Tampilkan postingan dengan label Tafsir At Taubah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsir At Taubah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Maret 2013

Tafsir At Taubah Ayat 117-129

Ayat 117-119: Perang Tabuk, dan diterimanya tobat oleh Allah Subhaanahu wa Ta'aala dari tiga orang yang tidak ikut berperang

لَقَدْ تَابَ اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ وَالْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ فِي سَاعَةِ الْعُسْرَةِ مِنْ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (١١٧) وَعَلَى الثَّلاثَةِ الَّذِينَ خُلِّفُوا حَتَّى إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ الأرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنْفُسُهُمْ وَظَنُّوا أَنْ لا مَلْجَأَ مِنَ اللَّهِ إِلا إِلَيْهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ (١١٨) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ (١١٩

Terjemah Surat At Taubah Ayat 117-119

117. Sungguh, Allah telah menerima tobat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar[1], yang mengikuti Nabi pada masa-masa sulit[2], setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling[3], kemudian Allah menerima tobat mereka[4]. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka[5],

118.[6] Dan terhadap tiga orang yang ditinggalkan[7]. Hingga ketika bumi terasa sempit bagi mereka[8], padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah (pula terasa) sempit bagi mereka[9], serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksaan) Allah, melainkan kepada-Nya saja, kemudian Allah menerima tobat mereka[10] agar mereka tetap dalam tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat[11] lagi Maha Penyayang[12].

119. Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar[13].

Tafsir At Taubah Ayat 107-116

Ayat 107-110: Kaum munafik dan masjid dhirar, keharusan waspada terhadap tipu muslihat orang yang mempergunakan masjid sebagai alatnya, dan pentingnya masjid untuk mengajak manusia kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلا الْحُسْنَى وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ (١٠٧) لا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ (١٠٨) أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى تَقْوَى مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَمْ مَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (١٠٩) لا يَزَالُ بُنْيَانُهُمُ الَّذِي بَنَوْا رِيبَةً فِي قُلُوبِهِمْ إِلا أَنْ تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ               (١١٠)

Terjemah Surat At Taubah Ayat 107-110

107. Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman)[1], untuk kekafiran[2] dan untuk memecah belah antara orang-orang yang beriman[3], serta untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu[4]. Mereka dengan pasti bersumpah, "Kami hanya menghendaki kebaikan[5]." Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya)[6].

108. Janganlah kamu melaksanakan shalat dalam mesjid itu selama-lamanya[7]. Sungguh, mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama[8] adalah lebih pantas kamu melaksanakan shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang[9] yang ingin membersihkan diri[10]. Allah menyukai orang-orang yang bersih[11].

109.[12] Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunan (masjid) atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu (bangunan) itu roboh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam?[13] Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

110. Bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka, sampai hati mereka hancur[14]. Dan Allah Maha mengetahui lagi Mahabijaksana[15].

Tafsir At Taubah Ayat 94-106

Juz 11

Ayat 94-96: Menerangkan tentang orang-orang yang mendapatkan uzur dan celaan kepada orang-orang yang tidak ikut berjihad tanpa ada uzur

يَعْتَذِرُونَ إِلَيْكُمْ إِذَا رَجَعْتُمْ إِلَيْهِمْ قُلْ لا تَعْتَذِرُوا لَنْ نُؤْمِنَ لَكُمْ قَدْ نَبَّأَنَا اللَّهُ مِنْ أَخْبَارِكُمْ وَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ      (٩٤) سَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَكُمْ إِذَا انْقَلَبْتُمْ إِلَيْهِمْ لِتُعْرِضُوا عَنْهُمْ فَأَعْرِضُوا عَنْهُمْ إِنَّهُمْ رِجْسٌ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (٩٥) يَحْلِفُونَ لَكُمْ لِتَرْضَوْا عَنْهُمْ فَإِنْ تَرْضَوْا عَنْهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ لا يَرْضَى عَنِ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ         (٩٦)

Terjemah Surat At Taubah Ayat 94-96

94.[1] Mereka (orang-orang munafik yang tidak ikut berperang) akan mengemukakan alasannya kepadamu, ketika kamu telah kembali kepada mereka. Katakanlah (Muhammad), "Janganlah kamu mengemukakan alasan; kami tidak percaya lagi kepadamu, sungguh, Allah telah memberitahukan kepada Kami tentang beritamu[2]. Dan Allah akan melihat pekerjaanmu[3], (demikian pula) Rasul-Nya kemudian kamu dikembalikan kepada Allah Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan[4];

95.[5] Mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, ketika kamu kembali kepada mereka[6], agar kamu berpaling dari mereka[7]. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu berjiwa kotor dan tempat mereka neraka Jahannam, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.

96. Mereka akan bersumpah kepadamu agar kamu ridha kepada mereka. Tetapi sekalipun kamu ridha kepada mereka, Allah tidak akan ridha kepada orang-orang yang fasik[8].

Tafsir At Taubah Ayat 75-93

Ayat 75-80: Ikrar orang munafik tidak dapat dipercaya, pengingkaran yang dilakukan orang munafik terhadap perjanjian, dan bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala tidak akan mengampuni mereka

وَمِنْهُمْ مَنْ عَاهَدَ اللَّهَ لَئِنْ آتَانَا مِنْ فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ الصَّالِحِينَ (٧٥) فَلَمَّا آتَاهُمْ مِنْ فَضْلِهِ بَخِلُوا بِهِ وَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ (٧٦) فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِي قُلُوبِهِمْ إِلَى يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ بِمَا أَخْلَفُوا اللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ (٧٧) أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُمْ وَأَنَّ اللَّهَ عَلامُ الْغُيُوبِ (٧٨)الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لا يَجِدُونَ إِلا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (٧٩) اسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةً فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ (٨٠

Terjemah Surat At Taubah Ayat 75-80

75. Dan di antara mereka (orang munafik) ada orang yang telah berjanji kepada Allah, "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami[1], niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang yang saleh[2].”

76. Ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir[3] dan berpaling (dari ketaatan), dan selalu menentang (kebenaran).

77. Maka Allah menanamkan kemunafikan dalam hati mereka sampai pada waktu mereka menemui-Nya (hari kiamat), karena mereka telah mengingkari janji yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta[4].

78. Tidakkah mereka (orang-orang munafik) mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka[5], dan bahwa Allah mengetahui segala yang ghaib[6].

79.[7] (Orang-orang munafik) yaitu mereka yang mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan sukarela dan yang (mencela) orang-orang yang hanya memperoleh (untuk disedekahkan) sekadar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka, dan mereka akan mendapat azab yang pedih.

80. (Sama saja) engkau (Muhammad) memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka. Walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya[8]. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

Tafsir At Taubah Ayat 62-74

Ayat 62-66: Kaum munafik berusaha membuat manusia ridha kepadanya meskipun dengan sumpah yang dusta, sedangkan kaum mukmin berusaha mencari keridhaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, dan haramnya menjadikan agama sebagai bahan olok-olokkan meskipun bercanda

يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَكُمْ لِيُرْضُوكُمْ وَاللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَقُّ أَنْ يُرْضُوهُ إِنْ كَانُوا مُؤْمِنِينَ (٦٢) أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّهُ مَنْ يُحَادِدِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَأَنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدًا فِيهَا ذَلِكَ الْخِزْيُ الْعَظِيمُ (٦٣) يَحْذَرُ الْمُنَافِقُونَ أَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِي قُلُوبِهِمْ قُلِ اسْتَهْزِئُوا إِنَّ اللَّهَ مُخْرِجٌ مَا تَحْذَرُونَ (٦٤) وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (٦٥) لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ             (٦٦)

Terjemah Surat At Taubah Ayat 62-66

62. Mereka bersumpah kepada kamu (wahai kaum mukmin) dengan (nama) Allah untuk menyenangkan kamu[1], padahal Allah dan Rasul-Nya lebih pantas mereka mencari keridhaan-Nya[2] jika mereka orang mukmin.

