Kamis, 04 April 2013

Tafsir Al Mursalat Ayat 16-28

Ayat 16-28: Bukti terhadap kekuasaan Allah ‘Azza wa Jalla menghidupkan manusia setelah mati.

أَلَمْ نُهْلِكِ الأوَّلِينَ (١٦) ثُمَّ نُتْبِعُهُمُ الآخِرِينَ (١٧) كَذَلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَ (١٨) وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ (١٩) أَلَمْ نَخْلُقْكُمْ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ (٢٠) فَجَعَلْنَاهُ فِي قَرَارٍ مَكِينٍ (٢١) إِلَى قَدَرٍ مَعْلُومٍ (٢٢)فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ (٢٣) وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ (٢٤) أَلَمْ نَجْعَلِ الأرْضَ كِفَاتًا (٢٥) أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا (٢٦) وَجَعَلْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ شَامِخَاتٍ وَأَسْقَيْنَاكُمْ مَاءً فُرَاتًا (٢٧) وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ (٢٨)

Terjemah Surat Al Mursalat Ayat 16-28

16. Bukankah telah Kami binasakan orang-orang yang dahulu[1]?

17. Lalu Kami susulkan (azab Kami terhadap) orang-orang yang datang kemudian[2].

18. Demikianlah Kami perlakukan orang-orang yang berdosa[3].

19. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran)[4].

20. Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina (mani)?

21. Kemudian Kami letakkan ia dalam tempat yang kokoh (rahim)[5],

22. sampai waktu yang ditentukan[6],

23. lalu Kami tentukan (bentuknya)[7], maka (Kamilah) sebaik-baik yang menentukan[8].

24. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran)[9].

25. Bukankah Kami jadikan bumi untuk (tempat) berkumpul[10],

26. Bagi yang masih hidup dan yang sudah mati[11]?

27. Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi[12], dan Kami beri minum kamu dengan air tawar?

28. Celakalah pada hari itu bagi mereka yang mendustakan (kebenaran)[13].


[1] Karena mereka mendustakan.

[2] Seperti yang menimpa kaum kafir Mekah. Ini adalah sunnatullah bagi setiap orang yang berdosa, yaitu ditimpakan diazab, dimana azab ini berlaku pula pada orang-orang yang terdahulu maupun orang-orang yang datang kemudian ketika mereka berdosa. Oleh karena itu, mengapa mereka tidak mau mengambil pelajaran terhadap apa yang mereka lihat dan apa yang mereka dengar.

[3] Yakni demikianlah Kami perlakukan kepada setiap orang yang berdosa di masa mendatang.

[4] Setelah mereka (orang-orang yang mendustakan) itu menyaksikan ayat-ayat yang jelas dan bukti-buktinya, demikian juga mengetahui berbagai hukuman yang menimpa orang-orang terdahulu dan beberapa macam contoh siksaan yang menimpa generasi sebelum mereka, namun mereka tetap saja tidak mau beriman.

Diulangi lagi kalimat di atas adalah untuk menguatkan.

[5] Dimana mani itu menetap dan berkembang di sana.

[6] Yaitu waktu kelahiran.

[7] Yakni Kami tentukan dan Kami atur janin itu dalam kegelapan-kegelapan, dan Kami ubah dari mani menjadi segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging sampai Allah Subhaanahu wa Ta'aala jadikan sebagai jasad, lalu ditipukan ruh kepadanya, dan di antara mereka ada yang mati sebelum itu.

[8] Karena ketentuan-Nya sejalan dengan hikmah dan berhak mendapatkan pujian.

[9] Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan kepada mereka ayat-ayat-Nya, memperlihatkan berbagai ibrah (pelajaran) dan bukti-bukti.

[10] Yakni bukankah Kami telah memberimu nikmat dengan menundukkan bumi untuk maslahat kamu; Kami jadikan bumi itu sebagai tempat berkumpul.

[11] Maksudnya, bumi mengumpulkan orang-orang hidup di permukaannya dan orang-orang mati dalam perutnya.

[12] Agar bumi tidak mengguncang penghuninya, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengokohkannya dengan gunung-gunung yang teguh.

[13] Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala memperlihatkan kepada mereka berbagai nikmat yang diberikan-Nya, namun mereka (orang-orang yang mendustakan) masih saja menyikapinya dengan mendustakan, sehingga pantaslah jika mereka mendapatkan kecelakaan yang besar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar