Sabtu, 30 Maret 2013

Tafsir An Naml Ayat 82-93

Ayat 82-88: Di antara tanda hari Kiamat keluarnya daabbah dan huru-hara pada saat datangnya hari kiamat itu.

  حَتَّى إِذَا جَاءُوا قَالَ أَكَذَّبْتُمْ بِآيَاتِي وَلَمْ تُحِيطُوا بِهَا عِلْمًا أَمَّاذَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (٨٤) وَوَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ بِمَا ظَلَمُوا فَهُمْ لا يَنْطِقُونَ  (٨٥) أَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا اللَّيْلَ لِيَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (٨٦) وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الأرْضِ إِلا مَنْ شَاءَ اللَّهُ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ (٨٧) وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ       (٨٨)

Terjemah Surat An Naml Ayat 82-88

82. Dan apabila perkataan (ketentuan masa kehancuran alam) telah berlaku atas mereka, Kami keluarkan binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka[1], bahwa manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami[2].

83. [3]Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami mengumpulkan dari setiap umat segolongan orang yang mendustakan ayat-ayat Kami[4], lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok).

84. Hingga apabila mereka datang[5], Dia (Allah) berfirman, "Mengapa kamu mendustakan ayat-ayat-Ku, padahal kamu tidak mempunyai pengetahuan tentang itu[6], atau apakah yang telah kamu kerjakan[7]?"

85. Dan berlakulah perkataan (janji azab) atas mereka karena kezaliman mereka[8], maka mereka tidak dapat berkata[9].

86. Apakah mereka tidak memperhatikan[10], bahwa Kami telah menjadikan malam agar mereka beristirahat padanya dan (menjadikan) siang yang menerangi? Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda[11] (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman[12].

87. [13]Dan (ingatlah) pada hari (ketika) sangkakala ditiup[14], maka terkejutlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi[15], kecuali siapa yang dikehendaki Allah[16]. Dan semua mereka[17] datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri[18].

88. [19]Dan engkau akan meihat gunung-gunung[20], yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan seperti awan berjalan[21]. (Itulah) ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

Ayat 89-93: Pelipatan pahala terhadap orang yang beriman dan beramal saleh dan keamanan dari kejutan yang dahsyat pada hari Kiamat.

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا وَهُمْ مِنْ فَزَعٍ يَوْمَئِذٍ آمِنُونَ (٨٩)وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَكُبَّتْ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (٩٠) إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبَّ هَذِهِ الْبَلْدَةِ الَّذِي حَرَّمَهَا وَلَهُ كُلُّ شَيْءٍ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ (٩١) وَأَنْ أَتْلُوَ الْقُرْآنَ فَمَنِ اهْتَدَى فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ وَمَنْ ضَلَّ فَقُلْ إِنَّمَا أَنَا مِنَ الْمُنْذِرِينَ (٩٢)وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ سَيُرِيكُمْ آيَاتِهِ فَتَعْرِفُونَهَا وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ (٩٣

Terjemah Surat An Naml Ayat 89-93

89. [22]Barang siapa membawa kebaikan[23], maka dia memperoleh (balasan) yang lebih baik daripadanya, sedang mereka merasa aman dari kejutan (yang dahsyat) pada hari itu.

90. Dan barang siapa membawa kejahatan[24], maka disungkurkanlah wajah mereka ke dalam neraka[25]. Kamu tidak diberi balasan, melainkan (setimpal) dengan apa yang kamu kerjakan.

91. [26]Aku hanya diperintahkan menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) yang Dia telah menjadikan suci padanya[27] dan segala sesuatu adalah milik-Nya[28], dan aku diperintahkan agar aku termasuk orang muslim[29].

92. Dan agar aku membacakan Al Quran (kepada manusia)[30]. Maka barang siapa mendapat petunjuk maka sesungguhnya dia mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barang siapa sesat, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan[31].”

93. Dan katakanlah (Muhammad), "Segala puji bagi Allah[32], Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kebesaran-)Nya, maka kamu akan mengetahuinya[33]. Dan Tuhanmu tidak lalai terhadap apa yang kamu kerjakan[34].”


[1] Keluarnya binatang melata yang dapat berbicara dengan manusia merupakan salah satu di antara tanda-tanda kiamat.

[2] Mereka tidak beriman kepada Al Qur’an yang menerangkan tentang kebangkitan, hisab dan pembalasan. Oleh karena lemahnya ilmu dan keyakinan mereka kepada ayat-ayat Allah, maka Allah mengeluarkan binatang melata tersebut yang merupakan ayat-ayat Allah yang menakjubkan untuk menerangkan kepada manusia apa yang mereka perselisihkan.

[3] Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan keadaan orang-orang yang mendustakan di padang mahsyar, dan bahwa Allah akan mengumpulkan mereka. Dia mengumpulkan dari setiap umat satu golongan di antara mereka yang mendustakan ayat-ayat-Nya, dari yang terdahulu hingga yang datang kemudian, lalu disatukan, agar pertanyaan, cercaan dan celaan merata kepada mereka.

[4] Yaitu para tokohnya yang menjadi panutan.

[5] Ke tempat hisab.

[6] Maksudnya, mendustakan ayat-ayat Allah, tanpa memikirkannya lebih dahulu sampai jelas masalahnya.

[7] Allah Subhaanahu wa Ta'aala bertanya kepada mereka tentang ilmu mereka dan amal mereka, namun ternyata ilmu mereka adalah mendustakan yang hak tanpa berpikir terlebih dahulu, sedangkan amal mereka adalah untuk selain Allah atau tidak di atas sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

[8] Karena mereka tetap terus di atasnya serta hujjah telah mengalahkan mereka.

[9] Karena mereka sudah tidak memiliki hujjah lagi.

[10] Yakni ayat sekaligus nikmat yang besar ini, yaitu ditundukkan-Nya malam dan siang untuk mereka. Dengan adanya malam, mereka dapat merasakan ketenangan dan dapat beristirahat dari kelelahan serta bersiap-siap kembali untuk bekerja. Dengan adanya siang, mereka dapat bertebaran di muka bumi untuk mencari penghidupan dan melakukan kegiatan.

[11] Yakni tanda yang menunjukkan sempurnanya keesaan Allah dan luas nikmat-Nya.

[12] Disebutkan mereka secara khusus, karena hanya mereka yang dapat mengambil manfaat darinya, berbeda dengan orang-orang kafir.

[13] Allah Subhaanahu wa Ta'aala menakut-nakuti hamba-hamba-Nya dengan peristiwa yang akan terjadi di hadapan mereka, yaitu hari kiamat dengan cobaan dan kesusahan pada hari itu serta hal yang mencemaskan hati.

[14] Yakni tiupan pertama malaikat Israfil.

[15] Sampai membuat mereka mati.

[16] Yakni kecuali mereka yang dimuliakan Allah, diteguhkan-Nya dan dijaga-Nya dari peristiwa yang mengejutkan itu. Menurut sebagian mufassir, bahwa mereka yang dikecualikan Allah adalah para syuhada’, di mana mereka hidup di sisi Allah mendapatkan rezeki.

[17] Setelah dihidupkan kembali.

[18] Ketika itu pemimpin dengan rakyatnya adalah sama, mereka merendahkan diri kepada Allah pemilik semua kerajaan.

[19] Termasuk huru-haranya adalah seperti yang disebutkan dalam ayat di atas.

[20] Yakni pada saat malaikat Israfil meniup sangkakala.

[21] Maksudnya, seperti awan mendung yang didorong oleh angin. Oleh karena itu, gunung nanti sama seperti itu, dijalankan, lalu dihancurkan sehigga seperti bulu yang dihamburkan kemudian menjadi debu yang berhamburan.

[22] Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan bagaimana bentuk pembalasan-Nya.

[23] Baik yang terkait dengan ucapan, perbuatan maupun hati.

[24] Seperti syirk.

[25] Jika wajah yang merupakan anggota badan yang paling mulia ditelungkupkan ke neraka, maka anggota badan yang lain apa lagi.

[26] Yakni, katakanlah kepada mereka wahai Muhammad.

[27] Oleh karena itu, tidak boleh ditumpahkan darah padanya, diburu binatang buruannya, dan dicabut rumputnya. Ini termasuk di antara nikmat yang diberikan Allah kepada kaum Quraisy yang sepatutnya mereka syukuri; Allah menghilangkan azab dari negeri mereka, dan menghilangkan berbagai fitnah yang biasa terjadi di tempat lain.

[28] Dia yang menciptakannya dan yang memilikinya. Disebutkan kalimat ini adalah untuk menghindari timbulnya sangkaan, bahwa Dia hanya yang memiliki rumah tua itu (ka’bah) saja.

[29] Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah melakukannya, dan Beliaulah orang yang pertama berserah diri di kalangan umat ini dan paling besar sikap berserah dirinya.

[30] Agar kamu mengambil petunjuk darinya dan mengikutinya. Inilah tugas Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

[31] Yakni aku tidak berkuasa menjadikan kamu mendapatkan hidayah.

[32] Allah berhak mendapatkan pujian di dunia dan akhirat, dan dari semua makhluk, terlebih oleh hamba pilihan-Nya, sehingga yang patut mereka lakukan adalah memuji dan menyanjung Tuhan mereka melebihi pujian yang dilantunkan oleh selain mereka, karena tingginya derajat mereka, dekatnya mereka dan banyaknya kebaikan yang diberikan kepada mereka.

[33] Allah Subhaanahu wa Ta'aala memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat-Nya, termasuk di antaranya terbunuhnya orang-orang yang kafir kepada-Nya pada perang Badar, ditawannya mereka, dipukulnya wajah dan punggung mereka oleh malaikat, dan lain-lain. Bisa juga maksudnya, bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala akan memperlihatkan ayat-ayat-Nya yang menerangkan mana yang hak dan mana yang batil serta menyinari keadaan yang sebelumnya gelap, sehingga kita benar-benar mengetahuinya.

[34] Dia mengetahui amal dan keadaan yang kamu lakukan, mengetahui ukuran yang perlu diberikan kepada amal itu serta memberikan keputusan di antara kamu dengan keputusan yang kamu akan memuji-Nya serta tidak menyisakan hujjah lagi bagi kamu.

Selesai tafsir surah An Naml dengan pertolongan Allah dan taufiq-Nya, wal hamdulillahi awwalan wa aakhiran. Kita meminta kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala agar kelembutan-Nya dan pertolongan-Nya tetap dilimpahkan kepada kita, Dia adalah Tuhan yang Maha Pemurah, Maha Penyayang, membuka harapan bagi orang-orang yang sudah hampir putus harapan, mengabulkan doa orang-orang yang meminta, Pemberi kenikmatan di setiap saat dan setiap waktu, memudahkan Al Qur’an bagi orang-orang yang mengambilnya sebagai pelajaran serta memudahkan jalan dan pintu-pintunya, wal hamdulillahi rabbil ‘aalamin wa shallallahu ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar