخْفَى عَلَى اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ فِي الأرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ (٣٨) الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ      (٣٩)رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ (٤٠)رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ    (٤١)

Terjemah Surat Ibrahim Ayat 35-41

35. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman[1], dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala[2].

36. Ya Tuhanku, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari manusia[3]. Barang siapa mengikutiku[4], maka orang itu termasuk golonganku[5], dan barang siapa mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang[6].

37. Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan[7] sebagian keturunanku[8] di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman[9] di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat[10], maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung[11] kepada mereka[12] dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan[13], mudah-mudahan mereka bersyukur.

38. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami tampakkan; [14]dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.

39. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq[15]. Sungguh, Tuhanku benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.

40. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap mendirikan shalat[16], ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku (itu).

41. Ya Tuhan kami, ampunlah aku dan kedua ibu bapakku[17] dan semua orang yang beriman pada hari diadakan hisab (hari kiamat).”

Tafsir Ibrahim Ayat 23-34

Ayat 23-27: Perumpamaan dalam Al Qur’an merupakan pelajaran dan nasihat, dan penjelasan teguhnya kalimat yang haq dan batilnya kalimat yang batil

وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ تَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلامٌ (٢٣) أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ (٢٤) تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الأمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (٢٥) وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الأرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ       (٢٦) يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ         (٢٧)

Terjemah Surat Ibrahim Ayat 23-27

23. [1]Dan orang yang beriman dan beramal saleh[2] dimasukkan ke dalam surga-surga[3] yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka[4] dalam (surga) itu adalah salam[5].

24. Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik[6] seperti pohon yang baik[7], akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit,

25. Pohon itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya[8]. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat[9].

26. Dan perumpamaan kalimat yang buruk[10] seperti pohon yang buruk[11], yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun[12].

27.[13] Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh[14] dalam kehidupan di dunia[15] dan di akhirat[16]; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim[17] dan berberbuat apa yang Dia kehendaki.

Tafsir Ibrahim Ayat 13-22

Ayat 13-18: Akibat yang diderita oleh kaum yang menolak kebenaran

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِرُسُلِهِمْ لَنُخْرِجَنَّكُمْ مِنْ أَرْضِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا فَأَوْحَى إِلَيْهِمْ رَبُّهُمْ لَنُهْلِكَنَّ الظَّالِمِينَ (١٣) وَلَنُسْكِنَنَّكُمُ الأرْضَ مِنْ بَعْدِهِمْ ذَلِكَ لِمَنْ خَافَ مَقَامِي وَخَافَ وَعِيدِ (١٤)وَاسْتَفْتَحُوا وَخَابَ كُلُّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ (١٥) مِنْ وَرَائِهِ جَهَنَّمُ وَيُسْقَى مِنْ مَاءٍ صَدِيدٍ (١٦) يَتَجَرَّعُهُ وَلا يَكَادُ يُسِيغُهُ وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ وَمِنْ وَرَائِهِ عَذَابٌ غَلِيظٌ (١٧) مَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ أَعْمَالُهُمْ كَرَمَادٍ اشْتَدَّتْ بِهِ الرِّيحُ فِي يَوْمٍ عَاصِفٍ لا يَقْدِرُونَ مِمَّا كَسَبُوا عَلَى شَيْءٍ ذَلِكَ هُوَ الضَّلالُ الْبَعِيدُ (١٨)

Terjemah Surat Ibrahim Ayat 13-18

13.[1] Orang-orang kafir berkata kepada rasul-rasul mereka[2], “Kami pasti akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu benar-benar kembali kepada agama kami[3].” Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka, “Kami pasti akan membinasakan orang yang zalim itu.

14. Dan Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu setelah mereka[4]. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (menghadap) ke hadirat-Ku[5] dan takut kepada ancaman-Ku.”

15. Dan mereka memohon diberi keputusan[6], dan binasalah[7] semua orang yang berlaku sewenang-wenang[8] lagi keras kepala,

16. Di hadapannya ada neraka Jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah[9],

17. Diteguk-teguknya (air nanah itu)[10] dan dia hampir tidak bisa menelannya[11] dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan di hadapannya masih ada azab yang berat.

18. Perumpamaan orang yang kafir kepada Tuhannya, perbuatan mereka[12] seperti abu yang ditiup oleh angin keras pada suatu hari yang berangin kencang[13]. Mereka tidak kuasa (mendatangkan manfaat) sama sekali dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia)[14]. Yang demikian itu adalah kesesatan[15] yang jauh.

Jumat, 15 Maret 2013

Tafsir Ibrahim Ayat 1-12

Surah Ibrahim

Surah ke-14. 52 ayat. Makkiyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Ayat 1-4: Tujuan diturunkan kitab dan diutus rasul, dan bahwa hidayah dan kesesatan di Tangan Allah Subhaanahu wa Ta'aala

الر كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ (١) اللَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَوَيْلٌ لِلْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ شَدِيدٍ (٢) الَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الآخِرَةِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا أُولَئِكَ فِي ضَلالٍ بَعِيدٍ (٣) وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ فَيُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (٤

Terjemah Surat Ibrahim Ayat 1-4

1. Alif, Laam Raa. (Ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan[1] kepada cahaya terang benderang[2] dengan izin Tuhan[3], (yaitu) menuju jalan Tuhan[4] Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji[5].

2. Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi[6]. Celakalah bagi orang-orang yang kafir[7] karena siksaan yang sangat berat,

3. (yaitu) orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada (kehidupan akhirat)[8], dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah[9] dan menginginkan agar jalan itu bengkok[10]. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh[11].

4. Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya[12], agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka[13]. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki[14], dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia Yang Mahaperkasa[15] lagi Mahabijaksana[16].

Senin, 11 Maret 2013

Tafsir Ar Ra’d Ayat 35-43

Ayat 35-37: Gambaran kenikmatan yang akan diperoleh kaum mukmin di surga, orang-orang mukmin menerima Al Qur’an seluruhnya, dan peringatan agar tidak mengikuti orang-orang yang sesat

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ أُكُلُهَا دَائِمٌ وَظِلُّهَا تِلْكَ عُقْبَى الَّذِينَ اتَّقَوْا وَعُقْبَى الْكَافِرِينَ النَّارُ (٣٥)وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَفْرَحُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمِنَ الأحْزَابِ مَنْ يُنْكِرُ بَعْضَهُ قُلْ إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ وَلا أُشْرِكَ بِهِ إِلَيْهِ أَدْعُو وَإِلَيْهِ مَآبِ (٣٦) وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَاهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا وَلَئِنِ   اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَمَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا وَاقٍ (٣٧

Terjemah Surat Ar Ra’d Ayat 35-37

35. Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang yang bertakwa (ialah seperti taman), mengalir di bawahnya sungai-sungai[1]; senantiasa berbuah dan teduh. Itulah tempat kesudahan bagi orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka[2].

36. Dan orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka[3] bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu (Muhammad)[4], dan ada di antara golongan yang bersekutu (kaum musyrik dan orang-orang Yahudi) yang mengingkari sebagiannya[5]. Katakanlah, “Aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali.”

37. Dan demikianlah, Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab[6]. Sekiranya engkau mengikuti keinginan mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka tidak ada yang melindungi dan yang menolong engkau dari (siksaan) Allah.

Tafsir Ar Ra’d Ayat 25-34

Ayat 25-27: Di antara sifat dan perbuatan orang-orang kafir, dan bahwa mereka senang dengan kesenangan yang mereka dapatkan di dunia, serta penjelasan bahwa rezeki itu di Tangan Allah Subhaanahu wa Ta'aala

وَالَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الأرْضِ أُولَئِكَ لَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ (٢٥) اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلا مَتَاعٌ (٢٦)وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ قُلْ إِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ (٢٧

Terjemah Surat Ar Ra’d Ayat 25-27

25.[1] Dan orang-orang yang melanggar janji Allah[2] setelah diikrarkannya dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan[3] dan berbuat kerusakan di bumi, mereka itulah memperoleh kutukan[4] dan tempat kediaman yang buruk (Jahannam).

26. Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). Mereka bergembira dengan kehidupan dunia[5], padahal kehidupan dunia hanyalah kesenangan (yang sedikit dan sementara) dibanding kehidupan akhirat.

27. Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?”[6] Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki[7] dan memberi petunjuk orang yang kembali kepada-Nya[8],”

Tafsir Ar Ra’d Ayat 12-24

Ayat 12-13: Bukti-bukti kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala di alam semesta yang salah di antaranya adalah guruh dan kilat

هُوَ الَّذِي يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنْشِئُ السَّحَابَ الثِّقَالَ     (١٢) وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيبُ بِهَا مَنْ يَشَاءُ وَهُمْ يُجَادِلُونَ فِي اللَّهِ وَهُوَ شَدِيدُ الْمِحَالِ (١٣

Terjemah Surat Ar Ra’d Ayat 12-13

12. Dialah yang memperlihatkan kilat kepadamu, yang menimbulkan ketakutan[1] dan harapan[2], dan Dia menjadikan mendung[3].