63. Tidakkah mereka (orang munafik) mengetahui bahwa barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka Jahannamlah baginya, dia kekal di dalamnya. Itulah kehinaan yang besar.

64.[3] Orang munafik itu takut jika diturunkan suatu surah yang menerangkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka[4]. Katakanlah (kepada mereka), "Teruskanlah berolok-olok (terhadap Allah dan rasul-Nya)." Sesungguhnya Allah akan mengungkapkan apa yang kamu takuti itu.

65.[5] Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan manjawab, "Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja[6]." Katakanlah, "Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"

66. Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman[7]. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah bertobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain)[8] karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (selalu) berbuat dosa[9].

Tafsir At Taubah Ayat 50-61

Ayat 50-52: Gembiranya kaum munafik terhadap apa yang menimpa kaum mukmin berupa cobaan atau kekalahan, dan memperkuat hubungan kaum mukmin dengan Tuhan mereka

إِنْ تُصِبْكَ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِنْ تُصِبْكَ مُصِيبَةٌ يَقُولُوا قَدْ أَخَذْنَا أَمْرَنَا مِنْ قَبْلُ وَيَتَوَلَّوْا وَهُمْ فَرِحُونَ (٥٠) قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلانَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ (٥١) قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَا إِلا إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ أَنْ يُصِيبَكُمُ اللَّهُ بِعَذَابٍ مِنْ عِنْدِهِ أَوْ بِأَيْدِينَا فَتَرَبَّصُوا إِنَّا مَعَكُمْ مُتَرَبِّصُونَ (٥٢

Terjemah Surat At Taubah Ayat 50-52

50. Jika engkau (Muhammad) mendapat kebaikan[1], mereka tidak senang; tetapi jika engkau ditimpa bencana, mereka (kaum munafik) berkata, "Sungguh, sejak semula kami telah berhati-hati (tidak pergi perang).” Dan mereka berpaling dengan perasaan gembira.

51. Katakanlah (Muhammad), "Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami[2]. Dialah pelindung kami[3], dan hanya kepada Allah bertawakkallah orang-orang yang beriman[4]."

52. Katakanlah (Muhammad)[5], "Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (menang atau mati syahid). Dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan azab kepadamu dari sisi-Nya[6], atau (azab) melalui tangan kami[7]. Maka tunggulah[8], sesungguhnya kami menunggu (pula)[9] bersamamu."

Tafsir At Taubah Ayat 36-49

Ayat 36-37: Memuliakan bulan-bulan haram, dan pembatalan perkara yang dilakukan kaum musyrikin yang mereka sebut dengan ‘nasii’

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ (٣٦) إِنَّمَا النَّسِيءُ زِيَادَةٌ فِي الْكُفْرِ يُضَلُّ بِهِ الَّذِينَ كَفَرُوا يُحِلُّونَهُ عَامًا وَيُحَرِّمُونَهُ عَامًا لِيُوَاطِئُوا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ فَيُحِلُّوا مَا حَرَّمَ اللَّهُ زُيِّنَ لَهُمْ سُوءُ أَعْمَالِهِمْ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ (٣٧

Terjemah Surat At Taubah Ayat 36-37

36. Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah[1] ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah[2] pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi[3], di antaranya ada empat bulan haram[4]. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu[5] dalam (bulan yang empat) itu[6], dan perangilah kaum musyrikin semuanya[7] sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya[8]. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa[9].

37. Sesungguhnya pengunduran (bulan Haram) itu[10] hanya menambah kekafiran[11]. Orang-orang disesatkan dengan (pengunduran) itu, mereka menghalalkannya suatu tahun dan mengharamkannya pada suatu tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang diharamkan Allah[12], sekaligus mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Oleh setan) dijadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan buruk mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir[13].