13.[4] Dan guruh[5] bertasbih sambil memuji-Nya[6], (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar[7], lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, sementara mereka berbantah-bantahan[8] tentang Allah, dan Dia Mahakuat[9].

Tafsir Ar Ra’d Ayat 1-11

Surah Ar Ra’d (Guruh)

Surah ke-13. 43 ayat. Makkiyyah, ada pula yang mengatakan Madaniyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Ayat 1-4: Kebenaran Al Qur’an, perintah memperhatikan ayat-ayat Allah di alam semesta, bukti-bukti kekuasaan Allah dan kesempurnaan ilmu-Nya, dan karunia Allah kepada manusia

المر تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ وَالَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يُؤْمِنُونَ (١) اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لأجَلٍ مُسَمًّى يُدَبِّرُ الأمْرَ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ (٢) وَهُوَ الَّذِي مَدَّ الأرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْهَارًا وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (٣) وَفِي الأرْضِ قِطَعٌ مُتَجَاوِرَاتٌ وَجَنَّاتٌ مِنْ أَعْنَابٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَى بِمَاءٍ وَاحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ فِي الأكُلِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ               (٤)

Terjemah Surat Ar Ra’d Ayat 1-4

1. Alif Laam Miim Raa. Ini adalah ayat-ayat kitab (Al Quran). Dan kitab yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu itu adalah benar[1]; tetapi kebanyakan manusia tidak beriman[2].

2.[3] Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy[4]. Dia menundukkan matahari dan bulan[5]; masing-masing beredar sampai waktu yang telah ditentukan[6]. Dia mengatur urusan (makhluk-Nya), dan menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan-Nya)[7], agar kamu[8] yakin akan pertemuan dengan Tuhanmu[9].

3. Dan Dia yang membentangkan bumi[10] dan menjadikan gunung-gunung[11] dan sungai-sungai di atasnya[12]. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan[13]; Dia menutupkan malam kepada siang[14]. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (keesaan Allah) bagi orang-orang yang berpikir[15].

4. Dan di bumi terdapat bagian-bagian (berbeda) yang berdampingan[16]. Kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, pohon kurma yang bercabang, dan yang tidak bercabang; disirami dengan air yang sama, Tetapi Kami lebihkan tanaman yang satu dari yang lainnya dalam hal rasanya[17]. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berpikir.

Faidah Surat Yusuf

Berikut ini kami sebutkan di antara pelajaran dari kisah Nabi Yusuf yang banyak kami ambil dari buku 100 Faidah Min Suurah Yusuf karya Syaikh M. bin Shalih Al Munajjid dan tafsir Syaikh As Sa’diy:
1. Hendaknya seorang bapak memperhatikan pendidikan anaknya, mengkondisikan anaknya agar siap menerima pemahaman, ilmu dan fiqh serta memberikan perhatian lebih, terutama bagi mereka yang menunjukkan keseriusan.
2. Mimpi yang baik berasal dari Allah.
3. Tidak menceritakan nikmat karena ada maslahat adalah boleh agar tidak ada orang yang hasad kepadanya.
4. Setan masuk ke tengah-tengah hubungan persaudaraan, ia memanaskan hati sebagiannya sehingga menjadikan mereka bermusuhan setelah sebelumnya bersaudara.
5. Seorang bapak hendaknya bersikap adil di antara anak-anaknya sedapat mungkin, dan jika salah seorang di antara mereka berhak mendapat perhatian lebih, maka sedapat mungkin janganlah ia tampakkan agar tidak membuat yang lain cemburu.
6. Allah Subhaanahu wa Ta'aala memilih siapa saja di antara hamba-Nya menjadi orang pilihan-Nya dan yang demikian merupakan nikmat. Kita misalnya, al hamdulillah Dia menjadikan kita manusia tidak menjadi benda mati, terlebih Dia menjadikan kita sebagai orang-orang muslim. Kita berharap kepada-Nya agar Dia mengistiqamahkan kita di atas agama-Nya sampai akhir hayat dan mengumpulkan kita bersama orang-orang yang diberi-Nya nikmat, Allahumma amin.
7. Dari rumah yang baik akan lahir generasi yang baik. Oleh karena itu, hendaknya kita memperhatikan lingkungan keluarga dan membinanya di atas ajaran Islam.
8. Kecemburuan dapat menjadikan pemiliknya menimpakan bahaya dan gangguan.

Tafsir Yusuf Ayat 94-111

Ayat 94-101: Pertemuan Yusuf ‘alaihis salam dengan kedua orang tuanya, gembiranya bertemu setelah sekian lama menghilang, meminta doa orang tua, dan menyebutkan doa Nabi Yusuf ‘alaihis salam

وَلَمَّا فَصَلَتِ الْعِيرُ قَالَ أَبُوهُمْ إِنِّي لأجِدُ رِيحَ يُوسُفَ لَوْلا أَنْ تُفَنِّدُونِ (٩٤) قَالُوا تَاللَّهِ إِنَّكَ لَفِي ضَلالِكَ الْقَدِيمِ (٩٥) فَلَمَّا أَنْ جَاءَ الْبَشِيرُ أَلْقَاهُ عَلَى وَجْهِهِ فَارْتَدَّ بَصِيرًا قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ (٩٦) قَالُوا يَا أَبَانَا اسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا إِنَّا كُنَّا خَاطِئِينَ (٩٧) قَالَ سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّي إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (٩٨) فَلَمَّا دَخَلُوا عَلَى يُوسُفَ آوَى إِلَيْهِ أَبَوَيْهِ وَقَالَ ادْخُلُوا مِصْرَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ (٩٩) وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًا وَقَالَ يَا أَبَتِ هَذَا تَأْوِيلُ رُؤْيَايَ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقًّا وَقَدْ أَحْسَنَ بِي إِذْ أَخْرَجَنِي مِنَ السِّجْنِ وَجَاءَ بِكُمْ مِنَ الْبَدْوِ مِنْ بَعْدِ أَنْ نَزَغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ     (١٠٠) رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِنْ تَأْوِيلِ الأحَادِيثِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ               (١٠١)

Terjemah Surat Yusuf Ayat 94-101

94. Dan ketika kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir)[1], ayah mereka berkata[2], “Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf[3], sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku).”

95. Mereka (keluarganya) berkata, “Demi Allah, sesungguhnya engkau masih dalam kekeliruanmu yang dahulu[4].”

96. Maka ketika telah tiba pembawa kabar gembira itu[5], maka diusapkannya (baju itu) ke wajahnya (Ya’kub), lalu dia dapat melihat kembali[6]. Dia (Ya’kub), “Bukankah telah aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.”

97. Mereka berkata, “Wahai ayah kami! Mohonkanlah ampunan untuk kami atas dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang yang bersalah (berdosa).”

98. Dia (Ya’kub) berkata, “Aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sungguh, Dia Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang[7].”

99. Maka ketika mereka[8] masuk ke (tempat) Yusuf, dia merangkul (dan menyiapkan tempat untuk) kedua orang tuanya[9] seraya berkata, “Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman[10].”

Tafsir Yusuf Ayat 81-93

Ayat 81-86: Pentingnya jujur dalam ucapan, membela diri dengan benar, dan bahwa mengadu kepada selain Allah merupakan kehinaan, sebaliknya mengadu kepada Allah merupakan kemuliaan, harapan, kekuatan dan keimanan

ارْجِعُوا إِلَى أَبِيكُمْ فَقُولُوا يَا أَبَانَا إِنَّ ابْنَكَ سَرَقَ وَمَا شَهِدْنَا إِلا بِمَا عَلِمْنَا وَمَا كُنَّا لِلْغَيْبِ حَافِظِينَ (٨١) وَاسْأَلِ الْقَرْيَةَ الَّتِي كُنَّا فِيهَا وَالْعِيرَ الَّتِي أَقْبَلْنَا فِيهَا وَإِنَّا لَصَادِقُونَ (٨٢) قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا فَصَبْرٌ جَمِيلٌ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَنِي بِهِمْ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ (٨٣) وَتَوَلَّى عَنْهُمْ وَقَالَ يَا أَسَفَى عَلَى يُوسُفَ وَابْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ الْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ (٨٤)قَالُوا تَاللَّهِ تَفْتَأُ تَذْكُرُ يُوسُفَ حَتَّى تَكُونَ حَرَضًا أَوْ تَكُونَ مِنَ الْهَالِكِينَ (٨٥) قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ (٨٦

Terjemah Surat Yusuf Ayat 81-86

81. Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah, “Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri, dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui[1], dan kami tidak mengetahui apa yang di balik itu[2].

82. Dan tanyalah (penduduk) negeri tempat kami berada[3], dan kafilah yang datang bersama kami[4]. Dan kami adalah orang yang benar.”

83.[5] Dia (Ya’kub) berkata, “Sebenarnya hanya dirimu sendiri yang memandang baik urusan (yang buruk) itu[6]. Maka kesabaranku adalah kesabaran yang baik[7]. Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku[8]. Sungguh, Dialah Yang Maha Mengetahui[9] lagi Mahabijaksana[10].”