Tafsir At Taubah Ayat 25-35

Ayat 25-27: Senjata dan perlengkapan tidaklah dipandang dalam peperangan, tetapi keimanan yang benar, ikhlas kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan cinta para sahabat kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam itulah yang dipandang

لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنْكُمْ شَيْئًا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الأرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُمْ مُدْبِرِينَ (٢٥) ثُمَّ أَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَى رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَنْزَلَ جُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَذَلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ (٢٦) ثُمَّ يَتُوبُ اللَّهُ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٢٧

Terjemah Surat At Taubah Ayat 25-27

25. Sungguh, Allah telah menolong kamu (mukminin) di banyak medan perang[1], dan (ingatlah) perang Hunain[2], ketika jumlahmu yang besar itu membanggakan kamu, tetapi (jumlah yang banyak itu) sama sekali tidak berguna bagimu, dan bumi yang luas itu terasa sempit bagimu, kemudian kamu berbalik ke belakang dan lari tunggang langgang.

26. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Dia menurunkan bala tentara (para malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menimpakan azab kepada orang-orang kafir[3]. Itulah balasan bagi orang-orang kafir[4].

27. Setelah itu Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki[5]. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang[6].

Tafsir At Taubah Ayat 13-24

Ayat 13-16: Perintah memerangi orang-orang kafir, dan bahwa yang demikian merupakan pertolongan bagi kaum mukmin serta penawar sakit hati mereka, sekaligus ujian dari Allah kepada kaum mukmin agar diketahui siapa yang jujur imannya dan siapa yang dusta

أَلا تُقَاتِلُونَ قَوْمًا نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ وَهَمُّوا بِإِخْرَاجِ الرَّسُولِ وَهُمْ بَدَءُوكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ أَتَخْشَوْنَهُمْ فَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَوْهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (١٣)قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ (١٤) وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (١٥) أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تُتْرَكُوا وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلا رَسُولِهِ وَلا الْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (١٦

Terjemah Surat At Taubah Ayat 13-16

13.[1] Mengapa kamu tidak memerangi orang-orang yang melanggar sumpah (janjinya), dan telah merencanakan untuk mengusir Rasul[2], dan merekalah yang pertama kali memerangi kamu[3]? Apakah kamu takut kepada mereka, padahal Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti, jika kamu orang-orang beriman.

14.[4] Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka[5] dengan (perantaraan) tanganmu dan Dia akan menghinakan mereka[6] dan menolongmu (dengan kemenangan) atas mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman[7].

15. Dan Dia menghilangkan kemarahan hati mereka (orang mukmin). Dan Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki[8]. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana[9].

16.[10] Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman[11]. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Tafsir At Taubah Ayat 1-12

Surah At Taubah (Pengampunan)[1]

Surah ke-9. 129 ayat. Madaniyyah, ada yang berpendapat kecuali ayat 128, 129

Ayat 1-4: Pengumuman tentang pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrik, kaum muslimin bebas dari bertanggung jawab terhadap perjanjian dengan kaum musyrik

بَرَاءَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ (١)فَسِيحُوا فِي الأرْضِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ وَأَنَّ اللَّهَ مُخْزِي الْكَافِرِينَ (٢) وَأَذَانٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ الأكْبَرِ أَنَّ اللَّهَ بَرِيءٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُولُهُ فَإِنْ تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ وَبَشِّرِ الَّذِينَ كَفَرُوا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (٣) إِلا الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ثُمَّ لَمْ يَنْقُصُوكُمْ شَيْئًا وَلَمْ يُظَاهِرُوا عَلَيْكُمْ أَحَدًا فَأَتِمُّوا إِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ إِلَى مُدَّتِهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ          (٤)

Terjemah Surat At Taubah Ayat 1-4

1. [2] (Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).

2. Maka berjalanlah kamu (kaum musyrik) di bumi selama empat bulan[3] dan ketahuilah[4] bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir[5].

3.[6] Dan satu maklumat (pemberitahuan) dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar[7], bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik[8]. Kemudian jika kamu (kaum musyrik) bertobat[9], maka itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah[10]. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih[11].

4. Kecuali orang-orang musyrik yang telah mengadakan perjanjian dengan kamu dan mereka tidak mengurangi (isi perjanjian) dan tidak (pula) mereka membantu seorang pun yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertakwa[12].