84. Dan dia (Ya’kub) berpaling dari mereka (anak-anaknya)[11] seraya berkata, “Aduhai duka citaku terhadap Yusuf,” dan kedua matanya menjadi putih karena sedih. Dia diam menahan amarah (terhadap anak-anaknya)[12].

85. Mereka berkata, “Demi Allah, engkau tidak henti-hentinya mengingat Yusuf, sehingga engkau mengidap penyakit berat[13] atau engkau termasuk orang-orang yang akan binasa.”

86. Dia (Ya’kub) menjawab, “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku[14]. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui[15].

Tafsir Yusuf Ayat 67-80

Ayat 67-69: Nabi Ya’qub ‘alaihis salam berpesan kepada anak-anaknya, pentingnya orang tua memiliki sikap perhatian kepada anak-anaknya, serta memberitahukan kepada mereka cara agar selamat dari bahaya

وَقَالَ يَا بَنِيَّ لا تَدْخُلُوا مِنْ بَابٍ وَاحِدٍ وَادْخُلُوا مِنْ أَبْوَابٍ مُتَفَرِّقَةٍ وَمَا أُغْنِي عَنْكُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ إِنِ الْحُكْمُ إِلا لِلَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ (٦٧) وَلَمَّا دَخَلُوا مِنْ حَيْثُ أَمَرَهُمْ أَبُوهُمْ مَا كَانَ يُغْنِي عَنْهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ إِلا حَاجَةً فِي نَفْسِ يَعْقُوبَ قَضَاهَا وَإِنَّهُ لَذُو عِلْمٍ لِمَا عَلَّمْنَاهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ (٦٨) وَلَمَّا دَخَلُوا عَلَى يُوسُفَ آوَى إِلَيْهِ أَخَاهُ قَالَ إِنِّي أَنَا أَخُوكَ فَلا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ       (٦٩)

Terjemah Surat Yusuf Ayat 67-69

67. Dan dia (Ya’kub) berkata, “Wahai anak-anakku! Janganlah kamu masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berbeda[1]; namun demikian aku tidak dapat mempertahankan kamu sedikit pun dari (takdir) Allah[2]. Keputusan itu hanyalah bagi Allah[3]. Kepada-Nya aku bertawakkal dan kepada-Nya pula beratawakkallah orang-orang yang bertawakkal[4].”

68. Dan ketika mereka masuk sesuai dengan perintah ayah mereka, (masuknya mereka itu) tidak dapat menolak sedikit pun keputusan Allah, (tetapi itu) hanya suatu keinginan pada diri Ya’kub yang telah ditetapkannya[5]. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[6].

69. Dan ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, dia menempatkan saudaranya (Bunyamin) di tempatnya, dia (Yusuf) berkata, “Sesungguhnya aku adalah saudaramu, jangan engkau bersedih hati terhadap apa yang telah mereka kerjakan[7].”

Tafsir Yunus Ayat 53-66

Juz 13

Ayat 53: Hawa nafsu mendorong kepada kejahatan kecuali nafsu yang dijaga oleh Allah

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لأمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلا مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ (٥٣

Terjemah Surat Yusuf Ayat 53

53.[1] Dan aku tidak menyatakan diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu[2] selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku[3]. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun[4] lagi Maha Penyayang[5].

Ayat 54-57: Nabi Yusuf ‘alaihis salam diberi kekuasaan di bumi

وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِي بِهِ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِي فَلَمَّا كَلَّمَهُ قَالَ إِنَّكَ الْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌ (٥٤) قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الأرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ (٥٥) وَكَذَلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِي الأرْضِ يَتَبَوَّأُ مِنْهَا حَيْثُ يَشَاءُ نُصِيبُ بِرَحْمَتِنَا مَنْ نَشَاءُ وَلا نُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ (٥٦)وَلأجْرُ الآخِرَةِ خَيْرٌ لِلَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ (٥٧)

Terjemah Surat Yusuf Ayat 55-57

54.[6] Dan raja berkata, “Bawalah dia (Yusuf) kepadaku, agar aku memilih dia (sebagai orang yang dekat) kepadaku[7].” Ketika dia (raja) telah bercakap-cakap dengan dia[8], dia (raja) berkata, “Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi di lingkungan kami dan dipercayai[9].”

55. Dia (Yusuf) berkata[10], “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir)[11]; karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga[12], dan berpengetahuan.”

56. Dan demikianlah[13] Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri ini (Mesir); untuk tinggal di mana saja yang dia kehendaki[14]. Kami melimpahkan rahmat kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik[15].

57. Dan sungguh, pahala di akhirat itu lebih baik[16] bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa.